Entertainment

Britania ‘taxing itself to death’ dan ‘Some Might Stray’: Liam–Noel Gallagher disebut menjalani wawancara bersama pertama dalam lebih dari 20 tahun

×

Britania ‘taxing itself to death’ dan ‘Some Might Stray’: Liam–Noel Gallagher disebut menjalani wawancara bersama pertama dalam lebih dari 20 tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: Britain 'taxing itself to death' and 'Some Might Stray'

jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar Inggris edisi Minggu menyoroti beragam isu politik, kesehatan, hingga kebudayaan pop, mulai dari perdebatan pajak hingga kabar konser dan dokumenter musik. Dalam rangkaian pembahasan itu, dua tema besar tampak mendominasi halaman depan: arah kebijakan ekonomi dan kabar kembalinya Liam serta Noel Gallagher untuk tampil bersama.

Di The Sunday Telegraph, fokus kritik mengarah kepada Perdana Menteri Andy Burnham. Koran itu memuat peringatan dari figur bayangan yang membawahi urusan luar negeri yang menyatakan, rencana sanksi terhadap Israel dinilai berisiko mempertaruhkan keamanan nasional Inggris.

Masih di konteks hubungan Inggris–Israel, disebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Ed Miliband telah mengatakan kepada parlemen akan memperkenalkan “comprehensive reset” kebijakan terkait Israel “dalam beberapa minggu ke depan”. Tom Tugendhat juga menyinggung kemungkinan dampak buruk jika hubungan yang ada merosot, termasuk terhadap keselamatan warga Inggris.

Tugendhat, sebagaimana diberitakan koran tersebut, mengaitkan risiko itu dengan kenyataan bahwa serangan teror di Inggris telah digagalkan sebagai hasil langsung dari intelijen Israel. Di halaman yang sama, Telegraph juga menampilkan peringatan dari ekonom Amerika Arthur Laffer yang menyebut Inggris “taxing itself to death” dan berada dalam “death spiral” akibat pertumbuhan yang terlalu sedikit.

Isu perpajakan kembali menjadi sentral di Sunday Express. Koran itu mengangkat janji Wakil Pemimpin Reform UK, Robert Jenrick, untuk menghapus pajak penghasilan atas pensiun negara. Jenrick—yang disebut Express sebagai “would-be Chancellor”—menyampaikan rencana “bold” menaikkan batas bebas pajak personal allowance menjadi £15.000, dari £12.570 yang sejak 2021 dibekukan.

Di Mail on Sunday, perhatian diarahkan pada laporan adanya “major free speech row” yang disebut meletus setelah terungkap lebih dari 60.000 orang ditangkap dalam lima tahun terakhir karena “communications offences”. Sementara itu, The Times memimpin dengan isu kesehatan publik melalui penyelidikan yang mereka sebut sebagai “overprescribing epidemic”.

Koran tersebut menyoroti pernyataan bahwa “Mixing pills sends 1,000 elderly people a day to A&E”. Laporan Times mengutip sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini, yang menyebut sekitar delapan juta orang di Inggris berisiko mengalami efek samping medis karena diberi resep setidaknya lima obat atau lebih untuk dikonsumsi setiap hari.

Liam–Noel Gallagher disebut menjalani wawancara bersama pertama dalam lebih dari 20 tahun

Di tengah sorotan berbagai kebijakan dan kesehatan, beberapa surat kabar juga menempatkan kabar musik sebagai highlight. Sejumlah koran menampilkan cerita mengenai wawancara bersama pertama Liam dan Noel Gallagher dalam lebih dari 20 tahun, sebagai bagian dari dokumenter baru berjudul Don’t Look Back In Anger.

Daily Star menulis dengan judul “Some Might Stray”, sebuah rujukan dari lagu hit mereka, Some Might Say. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Noel pernah mengatakan Liam melewatkan latihan terakhir dan baru tiba “minutes before” untuk tanggal pertama dalam rangkaian tur “Oasis mega bucks comeback tour” pada 2025.

Sunday Mirror mengangkat nada kekhawatiran yang melingkupi reuni. Koran itu menuliskan, “Noel feared tour disaster”, serta menyebut tur reuni berada dalam situasi yang “on a knife edge” setelah Liam tak hadir dalam latihan. Noel, menurut koran tersebut, mengatakan kepada dokumenter bahwa masih ada “tension” di antara keduanya menjelang konser mereka di Cardiff pada Juli 2025.

Sementara The Sun on Sunday juga memberi porsi besar pada dokumenter Oasis. Koran itu menyoroti pengakuan Liam Gallagher bahwa ia “finally quite booze”. Dalam laporan tersebut, dinyatakan bahwa pemicu perubahan sobrietas Liam adalah tur reuni; pengalaman itu, menurut dokumenter, disebut terlalu “precious” untuk dirusak dengan pesta.

Dengan rangkaian pemberitaan dari beberapa surat kabar, dokumenter Don’t Look Back In Anger tampak menjadi titik temu berbagai isu, dari kebijakan luar negeri dan ekonomi hingga dinamika keluarga di balik panggung musik. Namun yang paling menonjol di bagian hiburan adalah pesan bahwa kedua bersaudara Gallagher akhirnya kembali berbicara bersama setelah jeda panjang, tepat ketika tur reuni memasuki fase pentingnya.