Entertainment

Nigella Lawson disebut “brilliant addition” di The Great British Bake Off, kata TV critics

×

Nigella Lawson disebut “brilliant addition” di The Great British Bake Off, kata TV critics

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nigella Lawson is 'brilliant addition' to The Great British Bake Off, TV critics say

jurnalistik.co.id – Acara The Great British Bake Off kembali dengan seri baru di Channel 4, dan perubahan di tenda juri langsung menjadi sorotan. Nigella Lawson hadir bersama Paul Hollywood, menggantikan Dame Prue Leith yang sebelumnya mengumumkan kepergiannya setelah hampir satu dekade di program tersebut.

Sejumlah TV critics menilai kedatangan Lawson membawa penyegaran, meski responsnya tidak sepenuhnya seragam. Mereka memakai berbagai ungkapan untuk menggambarkan bagaimana bintang kuliner itu berbaur dengan dinamika acara yang sudah lama dikenal.

Dari deretan komentar yang muncul, Lawson disebut “icing on the cake” dan bahkan mendapat penilaian “brilliant addition” menurut Digital Spy. The Telegraph turut menyebut Lawson memberi “new lease of life” bagi versi Channel 4.

Namun, tidak semua ulasan bernada sama. Independent menilai episode peluncuran secara keseluruhan “wastes Nigella’s prodigious charms and misses chance for a true revamp,” seolah peluang untuk benar-benar menata ulang format terasa terlewat.

Selain kritik gaya, banyak pembahasan juga berpusat pada cara Lawson bekerja sebagai juri. Ia bergabung dengan Paul Hollywood yang tampil sejak program diluncurkan pada 2010, serta ditemani Alison Hammond dan Noel Fielding sebagai pembawa acara.

Giuseppe Dell’Anno, yang pernah menjadi pemenang Bake Off, menyampaikan pendapatnya di BBC Radio 4’s Today. Ia mengatakan Lawson “did produce a step change” dan menilai kehadirannya sebagai “nice fit with the ethos of the programme.”

Dell’Anno menggambarkan sinergi Lawson dengan Hollywood melalui cara keduanya menilai hasil peserta. Ia menyebut Lawson menangkap “the vibes of a cake” serta “the feelings” yang ditimbulkan kue, sementara Paul menghadirkan sisi yang lebih teknis dan meneliti secara saksama.

Ia juga menambahkan bahwa penampilan Lawson dinilainya masih berada di “new territory,” sehingga menurutnya, ia berpotensi tampil semakin baik seiring waktu. Pernyataan itu menekankan bahwa transisi dari satu juri ke juri berikutnya membutuhkan penyesuaian ritme yang tidak instan.

Ulasan berbintang datang dari beberapa media. Guardian memberikan lima bintang dan menulis bahwa Lawson “moves through Bake Off dispensing words of wisdom, generous praise and gentle criticism”. Lucy Mangan juga menilai Lawson “just as confident as Leith but a much quieter, more soothing presence” yang ia anggap cocok dengan energi Alison Hammond dan gaya Paul Hollywood yang “teacher-ish vibe.”

Telegraph juga memberi lima bintang kepada episode peluncuran. Anita Singh menyebutnya “Bake Off and Nigella are a match made in heaven,” sekaligus menyatakan Lawson membawa “glamour, intelligence and poise,” termasuk “a hefty dollop of innuendo.” Dalam penilaiannya, Lawson dinilai mendukung sambil tetap “not afraid to tell the bakers where they can improve” dan menawarkan nasihat yang membantu.

Meski begitu, ada juga kritik yang menggarisbawahi gap antara ekspektasi dan hasil. Metro menyebut episode peluncuran sebagai “one of the most disastrous openers ever,” tetapi catatan itu—dalam kacamata penulis—hanya merujuk pada bagian kue, bukan kualitas bintang barunya. Metro juga menilai Lawson membuat mahkota Channel 4 terasa “fresher than ever” dan dianggap sebagai “the lifeline Bake Off needed.”

Sementara itu, Independent yang memberi dua bintang menilai Lawson cepat “feels part of the fabric,” namun justru masalahnya terletak pada format. Nick Hilton mengatakan “The Bake Off format is very tired,” lalu memerinci keluhan seperti “The cakes wobble, the decorations melt, the bakers over-salt the batter, and everything remains the same.” Ia menyimpulkan bahwa kedatangan Lawson seharusnya menjadi peluang “for a harder refresh,” tetapi yang terjadi justru “the new judge bends to the will of the programme.”

Hilton mengakui bahwa produser “might have done brilliantly to snag Nigella,” dan ia memprediksi “an uptick in viewers” akan muncul. Namun ia menilai kedatangan Lawson “applied her prodigious charms too thinly,” sehingga meski Lawson—dengan preferensinya pada hal-hal yang “sumptuous”—tetap tidak bisa menghentikan rasa acara yang “gone more than a little stale.”

Beberapa critics juga menyoroti persoalan innuendo. Ada anggapan bahwa Lawson tidak menyajikan sebanyak yang diharapkan pada debutnya di tenda. Jane Rackham dari Radio Times mengungkapkan, “Add Nigella – famous for her on-screen coquettish eyelash-fluttering and cheeky language choices – into the mix, and you’d imagine the sauciness gets dialled up to 11,” tetapi menurutnya, Lawson “Instead, she’s cut back on the sauce.” Rackham menilai komentar Lawson tentang upaya peserta amat “well-informed and helpful.”

Digital Spy melalui Janet A Leigh sejalan dengan pengamatan itu. Ia mencatat bahwa sebagai sifat dasar Bake Off, seharusnya ada banyak kesempatan agar Lawson bisa menampilkan sisi “playful, flirtatious” yang sejak awal mengiringi acara. Namun ia menilai setiap kesempatan “was gently rebuffed,” sehingga Lawson tampil dengan cara yang lebih tenang.

Janet A Leigh tetap memberi apresiasi pada kemampuan Lawson membahas makanan. Ia menyebut Lawson “has a way of talking about food that celebrates it and expands the audience’s understanding of flavours without seeming pretentious.” Ia juga menilai episode pertama memberi gambaran yang “hugely encouraging,” karena Lawson digambarkan “cares deeply, steers wisely, and slots effortlessly into the close-knit team.”

Daily Mail lewat Jan Moir menambahkan detail tentang respons Lawson saat menghadapi komentar yang sarat innuendo dari kontestan atau rekan sesama pengisi acara. Ia menulis Lawson “wisely said nothing” dalam situasi semacam itu. Moir kemudian menyimpulkan debut Lawson sebagai “a tremendous debut performance,” dengan menyebutnya sebagai “the new mistress of meringue” yang menunjukkan sisi Nigella yang “we have not seen before: quirky, commanding, funny – but also humane.”

Di The Times, Ben Dowell menilai keseluruhan perombakan itu membawa kenyamanan khas acara. Ia menggambarkan Bake Off sebagai salah satu sajian TV yang penuh pesona dengan romantika yang menenangkan, lalu mengakui bahwa tidak semuanya sempurna. Dowell menyebut Alison Hammond sebagai representasi “ebullience and warmth,” sementara Noel Fielding terlihat seperti “wandered in from the wrong set.”

Meski ada catatan, Dowell tetap menegaskan bahwa dengan Nigella, acara terasa berada di tangan yang “safe hands.” Ia menyimpulkan Bake Off “has found a new star,” menjadikan Lawson sebagai elemen yang dinilai bisa menguatkan perjalanan program untuk periode berikutnya.