Olahraga

Klose Bereaksi Usai Rekornya Sebagai Top Skor Piala Dunia Dilewati Messi

×

Klose Bereaksi Usai Rekornya Sebagai Top Skor Piala Dunia Dilewati Messi

Sebarkan artikel ini
Reaksi Miroslav Klose Usai Rekornya Dilewati Lionel Messi Bola 23 Juni 2026
Ilustrasi: Reaksi Miroslav Klose Usai Rekornya Dilewati Lionel Messi

jurnalistik.co.id – Lionel Messi resmi menjadi top skor sepanjang masa Piala Dunia setelah melewati rekor Miroslav Klose. Pencapaian itu muncul saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026, yang digelar di Stadion Dallas, Senin (22/6/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. Kemenangan Argentina memastikan sepasang gol Messi pada menit ke-38 dan 90+5. Dengan hasil tersebut, Messi menambah total golnya di Piala Dunia 2026 menjadi lima gol, setelah sebelumnya juga memborong tiga gol saat Argentina bermain di laga pertama Grup J melawan Aljazair. Tambahan lima gol di turnamen membuat Messi mengukir catatan baru sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia kini mengoleksi 18 gol, sekaligus menyalip rekor yang sebelumnya dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol. Rekor Klose sempat bertahan selama 12 tahun hingga akhirnya dipecahkan oleh Messi pada edisi 2026 ini. Momen peralihan rekor tersebut kemudian juga memunculkan respons dari Klose, yang menilai Messi sebagai sosok terbaik dalam sejarah sepak bola. “Klose Bereaksi Usai Rekornya Dilewati Lionel Messi” bukan sekadar soal angka, karena Klose menyampaikan apresiasi langsung kepada Messi. “Bagi saya, Lionel Messi adalah pemain sepak bola terbaik sepanjang masa! Selamat, sang juara!” demikian ucapan Klose untuk Messi yang dikutip dari Suddeutsche Zeitung. Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Klose sendiri sudah menyadari bahwa rekor golnya pada akhirnya akan pecah. Ia menyatakan hal itu sebagai bagian dari perkembangan dalam sepak bola, dan menegaskan bahwa Messi layak melakukannya saat waktunya tiba. “Tidak masalah, rekor itu pasti akan terpecahkan cepat atau lambat, dan saat itu tiba, Messi dipersilakan untuk melakukannya,” ujar Klose. “Saya adalah pengagum berat Messi, dan selalu begitu. Dia adalah seorang jenius,” tambah Klose menjelang turnamen Piala Dunia 2026 dimulai. Pada Piala Dunia, perjalanan Messi juga tercatat panjang. Messi telah enam kali tampil di ajang Piala Dunia, dan dari enam kesempatan tersebut hanya sekali menutup turnamen tanpa mencetak gol, yaitu pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Argentina tersingkir di perempat final Piala Dunia 2010 usai dibabat Jerman dengan skor 0-4. Selebihnya, catatan gol Messi terus berlanjut hingga mengantarkannya pada rekor baru di Piala Dunia 2026, termasuk melalui dua golnya saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 di Grup J. Dengan perubahan rekor tersebut, Messi tidak hanya memperbaiki statistik turnamen, tetapi juga mengakhiri dominasi Klose sebagai pencetak gol terbanyak sebelumnya. Bagi Klose, pencapaian Messi menjadi momentum yang ia sambut dengan ucapan selamat dan pengakuan atas kualitas sang juara.

Gol Messi yang lahir pada paruh pertama dan akhirnya kembali mengguncang papan skor di masa tambahan waktu mengunci kemenangan Argentina dengan cara yang sama tegasnya. Situasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa catatan golnya tidak sekadar terkumpul dari satu momen, melainkan hadir dalam fase berbeda di satu pertandingan Grup J—mulai dari menit-menit kunci hingga detik-detik penentu.

Dengan lonjakan koleksi gol tersebut, angka 18 kini menjadi penanda bahwa dominasi rekor pencetak gol terbanyak tidak lagi bertahan pada nama yang sebelumnya memegangnya selama lebih dari satu dekade. Rekor Miroslav Klose yang sebelumnya bertahan selama 12 tahun akhirnya harus digeser ketika Messi terus memperluas jarak di klasemen gol, sehingga pencapaian itu tidak hanya berstatus rekor baru, tetapi juga mengubah peta sejarah kompetisi.

Di luar momen di edisi 2026, perjalanan Messi di Piala Dunia juga memperlihatkan konsistensi yang panjang. Dari enam penampilannya, hanya sekali ia menutup turnamen tanpa mencetak gol, yakni pada Piala Dunia 2010 ketika Argentina berhenti di perempat final setelah kalah dari Jerman 0-4. Selebihnya, kontribusi gol terus berlanjut hingga akhirnya membawanya pada pencapaian puncak sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa.