jurnalistik.co.id – Andy Burnham mengatakan ia masih dalam tahap “finalising” susunan kabinet menjelang pengangkatannya sebagai perdana menteri pada Senin. Ia juga menegaskan belum memutuskan siapa saja yang akan mengisi posisi-posisi kunci.
Ketika ditanya mengapa tim terasnya belum diumumkan, Burnham menjawab bahwa pengumuman terlalu cepat akan menciptakan kekacauan. Ia menyebut, “Ada baiknya ini belum waktunya; mengawali reshuffle setengah jalan sebelum benar-benar berada di posisi itu, menurut saya, akan memicu chaos total.”
Pengumuman kabinet Burnham menjadi pusat perhatian setelah muncul berbagai spekulasi mengenai nama-nama yang berpeluang masuk. Di tengah ramainya pembahasan, Ed Miliband dan Shabana Mahmood disebut-sebut sebagai kandidat untuk menggantikan Rachel Reeves sebagai menteri keuangan (chancellor).
Burnham juga menyatakan akan mengambil keputusan dan menarik kesimpulan segera setelah prosesnya rampung. “Saya sedang memfinalisasi keputusan-keputusan itu, lalu saya akan sampai pada kesimpulan dalam waktu yang sangat singkat. Sesudah itu, saya akan mengumumkannya pada Senin,” ujarnya kepada para jurnalis.
Transisi kepemimpinan dan pesan awal pemerintahan
Burnham akan menggantikan Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri pada Senin, setelah rangkaian prosesi termasuk pertemuan/seremonial dengan Raja Charles III. Pergantian itu terjadi di tengah dinamika politik yang menuntut langkah cepat dari pemerintahan baru.
Dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin Partai Labour yang disampaikan di kantor pusat TUC di pusat London, Burnham menekankan bahwa penempatan anggota kabinet akan mencerminkan “semua bagian” partai serta “semua komunitas”. Ia juga mengulang agenda desentralisasi kekuasaan dari Westminster ke wilayah-wilayah.
Ia menempatkan pemerintahannya sebagai pembawa perubahan paling besar dalam beberapa dekade. Burnham menyatakan pemerintahnya akan menjauh dari kebijakan yang ia sebut “neoliberal” selama 40 tahun terakhir, termasuk ketika ia pernah berada di pemerintahan.
Dalam kesempatan yang sama, Burnham menyampaikan tekad untuk melakukan upaya reindustrialisasi. Ia juga mengirim pesan kepada anggota parlemen Labour agar membangun budaya “satu tim Labour” dan tidak terjebak pertengkaran internal.
Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu mengalahkan “new right” di Inggris jika energi politik habis untuk saling adu arah. Ia menambahkan bahwa pendekatan memerintahnya akan ditandai oleh “problem-solving” ketimbang “point-scoring” atau mengutamakan pembelaan lewat saling serang dan pertarungan opini.
Burnham menegaskan ia memahami keyakinannya dan arah yang ingin dijalankannya. Di hadapan audiens, ia menyatakan, “Saya punya rencana.”
Prioritas reformasi perawatan sosial
Pidato Burnham relatif minim rincian kebijakan teknis, yang menurut harapan publik akan muncul ketika ia mulai menjalankan pemerintahan dari Downing Street pekan depan. Namun, ia menyebut reformasi sistem perawatan sosial sebagai prioritas utama.
Burnham mengatakan ia berkomitmen mengalokasikan “cukup banyak modal politik” untuk sektor yang menurutnya lama diabaikan. Ia juga mengingatkan bahwa perawatan sosial (social care) bersifat terdesentralisasi, sehingga reformasi yang ia rencanakan hanya berlaku untuk Inggris.
Dalam konteks itu, ia menggarisbawahi perbedaan antara layanan kesehatan dan perawatan sosial. Tidak seperti NHS, perawatan sosial tidak gratis pada titik penggunaan, dan biaya yang tinggi dapat memaksa sebagian orang menjual rumah mereka untuk menutup kebutuhan yang mereka perlukan.
Berita Terkait
Burnham menyebut bahwa ia telah lama menyerukan reformasi. Ia pernah mempublikasikan white paper ketika menjabat sebagai menteri kesehatan pada masa Gordon Brown, beberapa pekan sebelum pemilihan umum 2010. Dokumen itu mendorong pembentukan National Care Service yang, menurut gagasan tersebut, dibuat bebas biaya pada titik penggunaan.
Burnham juga mengaitkan persoalan ini dengan pengalaman pribadinya. Ia mengatakan kepada para jurnalis, “Ayah saya mengidap Alzheimer, dan Anda bisa melihat apa yang staf harus tanggung. Itu bukan salah mereka. Sistemnya rusak.” Ia melanjutkan, “Anda tidak bisa membiarkan social care seperti ini. Dan ini bagian dari kritik saya terhadap Westminster. Dalam beberapa tahun terakhir, Westminster gentar menghadapi keputusan-keputusan besar seperti ini.”
Sambutan politik dari pihak lain
Sejumlah tokoh dari partai lain menanggapi pernyataan Burnham terkait arah pemerintahan dan rencana yang masih belum banyak diungkap. Ketua Partai Konservatif, Kevin Hollinrake, menilai Burnham seharusnya memanggil Parlemen. Hollinrake menyebut Parlemen—yang saat ini reses hingga September—perlu dibuka agar Burnham dapat menjelaskan rencananya kepada anggota parlemen pada Senin.
Hollinrake mengatakan, “Ini tidak terlalu terlambat bagi Andy Burnham untuk melakukan hal yang benar: membuat pernyataan, dan menjawab pertanyaan dari anggota parlemen pada Senin tentang rencana yang ia miliki.”
Dari sisi serikat pekerja, Linda Hobson dari Unison—salah satu serikat yang terhubung dengan Labour—menyampaikan bahwa Burnham harus “mendapatkannya dengan benar” dan menghadirkan kembali harapan yang ia janjikan. Ia menekankan agar rencana tersebut benar-benar menjawab kebutuhan nyata, bukan sekadar slogan politik.
Di ruang opini publik, dinamika dukungan juga ikut membentuk ekspektasi. Burnham telah memperoleh dukungan dari 379 anggota parlemen Labour, serta seluruh 11 serikat pekerja yang berafiliasi dengan partai tersebut, sehingga ia menjadi kandidat tunggal untuk kepemimpinan partai pada pekan ini.
Ia kembali ke Parlemen sebulan lalu melalui pemilu sela, dan langkah tersebut memperlihatkan akselerasi cepat menuju posisi puncak. Burnham sebelumnya juga memiliki pengalaman pencalonan pemimpin partai—ia pernah mencalonkan diri dua kali sebelum akhirnya berhasil pada kesempatan ini.
Perubahan konstelasi jelang pemilu berikutnya
Perjalanan politik Labour menuju kabinet baru berlangsung cepat setelah Sir Keir Starmer mengundurkan diri sebagai pemimpin Labour pada bulan lalu. Keputusan itu disertai pernyataan bahwa Sir Keir menerima dirinya tidak berada pada posisi terbaik untuk memimpin partai ke pemilihan umum berikutnya.
Hilangnya dukungan Labour dalam pemilihan kepala daerah bulan Mei turut memperkuat desakan agar perubahan dilakukan. Sesudah kemenangan Burnham dalam pemilu sela Makerfield bulan lalu, muncul pula tuntutan dari sebagian anggota parlemen di internal Labour agar Sir Keir memberi jalan dan Burnham dapat menggantikannya.
Menjelang pergantian tersebut, Burnham memberikan apresiasi kepada Sir Keir pada Jumat. Ia menyoroti catatan pemerintahan Sir Keir, termasuk perbaikan hak bagi pekerja dan penyewa, penurunan antrean tunggu di NHS, serta kembalinya jalur kereta di bawah kendali publik.
Di luar Labour, Reform UK juga menjadi perhatian. Dalam survei opini yang berlangsung selama hampir 18 bulan, Labour tertinggal dari Reform UK, dan pendukung Labour berharap pergantian di tingkat perdana menteri dapat membalikkan tren tersebut.
Dalam percakapan yang sama, pemimpin Reform UK Nigel Farage menyatakan Burnham “tidak membawa mandat sama sekali” dan menyerukan pemilihan umum segera agar rakyat menentukan masa depan. Sementara itu, pemimpin Liberal Demokrat Sir Ed Davey menyatakan menyambut seruan Burnham agar politik lebih kolaboratif, sembari menegaskan pintu bagi kerja sama tetap terbuka, termasuk kebutuhan perubahan pada industri air, dukungan bagi NHS, serta perbaikan pada social care, termasuk bantuan yang lebih besar bagi keluarga yang merawat anggota mereka.
Menjelang Senin, yang paling menonjol bukan hanya kapan kabinet diumumkan, melainkan pesan yang berusaha ditanamkan Burnham: pemerintahan yang menekankan pemecahan masalah, desentralisasi, dan upaya perubahan menyeluruh. Namun, dengan susunan kabinet yang masih belum dibuka, publik dan lawan politik masih menunggu detail yang akan menentukan arah pemerintahan baru.












