Entertainment

William Orbit, produser di balik Madonna dan Blur, wafat di usia 69 tahun

×

William Orbit, produser di balik Madonna dan Blur, wafat di usia 69 tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: William Orbit: Madonna and Blur producer dies aged 69

jurnalistik.co.id – Produser musik Inggris William Orbit telah wafat pada usia 69 tahun. Ia meninggal di rumah pada 23 Juli, menurut pernyataan keluarga dan sahabatnya yang disampaikan pada Jumat.

Dalam pesan tersebut, keluarga Orbit menyampaikan duka mendalam dan tidak menyebutkan penyebab kematian. “Dengan kesedihan yang mendalam,” demikian bunyi pernyataan, sebelum menambahkan bahwa ia akan sangat dirindukan oleh banyak orang yang merasakan sentuhan melalui musik, persahabatan, dan sikap hangatnya.

Nama panggung Orbit dikenal luas berkat kerja kreatifnya bersama sederet musisi besar, termasuk Madonna, Blur, All Saints, dan Pink. Ia juga merupakan kelahiran London dengan nama asli William Wainwright.

Perjalanan Orbit di kancah pop modern sering dikaitkan dengan album Ray of Light yang dirilis pada 1998 bersama Madonna. Rekaman itu menggabungkan musik dans elektronik dengan nuansa ambient techno, dipadukan elemen pop serta trip-hop, sekaligus menghidupkan kembali arah karier Madonna pada periode tersebut.

Ray of Light kemudian meraih tiga penghargaan Grammy dan masih sering disebut sebagai salah satu karya paling kuat dalam diskografi “Queen of Pop.” Saat membicarakan proses pembuatan album itu pada wawancara dengan Official Chart Company pada 2015, Orbit mengungkapkan bahwa sesi rekaman mereka dilakukan dengan “membongkar aturan” dan tidak terlalu memikirkan konsekuensinya.

“Kami masuk studio, mematahkan semua aturan, dan tidak benar-benar mempertimbangkan akibatnya,” kata Orbit. Ia juga menyatakan kebanggaannya atas hasil yang ia kerjakan, menilai rekaman itu tetap terasa relevan hingga hari itu.

Orbit dan Madonna kembali berkolaborasi pada 1999 lewat Beautiful Stranger, yang menjadi hit tangga lagu nomor dua di Inggris. Lagu tersebut dikreditkan sebagai karya yang ia tulis bersama serta ia mainkan, dan mendapatkan Grammy lain. Beautiful Stranger turut muncul dalam soundtrack film Austin Powers kedua, The Spy Who Shagged Me.

Pada 2000, Orbit turut terlibat dalam album Music milik Madonna. Di saat yang sama, ia merilis album solo berjudul Pieces In A Modern Style, yang masuk nominasi Grammy dan mendapat apresiasi tinggi sebagai rekaman crossover elektronik-klasik.

Koneksi mereka berlanjut pada 2012 ketika Orbit memproduksi enam lagu untuk album MDNA. Di luar Madonna, orbit kreatif Orbit juga menandai era Britpop, terutama lewat keterlibatannya dengan Blur.

Sentuhan di era Blur dan karya pop yang meluas

Untuk Blur, Orbit memproduksi album 13 pada 1999. Album ini membawa perubahan lirik yang lebih gelap dan lebih mentah, sekaligus melahirkan sejumlah singel seperti Tender, Coffee & TV, serta No Distance Left To Run.

Setelahnya, ia juga menggarap lagu Sweet Song dari album Think Tank yang terbit pada 2003. Kolaborasinya dengan Pink kemudian ikut memperluas jejaknya di musik arus utama: Feel Good Time, yang menjadi bagian dari soundtrack Charlie’s Angels: Full Throttle (2003), mencapai peringkat tiga di Inggris dan mendapatkan nominasi Grammy lainnya.

Orbit dikenal memiliki “ruang suara” khas yang kerap menciptakan suasana melayang dan terasa damai, baik pada lagu-lagu yang berdenyut lebih energik maupun pada karya yang lebih pelan. Karakter tersebut bisa terdengar pada hit-him “Madonna” dan “Pink”, maupun pada lagu seperti Pure Shores dan Black Coffee dari All Saints.

Pure Shores, misalnya, ditulis bersama Orbit oleh Shaznay Lewis dan diarahkan untuk kebutuhan film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Lagu itu kemudian mencapai nomor satu di Inggris, dan kabar wafatnya Orbit disambut oleh Lewis melalui unggahan emoji patah hati.

Selain itu, Orbit berkolaborasi dengan berbagai nama lain, termasuk Beth Orton. Ia ikut menulis bersama lagu She Cries Your Name yang dirilis pada 1996. Ia juga memproduksi singel Electrical Storm untuk U2 pada 2002.

Karya solo yang juga menonjol

Sepanjang kariernya sebagai artis solo, Orbit merilis 12 album studio. Salah satu yang paling mendapat sambutan adalah Pieces in a Modern Style (1999), yang memuat interpretasi-interpretasi atas berbagai karya musik klasik.

Album tersebut mencapai peringkat empat, sementara versi dance remix dari Adagio for Strings karya Samuel Barber menjadi kejutan di klub dan bertengger di nomor dua untuk tangga lagu singel. Di berbagai proyeknya, Orbit konsisten menghadirkan jembatan antara estetika elektronik dan disiplin komposisi musik lain.

Ucapan duka juga datang dari sejumlah rekan. Mel C menggambarkan Orbit sebagai sosok yang “sungguh terhormat” untuk diajak bekerja, lalu menyampaikan “Sending all my love.” Nicole Appleton dari All Saints menuturkan bahwa mereka berkesempatan bekerja dengannya berkali-kali, menyebut Orbit membuatnya merasa percaya diri dan nyaman baik di studio maupun dalam suasana sosial.

Skunk Anansie, lewat vokalis Skin, mengingat Orbit sebagai sosok yang membuatnya berdansa selama puluhan tahun dan menegaskan musiknya akan terus hidup. Sister Bliss dari Faithless juga menulis “Genius and pioneer,” sementara Georgia menyatakan kehormatan dapat bekerja bersama Orbit dan mengaku akan menyimpan pengalamannya.

Orbit juga disebut sebagai inspirasi lewat kalimat-kalimat yang menekankan perpaduan antara kualitas musikalitas dan kebaikan personal. Kabar kepergiannya meninggalkan jejak yang tetap terasa—dari studio ke panggung, dari kolaborasi lintas genre hingga karya-karya yang terus diputar oleh generasi baru pendengar.