Berita

Goval Lauma Klarifikasi Dugaan PETI di Potabo, Hulawa: Tambang Berhenti Sejak Sebulan Terakhir

×

Goval Lauma Klarifikasi Dugaan PETI di Potabo, Hulawa: Tambang Berhenti Sejak Sebulan Terakhir

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Pengawas lokasi yang mengaku bernama Goval Lauma menanggapi pemberitaan dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Potabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Ia menyatakan aktivitas penambangan di lokasi yang dikelola Darwis sudah tidak lagi berjalan.

Menurut Goval, polemik muncul setelah salah satu media online lokal memberitakan bahwa masih terjadi aktivitas penambangan di Potabo. Klarifikasi ini disampaikan Goval pada Senin (03/08/2026), menyusul pernyataan yang menyebut Darwis kembali bekerja di lokasi tersebut.

Goval menjelaskan, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda dengan tuduhan yang diberitakan. Ia menyampaikan bahwa aktivitas di lokasi tambang milik Darwis berhenti sejak sekitar satu bulan terakhir.

Klaim penghentian aktivitas dan bukti peralatan

Dalam keterangannya, Goval menilai pemberitaan itu tidak selaras dengan apa yang ia lihat langsung di lokasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya menemukan lokasi tidak lagi digunakan untuk aktivitas penambangan sebagaimana yang dituduhkan.

“Bagaimana media itu menuduh bos saya lagi kerja di Potabo, sementara sudah beberapa hari ini beliau (Darwis) belum bekerja, kurang lebih sebulan ini,” kata Goval, Senin (03/08/2026).

Goval juga menyebut penghentian aktivitas tersebut terlihat dari perpindahan peralatan. Ia mengatakan sejumlah perlengkapan yang sebelumnya dipakai di lokasi tambang telah dibawa pulang ke kediaman Darwis, sehingga tidak ada lagi aktivitas operasional yang tersisa di Potabo.

Karena itu, Goval berpendapat informasi yang menyatakan masih berlangsung penambangan di lokasi tersebut keliru. Ia menganggap pemberitaan yang menempatkan Darwis seolah terus bekerja tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Menepis isu adanya perlindungan aparat

Selain membantah dugaan masih adanya aktivitas PETI, Goval juga menepis isu yang menyebut terdapat perlindungan atau bekingan dari aparat terhadap kegiatan tambang ilegal. Baginya, tudingan semacam itu tidak memiliki dasar dan tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya.

Ia menyampaikan penolakan tersebut secara tegas, sekaligus menekankan bahwa klaim mengenai dukungan aparat tidak sejalan dengan informasi yang ia pegang terkait kondisi aktual di lapangan.

Goval menambahkan bahwa ia meminta pihak media yang memberitakan dugaan tersebut untuk melakukan klarifikasi jika ternyata ada kekeliruan dalam penyajian informasi. Ia menyampaikan pesan agar pemberitaan mengikuti prinsip verifikasi, terutama ketika menyangkut tudingan yang berdampak pada reputasi pihak tertentu.

“Kalau gentle, klarifikasi lah, jangan jadi kucing dalam karung,” ujarnya.

Dalam klarifikasi itu, Goval mengaku berasal dari Bongomeme. Ia menjelaskan posisinya sebagai pengawas lokasi memberikan dasar baginya untuk menyampaikan respons terhadap pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi real yang terjadi.

Goval menyimpulkan, selama beberapa hari terakhir hingga kurang lebih satu bulan terakhir, Darwis tidak menjalankan aktivitas di Potabo. Ia juga menegaskan bahwa peralatan yang sebelumnya berada di lokasi telah dipulangkan, sehingga narasi “masih beraktivitas” tidak lagi relevan dengan situasi yang berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak yang dimaksud terkait pernyataan klarifikasi tersebut.

Goval menuturkan bahwa pemberitaan yang menyebut adanya aktivitas di Potabo sempat menimbulkan kebingungan di tengah informasi yang ia terima langsung dari pengamatan di lapangan. Menurutnya, ketika ada kabar yang beredar, masyarakat dan pihak terkait akan terdorong untuk menilai seolah kondisi di lokasi masih sama seperti sebelumnya.

Ia juga menilai, perbedaan antara narasi yang dipublikasikan dan kondisi nyata dapat dilihat dari tidak adanya aktivitas operasional yang biasa menyertai kegiatan penambangan. Dengan tidak berjalannya kegiatan tersebut, penjelasan mengenai keberlanjutan kerja di lokasi menjadi tidak sesuai dengan yang ia saksikan sepanjang periode terakhir yang ia sebutkan.

Lebih lanjut, Goval berharap pemberitaan tidak berhenti pada penegasan tuduhan sepihak. Ia menekankan bahwa klarifikasi menjadi penting agar informasi yang disampaikan benar-benar melalui proses pengecekan, terutama ketika menyangkut isu PETI yang berpotensi merugikan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.