jurnalistik.co.id – Sunrisers Leeds mencetak penampilan luar biasa di Headingley dan menorehkan rekor total tertinggi sepanjang sejarah Hundred. Mereka kemudian meraih kemenangan 37 run atas London Spirit dengan skor 241-2 pada innings pertama.
Di laga The Hundred 2026, opener Ryan Rickelton menjadi tumpuan besar timnya dengan raihan 94* dari 42 bola. Prestasi tersebut didukung oleh kontribusi beruntun dari Mitchell Marsh dan momen memanas yang dipimpin Harry Brook.
Brook tampil paling menyita perhatian ketika mempercepat laju sejak awal babak pukulan. Ia mencatat fifty hanya dari 15 bola sebelum akhirnya menyelesaikan innings dengan 55 dari 18 bola.
Rekord total tim lahir saat Sunrisers Leeds memanfaatkan kondisi lapangan yang relatif “datang” untuk memukul. Marsh dan Rickelton membangun kemitraan 148 run untuk wicket pertama, menjadi fondasi yang membuat tempo permainan semakin liar.
Meski Marsh sempat menjadi bagian dari “lapisan” yang tampak seperti tidak langsung menjadi sorotan, angka 76 dari 37 bola tetap menjadi kontribusi kunci di urutan teratas. Perpaduan kekuatan dan variasi pukulan mereka memberi ruang bagi Brook untuk benar-benar bermain lepas.
Brook lalu menunjukkan kendalinya dalam bentuk ledakan pukulan. Ia melepaskan lima enam angka dan lima empat angka, termasuk satu pukulan besar melewati area mid-wicket yang membuat Sunrisers Leeds melampaui rekor sebelumnya—total tertinggi tim yang sebelumnya tercatat 226.
Setelah laju tercipta, Brook dan Rickelton melanjutkan dengan kemitraan berikutnya sebesar 83 run dari 32 bola untuk wicket kedua. Pada fase penutupan innings, Rickelton tetap berada di ambang abad, tetapi ia “terkunci” lebih minim kesempatan memukul karena distribusi bola yang tidak sepenuhnya berpihak padanya, sehingga ia berakhir 94*.
Spirit kesulitan saat mengejar
Usai pesta pukulan di innings pertama, London Spirit justru mendapat awal yang buruk ketika mengejar. Jonny Bairstow jatuh di bola pertama respons mereka, tersingkir oleh Reece Topley.
Berita Terkait
Setelah momen itu, tekanan meningkat cepat dan barisan teratas Spirit ikut goyah. Mereka tersungkur hingga 44-4 sebelum mendapatkan kesempatan menyusun kembali innings.
Namun, David Willey tampil sebagai penyelamat penting bagi timnya. Ia mencetak 83* dari 46 bola untuk menjaga Spirit tetap berada dalam jarak yang membuat pertandingan belum sepenuhnya kehilangan arah.
Berkat upaya tersebut, London Spirit mampu menutup innings di 204-6 dari 100 bola. Meski demikian, selisih 37 run tetap cukup untuk memastikan Sunrisers Leeds meraih kemenangan.
Hasil ini membawa Sunrisers Leeds menempati urutan keempat klasemen dan tetap menjaga peluang mereka dalam perebutan tempat playoff. Di sisi lain, London Spirit harus menerima posisi ketujuh, dengan pekerjaan yang lebih berat untuk membalikkan keadaan pada laga-laga berikutnya.
Di Headingley, pertandingan ini terasa seperti dua babak dengan karakter yang kontras. Begitu Sunrisers Leeds mengambil kendali sejak innings pertama, mereka mengubah setiap kesempatan menjadi tambahan angka, hingga akhirnya total 241-2 menjadi patokan yang sulit dikejar di level The Hundred 2026.
Perjalanan innings tersebut juga ditopang ritme kemitraan yang rapi. Ketika Mitchell Marsh dan Rickelton mengunci posisi sejak awal, angka yang terus bertambah membuat tekanan terasa konsisten, bukan hanya sesaat, sehingga ruang untuk mengembangkan serangan semakin terbuka bagi Brook di fase berikutnya.
Lonjakan Brook terlihat dari cara ia memilih momen untuk mempercepat. Dari 15 bola menuju fifty, ia kemudian mengunci penutupan innings dengan 55 dari 18 bola, lengkap dengan lima enam dan lima empat. Hasilnya, Sunrisers Leeds melampaui catatan tim sebelumnya yang bertahan di angka 226, sekaligus menegaskan daya dorong mereka saat kondisi lapangan mendukung pemukul.
Sementara itu, pengejaran London Spirit berjalan tidak sesuai rencana setelah awal yang langsung memukul mental tim. Jonny Bairstow tersingkir di bola pertama respons mereka oleh Reece Topley, dan setelah itu tim sempat tersungkur hingga 44-4 sebelum menemukan titik terang lewat David Willey.
Willey tampil dengan ketenangan yang menjaga laju agar tetap relevan, 83* dari 46 bola menjadi alasan London Spirit sempat menutup jarak. Namun saat innings akhirnya berhenti di 204-6, margin 37 run sudah cukup untuk memastikan Leeds tetap meraih kemenangan dan mengamankan posisi keempat klasemen, sedangkan Spirit harus beranjak ke urutan ketujuh dengan pekerjaan yang lebih berat di pertandingan berikutnya.












