Entertainment

Richard Hammond mencari cara berbagi mansion Georgia di Wales dengan kelelawar langka setelah rencana renovasi tertahan

×

Richard Hammond mencari cara berbagi mansion Georgia di Wales dengan kelelawar langka setelah rencana renovasi tertahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Richard Hammond to find a way to share Welsh mansion with bats

jurnalistik.co.id – Richard Hammond menyatakan akan “mencari cara” agar bisa tetap berbagi kediaman barunya di Wales dengan kelelawar langka, meski rencana renovasi di rumah mansion senilai sekitar £2 juta itu sempat tertahan. Pernyataan tersebut muncul setelah survei menemukan beberapa spesies kelelawar di area properti.

Hammond, yang berusia 56 tahun, membeli mansion bergaya Georgia era ke-19 di Llanwenarth, dekat Abergavenny, pada November 2025. Rumah tersebut disebut berada dalam hamparan lahan seluas 21 acre.

Dalam wawancaranya dengan BBC Wales, ia mengatakan, “If I have to share it with the bats, I’ll find a way of sharing it with the bats.” Menurutnya, tidak masuk akal untuk menghapus semua kehidupan yang sudah lebih dulu ada di tempat itu.

Ia juga menyebut Abergavenny tetap dapat menjadi lokasi yang “cukup” untuk dirinya dan para kelelawar. “I’m sure there’s room for the bats and me in Abergavenny,” ucapnya.

Sejumlah pekerjaan yang direncanakan sebelumnya juga mengalami jeda. Di antaranya pembangunan padel court serta garasi mobil mewah untuk koleksi kendaraan, yang menjadi bagian penting dari rencana perubahan properti.

Survei yang dilakukan menjelang renovasi menemukan aktivitas kelelawar di sekitar bangunan dan habitat di sekelilingnya. Laporan menyebut tingkat aktivitas di area kompleks bangunan berada pada kategori moderat, sementara lingkungan sekitar dinilai mendukung proses mencari pakan dan perpindahan kelelawar melalui beragam spesies.

Spesies yang disebut dalam survei mencakup common pipistrelle dan soprano pipistrelles. Selain itu, ada juga brown long-eared, noctule, Leisler’s, serta serotine yang sesekali terlihat di area yang sama.

Menurut dokumen perencanaan yang diajukan untuk properti tersebut, tanah di lokasi berada pada posisi lebih tinggi dan menghadap Usk Valley. Properti juga disebut berada dalam area Bannau Brycheiniog National Park, yang dikenal pula sebagai Brecon Beacons, serta berada di lingkungan lanskap luas dan sisa parkland dari bekas kawasan estate.

Dokumen tersebut menyebut adanya outbuildings bersejarah, bekas kandang kuda, struktur pendukung, dan taman formal. Rencana perubahan yang diajukan mencakup alterations and repairs, pembangunan ekstensi baru, pembalikan modern alterations, penggantian jendela, dan pembentukan pintu baru.

Hammond sebelumnya juga menjelaskan bahwa rencana renovasi kini tidak bisa langsung dijalankan. Ia menuturkan pembangunan harus menunggu persyaratan hukum terkait perlindungan spesies.

Menurut laporan, agar pekerjaan lanjutan seperti barn conversion dapat dilakukan, diperlukan protected species development licence dari Natural Resources Wales (NRW). Laporan menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan bersama langkah-langkah yang tepat untuk mencegah dampak buruk pada spesies kelelawar yang bersangkutan.

NRW menyatakan belum menerima pengajuan protected species development licence pada tahap ini. Namun, Hammond mengonfirmasi bahwa ia tetap akan menempuh proses tersebut.

Survei juga menyebut adanya risiko kehilangan atau gangguan terhadap roost, termasuk yang berada di pepohonan di area lahan. Dampak tersebut disebut dapat menghasilkan adverse effects terhadap populasi dua spesies yang tergolong umum dan tersebar luas.

Di Inggris, semua spesies kelelawar serta roost mereka dilindungi secara hukum. Karena itu, tindakan membunuh, melukai, mengambil, atau mengganggu kelelawar, maupun menghancurkan, merusak, menghalangi, atau mengganggu roost—serta lokasi berkembang biak atau tempat bertengger/rest—merupakan tindak yang dapat dikenai pelanggaran.

Hammond sendiri menggambarkan keputusan pindah rumah sebagai sesuatu yang ia lakukan setelah situasi pribadinya berubah. Ia mengatakan, “It’s no secret that I got divorced last year, sadly, and I knew I had to move,” sebelum menuturkan bahwa ia sempat curiga ada “sesuatu yang salah” ketika melihat iklan rumah tersebut.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat datang melihat lokasi dan akhirnya merasa langsung jatuh cinta. “I fell head over heels in love with the house,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa ia telah meninjau properti itu sebanyak lima kali sebelum memutuskan membelinya.

Hammond menyebut ia berharap merawat rumah dengan gaya seperti pemilik sebelumnya, sambil tetap melakukan renovasi pada beberapa aspek. “I’m very lucky in that most of what I’m having to do is just make it fit for my lifestyle rather than repair it,” katanya, menegaskan bahwa pekerjaan itu dapat menjadi proyek panjang.

Ia juga menyatakan, rencana tersebut tidak akan selesai dalam satu atau dua bulan. Ia menambahkan bahwa ia tidak berniat mengubah tampilan rumah secara drastis karena menganggap rumah itu sudah indah: “I’ll do nothing to change the look of the place. Why would I? You don’t buy something beautiful and then deface it.”

Dalam rencananya, garasi dirancang untuk menyimpan koleksi kendaraan bersejarah dan spesialis. Sementara itu, padel court baru serta “associated pavilion” disebut akan menggantikan lapangan tenis yang sudah ada di lokasi.

Untuk ke depannya, Hammond menunjukkan tekad agar rencana penataan properti berjalan tanpa mengabaikan perlindungan kelelawar. Baginya, berbagi ruang dengan satwa tersebut adalah bagian dari proses menyusun ulang langkah renovasi yang kini harus disesuaikan.