jurnalistik.co.id – Honda Gold Wing hadir sebagai model touring dengan status tertinggi di jajaran big bike Honda yang dipasarkan di Indonesia. Bobotnya mencapai 393 kilogram, dengan panjang 2.615 mm, lebar 905 mm, dan tinggi 1.430 mm, sehingga bagi sebagian orang yang harus parkir di area sempit atau kondisi jalan menanjak muncul rasa waswas.
Honda sendiri menilai kekhawatiran itu sebagai masalah yang bisa diantisipasi melalui fitur pendukung saat manuver rendah. Salah satu teknologi kunci yang dipakai adalah walking speed, yang membuat motor bergerak pelan ke depan maupun ke belakang tanpa harus mengandalkan putaran throttle.
Walking speed: laju dibatasi untuk kontrol yang lebih aman
Walking speed bekerja dengan memanfaatkan tenaga dari mesin 1.833 cc, namun pergerakan tetap dikendalikan lewat pembatasan agar tetap aman ketika digunakan untuk mendorong dan memindahkan posisi motor. Pada situasi parkir, kontrol yang lebih “terukur” itu menjadi elemen penting karena Gold Wing bukan sekadar besar secara ukuran, tetapi juga berat.
Menurut Winaryanto dari Training Department Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), fitur ini dirancang agar gerakan maju-mundur tidak ditentukan oleh gas. “Motor ini torsinya besar, kalau kita gas maju dan mundur dikhawatirkan terlalu besar bukaannya jadi bahaya. Makanya, untuk maju mundur diganti pakai tombol yang ada di setang sebelah kiri,” ujar Winaryanto saat ditemui di Astra Honda Safety Riding & Training Center Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.
Winaryanto menambahkan bahwa saat walking speed aktif, fungsi tuas gas tidak bekerja seperti pada mode berkendara biasa. “Ketika fitur walking speed aktif, tuas gas jadi tidak berfungsi saat diputar-putar, jadi lebih aman. Laju motor juga dibatasi hanya 1,8 km/jam. Jadi, fitur ini bisa membantu saat parkir,” kata Winaryanto.
Cara kerja di lapangan: tombol di setang kiri
Berita Terkait
Secara praktik, pengendara tidak perlu lagi melakukan gerakan gas yang berpotensi membuat motor merespons terlalu agresif. Kendali maju dan mundur dialihkan ke tombol khusus yang tersedia pada setang sebelah kiri, sehingga perpindahan arah bisa dilakukan lebih presisi saat manuver.
Pengendara juga perlu memastikan mesin tetap menyala ketika menggunakan fitur walking speed. Setelah itu, fitur diaktifkan melalui tombol khusus pada saklar sebelah kiri, sebelum motor mulai digerakkan.
Ketika walking speed sudah aktif, pergerakan tidak lagi dikontrol melalui throttle, melainkan melalui tombol plus untuk melaju ke depan dan tombol minus untuk mundur. Skema kontrol seperti ini membantu pengguna menjaga posisi motor dengan ritme yang lebih stabil saat parkir atau saat harus mengatur ulang posisi di ruang yang terbatas.
Parkir lebih mudah, terutama saat ruang sempit atau menanjak
Dengan mekanisme pembatasan laju hingga 1,8 km/jam serta peralihan kendali ke tombol setang kiri, proses parkir menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Fitur ini khususnya terasa manfaatnya ketika pengendara harus bermanuver di area menanjak atau di tempat yang sempit sehingga manajemen posisi perlu dilakukan pelan dan hati-hati.
Hasil akhirnya, kekhawatiran terhadap bobot Gold Wing yang hampir 400 kilogram dapat ditekan melalui cara kerja yang lebih terarah saat mendorong dan memindahkan motor. Motor touring yang dibanderol sekitar Rp 1,1 miliar ini pun diharapkan tetap dapat dikendalikan dengan nyaman oleh berbagai kalangan pengendara, termasuk mereka yang memiliki postur tubuh lebih kecil.
Walking speed dengan demikian berfungsi sebagai “alat bantu parkir” yang mengurangi ketergantungan pada respons gas, sekaligus membangun rasa percaya diri ketika Gold Wing harus diposisikan ulang. Saat fitur berjalan, fokus pengendara bergeser dari mengatur throttle ke memastikan arah dan jarak gerak yang diperlukan untuk menyelesaikan manuver parkir.












