Hukum & Kriminal

Kecurigaan Keluarga Siswi SDN Padang Diduga Jadi Korban Bullying hingga Meninggal

×

Kecurigaan Keluarga Siswi SDN Padang Diduga Jadi Korban Bullying hingga Meninggal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Awal Kecurigaan Keluarga Anaknya Jadi Korban Bullying di SDN Padang hingga Meninggal

jurnalistik.co.id – Keluarga seorang siswi kelas 3 SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, menaruh kecurigaan bahwa anak mereka mengalami perundungan hingga berujung meninggal dunia. Dugaan itu muncul setelah NA (10) pulang sekolah dalam kondisi tidak nyaman, lalu kesehatannya memburuk dalam waktu singkat.

NA meninggal pada Kamis, 23 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi tepat pada hari ulang tahunnya, setelah sebelumnya ia menjalani perawatan medis karena cedera serius yang disebut ditemukan pada pemeriksaan.

Kecurigaan keluarga bermula dari perubahan kondisi yang mulai terasa Senin, 20 Juli 2026. Saat pulang sekolah, NA mengalami ketidaknyamanan pada tubuhnya dan kemudian keluhan itu berlanjut hingga hari berikutnya.

Selasa, kondisi NA semakin memburuk hingga ia tidak dapat kembali bersekolah. Ia mengeluhkan sakit hebat, terutama pada area pinggang, hingga membuatnya sulit bergerak dan tidak mampu menjalani aktivitas seperti biasa.

Keluarga kemudian menghadapi kendala ketika berupaya membawa NA ke fasilitas kesehatan. Setiap kali tubuh NA hendak dipindahkan, ia menjerit kesakitan, sehingga proses penanganan di rumah sempat berjalan dengan banyak hambatan.

Selain keluhan di pinggang, NA juga mengalami demam tinggi. Gabungan rasa sakit yang berat dan demam membuat keluarga semakin khawatir bahwa masalah yang dialami NA tidak semata-mata tergolong sakit ringan.

Setelah akhirnya mendapatkan perawatan di rumah sakit, NA menjalani pemeriksaan medis. Dalam penuturan keluarga, pemeriksaan tidak memperlihatkan luka lebam atau tanda benturan yang terlihat pada bagian luar tubuh.

Namun, keluarga menyebut ada temuan cedera serius pada bagian dalam tubuh, disertai pergeseran tulang pada area pinggang. Temuan tersebut mendorong dugaan keluarga bahwa NA mengalami kekerasan fisik, meski bentuknya tidak tampak dari luar.

Ayah NA, Wahid Al Amin, mengatakan awal perubahan kondisi mulai terlihat setelah putrinya pulang sekolah pada Senin. Ia menuturkan kondisi NA terus turun pada Selasa, ketika rasa sakit menyebar dan membuat NA tidak sanggup berangkat sekolah.

Wahid Al Amin juga menduga adanya tindakan kekerasan fisik yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Ia mengaitkan dugaan itu dengan kemungkinan NA didorong atau dipukul oleh orang lain, meskipun ia mengaku belum mengetahui secara pasti rangkaian kejadian yang dialami anaknya.

Menurut keluarga, NA mengalami nyeri yang memuncak terutama saat hendak dipindahkan untuk dibawa ke layanan kesehatan. Ia sempat ditangani karena kesulitan bergerak dan keluhan disertai demam, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan hingga NA meninggal pada Kamis.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang disebut turun tangan untuk menelusuri kabar duka dan isu perundungan yang menimpa siswi tersebut. Langkah penelusuran ini dilakukan setelah muncul kecurigaan dari keluarga terkait penyebab kematian NA.

Meski dugaan perundungan telah mengemuka di pihak keluarga, informasi rinci mengenai siapa pelaku, bentuk tindakan, maupun kronologi lengkap peristiwa di sekolah masih belum diungkapkan dalam keterangan yang disampaikan. Keluarga menegaskan mereka mencurigai adanya kekerasan, tetapi proses klarifikasi atas kejadian masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena memunculkan pertanyaan tentang keselamatan siswa di lingkungan sekolah serta cara penanganan ketika gejala anak mulai muncul setelah pulang belajar. Dengan NA meninggal tiga hari setelah kondisi sakit pertamanya terlihat, keluarga berharap penelusuran pihak berwenang dapat menjelaskan apa yang terjadi sebelum NA menjalani perawatan medis.

Dalam proses yang dialami keluarga, keluhan yang bermula dari ketidaknyamanan setelah pulang sekolah berujung pada kondisi yang makin sulit ditangani di rumah. Ketika NA berusaha dipindahkan, rasa nyeri yang dialami membuat penanganan berjalan tidak mudah dan menambah kecemasan.

Keluarga juga menyoroti bahwa informasi yang mereka terima selama pemeriksaan menyebutkan adanya cedera serius di bagian dalam tubuh serta pergeseran tulang di area pinggang. Meski perubahan fisik tidak tampak jelas di luar, dugaan kekerasan tetap menjadi perhatian, sementara penelusuran oleh Disdikbud terus dilakukan dan rincian kronologi belum dipaparkan.