Olahraga

US Open 2026: Zheng Qinwen bangkit dari 0-5 dan match point, singkirkan Madison Keys ke babak keempat

×

US Open 2026: Zheng Qinwen bangkit dari 0-5 dan match point, singkirkan Madison Keys ke babak keempat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open 2026 results: Zheng Qinwen beats Madison Keys from match point down to reach fourth round

jurnalistik.co.id – Zheng Qinwen melaju ke babak keempat US Open 2026 setelah menuntaskan comeback dramatis di gim ketiga melawan unggulan ke-22, Madison Keys. Pertandingan itu berbalik ketika Zheng sempat tertinggal 0-5 dan menghadapi match point, sebelum akhirnya memaksa laga berakhir untuk kemenangan.

Di laga babak ketiga, atlet Olimpiade asal Tiongkok itu harus memulai musimnya dari jalur kualifikasi karena kondisi berbeda dibanding periode terbaiknya. Namun di New York, ia tampil dengan keberanian yang berulang kali mematahkan momentum Keys.

Keys tampak melangkah dengan percaya diri setelah menutup set pembuka dalam tempo yang cepat, hanya 23 menit. Zheng kemudian bangkit di set berikutnya, menyamakan kedudukan lewat permainan yang menekan hingga berakhir di tie-break.

Konstelasi laga makin menegangkan saat Zheng justru tertahan pada set ketiga. Ia sempat berada di posisi terpuruk, 5-0 tertinggal, sekaligus berada dalam situasi match point menghadapi Keys.

Dalam kondisi seperti itu, Zheng tidak membiarkan kesalahan mengunci arah pertandingan. Ia menahan tekanan dan melanjutkan permainan hingga meraih tujuh gim beruntun, sebuah rangkaian yang mengubah jalannya set ketiga secara total.

Hasil akhirnya memastikan Zheng menang 1-6 7-6 (7-3) 7-5 atas Keys, sekaligus mengakhiri dominasi yang sempat terasa mengalir di sisi lawannya. Keys sendiri datang dengan catatan kuat, karena pernah menjuarai Australian Open 2025.

Zheng menyebut kemenangan itu sebagai sesuatu yang “very dramatic match”, meski ia menilai ungkapan tersebut mungkin masih kurang tepat menggambarkan apa yang terjadi di lapangan. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sempat mempertanyakan perjalanan kariernya dalam 12 bulan terakhir, sebelum akhirnya mendapatkan hasil yang ia butuhkan.

“Finally, a bit of luck is on my side,” kata Zheng. Ia menambahkan, “I am just telling myself ever give up. Somehow, little by little, it’s just happened.” Pernyataannya mencerminkan keyakinan yang dibangunnya sedikit demi sedikit sejak fase sulit menerpa.

Menurut Zheng, tenis kerap terasa seperti “rollercoaster”. “You see many times people have a match point, but at the end we made a comeback,” ujarnya, menyoroti bahwa pertandingan bisa berubah hanya dalam momen yang singkat.

Ia juga tercatat sebagai petenis kualifikasi pertama yang mencapai babak keempat putri di US Open sejak Emma Raducanu. Raducanu kala itu juga melalui jalur kualifikasi dan kemudian menjuarai US Open pada 2021.

Setelah kemenangan ini, cerita Zheng tetap terkait dengan proses pemulihan yang panjang. Tiga bulan sebelumnya, ia merasakan momen pahit di French Open, ketika harus tersingkir di babak pertama. Saat konferensi pers, ia bahkan tidak sanggup menahan tangis usai kekalahan tersebut.

Faktor cedera menjadi latar utama keterpurukan Zheng pada periode itu. Ia menjalani operasi siku pada Juli 2025 untuk mengatasi cedera kronis yang dipicu pecahan tulang kecil yang mengambang di area siku.

Cedera tersebut memutus langkahnya setelah performa menanjak pada 2024. Pada tahun itu, ia menembus final Australian Open, meraih medali emas Olimpiade, serta tampil hingga perempatfinal US Open. Di awal 2025, ia juga sempat mengangkat harapan dengan mencapai delapan besar Roland Garros dan naik ke peringkat tertinggi kariernya, yakni peringkat keempat dunia, sebelum cedera kembali menghambat.

Di French Open, Zheng akhirnya kalah dari Maja Chwalinska yang kemudian menjadi runner-up. Situasi itu membuatnya harus kembali berjuang dari jalur kualifikasi Grand Slam, yang untuknya pertama kali terjadi dalam empat tahun.

Ia menjelaskan, “After coming back from injury I felt I lost the energy and I forgot how to compete.” Kondisi itu membuatnya kehilangan ritme bertanding, dan ia harus memulai lagi untuk menemukan energi yang hilang.

Menurut catatan perjalanannya menuju US Open, Zheng tidak memenuhi syarat protected ranking. Alasannya karena ia lebih dulu melakukan comeback lebih cepat dengan bermain di turnamen kandang Beijing pada Oktober 2025, sehingga jalur yang harus dilalui tetap melalui kualifikasi.

Ia juga mengaku sempat larut dalam emosi ketika memastikan tempat di main draw. “I was even crying after I won the third match to reach the main draw,” kata Zheng, sebelum menambahkan bahwa “The main draw is just the beginning where all the players start.”

Bagi Zheng, fase menuju main draw adalah permulaan yang tidak mudah. “I fight so hard just to start like everyone else. For me, that was really not easy,” ujarnya, menggambarkan betapa beratnya mengembalikan cara bersaing seperti pemain lain.

Ketika menghadapi Keys, ketenangannya sempat diuji bahkan di momen teknis yang krusial. Pada situasi 5-4 dengan kedudukan 0-15 di set penentu, ia terpaksa menghentikan gerakan servis setelah ada bayi yang mulai menangis di area penonton.

Alih-alih terganggu sepenuhnya, Zheng merespons dengan nada bercanda. “If it’s adult, probably I will look at him very hard or start to speak, but it’s just a baby,” katanya, kemudian menambahkan, “I can’t do anything, you know? It’s just a baby.”

Setelah jeda itu, ia kembali menemukan ritme. Zheng melanjutkan permainan dan memenangkan empat poin berikutnya untuk menyamakan kedudukan tie, sebelum pertandingan berlanjut ke momen-momen yang akhirnya mengunci kemenangan.

Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Zheng mampu mengubah momentum saat peluang tampak hilang. Dari posisi tertinggal 0-5 dan menghadapi match point, ia justru menuntaskan laga dengan kemenangan 1-6 7-6 (7-3) 7-5, lalu memastikan satu tempat lagi di fase berikutnya US Open.

Dengan hasil tersebut, jalan Zheng di turnamen berlanjut menuju babak keempat, membawa sinyal kuat bahwa performa terbaiknya bisa kembali muncul di saat yang tepat. Dan bagi Zheng, proses panjang dari cedera, pemulihan, hingga kualifikasi, kini berbuah pada capaian yang ia cari sejak awal musim ini.