Olahraga

Piala Dunia 2026: Apa yang ada di balik awal Scott McTominay yang “tenang” bersama Skotlandia?

×

Piala Dunia 2026: Apa yang ada di balik awal Scott McTominay yang “tenang” bersama Skotlandia?

Sebarkan artikel ini
Scotland expects: What is behind McTominay's understated World Cup?
Ilustrasi: World Cup 2026: What is behind Scott McTominay's understated start for Scotland?

jurnalistik.co.id – Standar permainan Timnas Skotlandia di Boston terasa menurun, setidaknya jika diukur dari sorotan yang biasanya paling mudah ditangkap penonton. Dua laga awal di kampanye Piala Dunia mereka belum menghadirkan momen spektakuler seperti yang sempat menjadi ciri Scott McTominay.

McTominay memang pernah menyulap perhatian global dengan tendangan yang luar biasa saat menghadapi Denmark pada November lalu. Namun, di Piala Dunia, pengaruhnya justru tampak lebih “tenang” dibanding ekspektasi yang selama ini menempel pada sosok berusia 29 tahun itu.

Dalam catatan perjalanan Skotlandia, musim ini mereka sudah membawa pulang kemenangan tipis dan kekalahan tipis. Terlepas dari itu, pada dua pertandingan yang sudah dimainkan, sosok “ikon” di papan depan tim masih belum memperlihatkan pengaruhnya dengan cara yang sama seperti ketika ia menjadi bahan pembicaraan besar.

Statistik yang tak selalu bercerita lengkap

Bila menoleh pada angka, peran McTominay sebenarnya sudah jelas sejak lama. Dalam 72 caps bersama tim nasional, “pahlawan Napoli” itu mengumpulkan 15 gol dan dua assist, tetapi angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kontribusi yang ia buat di momen-momen penting.

Ia pernah membuka jalan lewat gol kemenangan pada 2021 melawan Israel. Ia juga menjadi bagian dari skenario yang membawa Skotlandia menyingkirkan Spanyol di Hampden, serta menghidupkan malam-malam besar ketika mereka menghadapi Denmark.

Di Piala Dunia, harapan untuk dirinya—bersama John McGinn—disebut sangat tinggi. Pertanyaannya, apakah ekspektasi itu sudah adil, mengingat penampilannya di dua laga awal tidak menghasilkan “narasi besar” yang sama seperti masa-masa sebelumnya?

Penilaian penonton dan produktivitas di lapangan

Dalam laga melawan Haiti, McTominay mendapat sorotan penilaian yang berbeda dari yang mungkin diharapkan. Pada pemeringkatan penonton BBC Sport, ada tiga pemain yang dinilai lebih baik darinya.

Ketika Skotlandia bertemu Maroko, rating untuk McTominay bahkan disebut berada di bawah sejumlah rekan setim. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa rating 5,09 membuat tujuh pemain Skotlandia berada di atasnya.

Meski begitu, angka yang terkait efektivitas kerja tim memperlihatkan performa yang tetap solid. Melawan Haiti, penyelesaian umpan McTominay mencapai 93 persen, yang menempatkannya sebagai yang kedua tertinggi di starting XI, sebelum turun ke 89 persen pada malam Jumat sebagai yang ketiga tertinggi di tim.

Ia juga mencatat dua upaya ke gawang di kedua pertandingan tersebut. Angka ini disebut satu kali lebih banyak dibanding apa yang ia capai saat tampil menonjol melawan Denmark pada November lalu.

Kontribusinya juga tampak pada aktivitas fisik. Melawan Haiti, ia menempuh lebih dari 12 kilometer—yang menjadi jarak terjauh di antara semua pemain di lapangan—sedangkan melawan Maroko, jaraknya hanya kalah 369 meter dari Lewis Ferguson.

Menariknya, sebelum laga pembuka, cerita soal perut yang tidak enak disebut sempat menjadi alasan kekhawatiran bagi pendukung Skotlandia yang berangkat ke Boston. Namun, McTominay tetap tampil dan pertandingan tetap berujung pada kemenangan 1-0 bagi Skotlandia.

Dari “tidak memegang kendali” menjadi lebih tajam

Dalam pertandingan melawan Haiti, Skotlandia memang sempat terlihat belum menguasai arah serangan dengan tujuan yang jelas menuju sepertiga akhir. Untuk sebagian besar laga, bola yang diterima Skotlandia di area sepertiga akhir disebut mencapai 77 kali, sementara di sisi sebaliknya mereka menerima 116 kali.

Jika menempatkan ini dalam konteks, Haiti disebut lebih banyak memiliki inisiatif menyerang. Dengan kata lain, meski McTominay tetap bekerja, dinamika laga membuat timnya tidak selalu berada di posisi yang ideal untuk menampilkan kekuatan terbaik.

Ketika menghadapi Maroko, Skotlandia justru sempat disorot karena awal yang cepat dari pemenang Africa Cup of Nations. Keunggulan ritme itu disebut mengguncang mereka, sebelum akhirnya tim menemukan pegangan yang lebih kuat.

Dari beberapa menit sebelum jeda sampai fase kedua, kendali Skotlandia disebut makin kokoh. Meski demikian, laporan itu juga menegaskan bahwa mereka tidak selalu menghadirkan peluang-peluang besar yang sama seperti yang muncul di ujung seberang.

Untuk merumuskan pertanyaan berikutnya, muncul bahasan mengenai bagaimana McTominay bisa dibuat lebih efektif saat menghadapi Brasil. Aset yang disebut paling menonjol justru berada di area depan: ketajaman untuk mencium peluang, kecerdikan untuk berada di tempat yang tepat, kekuatan untuk melewati lawan, dan kemampuan tiba di waktu yang pas.

Ia juga disebut punya peran berbeda dibanding beberapa penampilan lain. Menurut catatan di laporan itu, momen yang kurang menonjol bagi McTominay terjadi ketika Skotlandia sedang berada dalam tekanan dan tidak leluasa mengatur permainan.

Peran Neymar? bukan—lebih dekat ke “10 atau 8”

Di bagian analisis, Pat Nevin—mantan winger Skotlandia—memberi gambaran langsung tentang karakter McTominay. Ia menegaskan bahwa McTominay tidak menjalankan permainan dengan cara yang sama seperti Billy Gilmour.

“Scott is not Billy Gilmour. He’s not going to go and run the game and pass. He can pass, he can do all those things,” kata Nevin, sebelum menambahkan penilaian tentang spesialisasi McTominay yang berkaitan dengan momen-momen di kotak penalti.

Nevin juga berkata bahwa McTominay bisa sangat bagus dalam kualitas “tiba di dalam kotak”, dengan peran yang ia kaitkan sebagai “10 atau 8”. Ia menyebutkan bahwa work rate McTominay juga menjadi nilai tambah, dan menekankan bahwa beberapa kritik tentang “kurang melakukan hal itu” bergantung pada apakah tim berada di posisi yang tepat di lapangan.

Dalam kerangka itu, laporan menyatakan bahwa tekanan yang konsisten dari penguasaan bola memang tidak selalu menjadi cerita di babak kedua. Meski demikian, ada bukti bahwa Skotlandia menjadi lebih efektif pada fase-fase akhir saat McTominay terlibat lebih besar dalam dinamika serangan.

Perubahan susunan: kehilangan Gilmour, lalu penyesuaian lain

Salah satu kunci yang disebut adalah perubahan karena absennya Billy Gilmour, yang membuat Lewis Ferguson dipakai sebagai pengganti. Ferguson disebut sebagai pemain terbaik Skotlandia di dua pertandingan sejauh ini.

Namun, laporan itu juga menilai bahwa Ferguson digunakan dalam posisi yang lebih menahan permainan, sehingga “izin” untuk bergerak dan membebaskan rekan-rekannya—termasuk McTominay dan McGinn—mungkin jadi lebih terbatas.

Situasi ini disebut berubah pada bagian akhir laga melawan Maroko setelah Kenny McLean masuk pada menit ke-71. Masuknya McLean disebut memberi ruang bagi Ferguson untuk lebih leluasa bergerak, sehingga permainan Skotlandia berkembang di momen-momen berikutnya.

Kenapa McTominay tampak “tidak dominan” di mata penonton

Leanne Crichton, mantan internasional Skotlandia, menyimpulkan bahwa tim bermain dengan keberanian, kualitas, dan ketenangan saat momen-momen tertentu muncul. Ia menyebut bahwa di saat itulah Scott McTominay berada di kondisi terbaiknya.

Crichton menambahkan bahwa ketika McTominay dipantau ketat, di-cover, atau bahkan digandakan di momen tertentu, itu sebenarnya akan memunculkan pekerjaan tambahan untuk pemain lain. Menurutnya, pemain di sekitar harus membaca lariannya dan membuat keputusan yang lebih tepat saat menerima bola.

Bagian lain dari penjelasan Nevin mempertegas peran yang tidak selalu identik dengan “pengendali permainan”. Ia mengatakan bahwa McTominay bukan tipe pemain yang mengontrol jalannya laga seperti yang diasosiasikan dengan beberapa bintang dunia, dan menyatakan bahwa di lini tengah, definisi peran memang berbeda-beda.

Nevin juga menyebut bahwa McTominay memiliki spesialisasi yang “kelas dunia”, tetapi kualitas itu harus dimainkan dengan cara yang tepat dan posisi yang tepat. Jika tim tidak cukup berada di sepertiga akhir, maka peluang untuk mengeksekusi keunggulan itu akan lebih sulit muncul.

Karena itu, laporan tersebut menutup dengan pembelaan yang tegas: tidak ada alasan untuk menyalahkan McTominay semata. Ia disebut tetap menjalankan pekerjaan sulit, meski bentuk kontribusinya tidak selalu terlihat dalam sorotan dramatis yang paling mudah dinilai oleh penonton.

Di titik inilah pertanyaan tentang “tenangnya” McTominay di Piala Dunia menemukan jawabannya: kontribusi tidak selalu berbentuk ledakan, tetapi sering hadir dalam kerja posisi, ritme timing, dan pengaruh yang meningkat ketika tim bisa memberi ruang bagi spesialisasi yang ia punya.