Otomotif

Harga Pasaran Peugeot Bekas Era 1990-an

×

Harga Pasaran Peugeot Bekas Era 1990-an

Sebarkan artikel ini
Harga Pasaran Peugeot Bekas Tahun 1990-an Otomotif 19 Juni 2026
Ilustrasi: Harga Pasaran Peugeot Bekas Tahun 1990-an

jurnalistik.co.id – Mobil Peugeot era 1990-an masih punya pasar tersendiri di Indonesia. Selain karakter khas mobil Eropa, sejumlah model lawasnya kini juga dapat ditemui dengan harga yang relatif terjangkau.

Hadi Taruna, pemilik bengkel Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menilai harga mobil Peugeot lawas cenderung stabil untuk unit yang sehat dan siap pakai. Ia mengatakan, kestabilan harga itu terutama terlihat ketika pembeli benar-benar memilih kendaraan dengan kondisi yang layak.

“Kalau cari yang benar-benar bagus dan kondisinya sehat, harganya sekarang sudah sekitar Rp 30 jutaan,” kata Hatar, panggilan Hadi Taruna, kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurutnya, patokan harga ini dapat menjadi gambaran awal sebelum pembeli mengecek kondisi detail unit yang ditawarkan.

Untuk Peugeot 405, Hatar menyebut harga unit yang normal dan sehat umumnya berada di kisaran Rp 30 juta sampai Rp 35 juta. Ia menambahkan bahwa pilihan lain masih bisa bergerak mengikuti kondisi kendaraan, sehingga pembelian tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan menyeluruh.

“Kalau Peugeot 306 kurang lebih mirip. Sementara Peugeot 406 biasanya ada di rentang Rp 35 juta sampai Rp 50 juta,” ujarnya. Dengan demikian, rentang harga antar-model tidak jauh berbeda selama mobil berada pada kondisi yang sama-sama sehat dan dapat digunakan tanpa kebutuhan perbaikan besar di awal.

Adapun untuk hatchback terlaris Peugeot di Indonesia, yaitu 206, Hatar mengatakan harganya juga tidak jauh berbeda dari model-model lain. Ia menyebut “Untuk Peugeot 206 lebih tergantung tahun produksi dan kondisinya. Kisaran harganya mulai Rp 30 juta sampai Rp 50 juta, bahkan sekarang ada yang sudah di Rp 50 juta sampai Rp 55 juta,” katanya.

Hatar menegaskan bahwa angka-angka tersebut berlaku untuk mobil dengan kondisi layak pakai. Karena itu, ia mengingatkan calon pembeli agar berhati-hati ketika menemukan harga yang terlalu rendah dibanding kisaran pasar.

“Jadi kalau sudah menemukan unit di bawah Rp 30 juta, sebaiknya siap-siap karena biasanya ada pekerjaan rumah yang harus dibereskan,” kata Hatar. Ia menjelaskan bahwa perbedaan harga yang terlihat murah di awal bisa berubah menjadi biaya perbaikan yang jauh lebih besar ketika kondisi mobil ternyata tidak sesuai harapan.

Ia juga menyebut skenario yang lebih ekstrem untuk unit dengan harga lebih rendah lagi. “Apalagi kalau harganya sudah di bawah Rp 25 juta atau Rp 20 juta, besar kemungkinan pajaknya juga sudah mati,” ujarnya. Dalam pandangannya, isu pajak yang bermasalah bisa menjadi salah satu faktor yang membuat harga penawaran tampak lebih rendah.

“Kalau pajaknya mati satu tahun mungkin masih biasa, tapi sering ada yang mati sampai lima tahun. Saat diurus, biayanya bisa sampai belasan juta rupiah,” ujar Hatar. Ia menilai calon pembeli perlu memahami konsekuensi biaya yang dapat muncul setelah kendaraan dibeli, terutama jika ada kewajiban administrasi yang tertunda dan baru diketahui setelah proses transaksi.

Selain soal harga dan pajak, Hatar menyoroti kesalahan lain yang kerap terjadi saat membeli mobil Peugeot bekas. Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak melakukan pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa langkah itu berpotensi membuat biaya pemulihan setelah pembelian justru lebih mahal dibanding membeli unit yang sejak awal kondisinya sehat.

“Makanya jangan sampai salah di awal saat membeli. Nanti yang disalahkan malah mobil Peugeot-nya,” kata Hatar. Ia menekankan bahwa masalah yang muncul setelah pembelian tidak selalu berasal dari mesin atau sistem mobil secara menyeluruh, melainkan dari kondisi kendaraan yang tidak sesuai ekspektasi pembeli.

Hatar juga menjelaskan bahwa proses membeli mobil sebetulnya tidak berbeda dengan kendaraan lain. “Padahal membeli mobil itu sama seperti yang lain, kalau kondisinya sudah buruk tentu biaya untuk mengembalikannya ke kondisi baik juga tidak sedikit. Kalau secara sistem, sebenarnya mobilnya tidak ada masalah,” katanya.