Politik & Parlemen

Bridget Phillipson Ditunjuk Jadi Ketua Partai Buruh, Bekerja Sama dengan Lucy Powell

×

Bridget Phillipson Ditunjuk Jadi Ketua Partai Buruh, Bekerja Sama dengan Lucy Powell

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bridget Phillipson appointed Labour Party chair

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham menunjuk Bridget Phillipson sebagai ketua Partai Buruh, sebuah langkah yang ditempatkan untuk memperkuat persiapan partai menghadapi pemilu berikutnya.

Menurut juru bicara Partai Buruh, Phillipson—yang juga menjabat menteri urusan perempuan dan kesetaraan—akan bekerja rapat dengan wakil pemimpin Partai Buruh, Lucy Powell, guna memodernisasi organisasi partai agar siap menjelang pemilihan umum.

Janji kerja sama itu sekaligus merujuk pada dinamika internal Buruh setahun terakhir. Saat pemilihan posisi deputi pemimpin diperebutkan kembali setelah pengunduran diri Angela Rayner, Powell akhirnya terpilih dengan dukungan 54% dari anggota partai, mengalahkan Phillipson yang juga berada dalam kontestasi.

Phillipson sendiri pernah memegang jabatan menteri pendidikan di bawah kepemimpinan Sir Keir Starmer. Namun jabatan tersebut juga diserahkan kepada Powell oleh Burnham ketika ia membentuk kabinetnya pekan lalu.

Fokus pada kampanye digital

Dalam pengumuman penunjukannya, Burnham menyatakan Phillipson akan membantu partai memusatkan perhatian pada persiapan ruang baru untuk kampanye digital.

“She will play a vital role in ensuring the Labour Party is match fit for the next election,” kata Burnham.

Penunjukan Phillipson juga menandai pergantian peran kepemimpinan. Ia menggantikan Anna Turley yang pekan lalu diangkat menjadi menteri di Home Office.

Tim pimpinan yang kini ikut menyertakan chief whip Anneliese Midgley diperkirakan akan menempatkan agenda pada perubahan budaya di dalam partai serta membangun infrastruktur dan platform kebijakan yang dibutuhkan pada 2029.

Tahun 2029 disebut sebagai batas waktu pemilihan umum paling lambat yang dapat digelar.

Untuk menegaskan arah kerja yang baru, Phillipson menuliskan responsnya melalui akun X setelah menerima peran tersebut. Ia menyebut penunjukan itu sebagai kehormatan untuk mengambil tanggung jawab baru dalam partai.

“I joined our party as a teenager and saw first hand the difference a Labour government makes,” ujarnya. Dalam pernyataan lanjutannya, Phillipson juga mengatakan, “I’ll work with members to build the election-winning machine that sees off Reform [UK] for good and secures a second Labour term.”

Powell menyambut langkah itu dengan menekankan sinergi yang akan dibangun bersama. Menurutnya, kerja kolektif antara dua posisi kepemimpinan akan menjaga arah kampanye partai tetap kompetitif.

“Working together, we will ensure the party continues to lead the way in campaigning, with the strongest ground operation in British politics as we prepare for the next general election,” kata Powell.

Dengan penataan jabatan ketua Partai Buruh ini, peran Phillipson diarahkan untuk menjadi titik penguat koordinasi bersama Powell menjelang pemilu berikutnya—sekaligus menempatkan agenda modernisasi dan kesiapan strategi kampanye digital sebagai bagian dari pekerjaan kepemimpinan yang segera dijalankan.

Ke depannya, kerja sama Phillipson bersama Powell diposisikan sebagai bagian dari strategi organisasi yang lebih rapi untuk menghadapi pemilihan umum. Modernisasi yang dimaksud tidak hanya soal struktur internal, tetapi juga cara partai menyiapkan materi dan kanal kampanye yang lebih relevan dengan kebutuhan pemilih.

Rangkaian perubahan peran juga memperlihatkan bagaimana dinamika di internal Partai Buruh tetap menjadi pertimbangan. Setelah pergantian dan kontestasi posisi deputi kepemimpinan setahun terakhir, penataan ulang kali ini menempatkan Phillipson pada jalur koordinasi yang lebih dekat dengan tim pimpinan, termasuk penguatan peran dalam kepemimpinan yang kini dibawa oleh Powell.

Dalam arah kerja yang baru, penekanan diletakkan pada pembangunan agenda perubahan budaya, sekaligus menyiapkan infrastruktur dan platform kebijakan yang akan dipakai hingga target pemilu pada 2029. Penegasan agenda tersebut berjalan paralel dengan fokus kampanye, baik lewat pendekatan digital maupun operasi lapangan yang disebut sebagai basis terkuat dalam politik Inggris.

Phillipson sendiri menempatkan penunjukan itu sebagai kesempatan untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan yang bersifat kolektif. Ia menekankan komitmen untuk bekerja bersama anggota dalam membangun “mesin” kemenangan pemilu, dengan tujuan mengamankan kesinambungan periode pemerintahan dan meraih kesempatan masa jabatan kedua.