Daerah

Alsintan Bantu Petani Randangan Pohuwato, Bisa Tanam Hingga Tiga Kali dan Terima Kasih ke Gusnar Ismail

×

Alsintan Bantu Petani Randangan Pohuwato, Bisa Tanam Hingga Tiga Kali dan Terima Kasih ke Gusnar Ismail

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rasakan Manfaat Alsintan, Petani Randangan Berterima Kasih Kepada Gubernur Gusnar

jurnalistik.co.id – Program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, dirasakan langsung oleh petani setempat. Kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke Desa Ayula pada Selasa (4/8/2026) menjadi momentum para petani menyampaikan dampak nyata dari cetak sawah baru.

Dalam dialog saat peninjauan program tersebut, Ketua Brigade Pangan Tani Berkah, Jefriyanto Nasaru, menjelaskan bahwa alsintan membuat pola tanam petani berubah. Sebelumnya, kemampuan menanam hanya berlangsung dua kali dalam setahun.

Jefriyanto menyebutkan, dengan adanya dukungan alsintan, musim tanam dapat ditingkatkan hingga tiga kali. Menurutnya, perubahan frekuensi tanam ini turut memberi dorongan terhadap pendapatan petani.

Ia menuturkan Brigade Pangan Berkah menjalankan layanan dan pendampingan untuk petani pada program cetak sawah baru. Brigade tersebut menangani beragam jenis alsintan, termasuk rotovator, traktor roda empat, combaine, traktor tangan, serta drone.

“Awalnya kami hanya bisa dua kali menanam dalam setahun. Namun dengan adanya bantuan alsintan bisa sampai tiga kali tanam. Alhamdulillah ini bisa meningkatkan pendapatan petani. Terima kasih kepada bapak Gubernur Gusnar Ismail,” kata Jefriyanto.

Kegembiraan yang sama juga disampaikan Ketua Kelompok Goja Tani Desa Ayula, Eda Giasi. Eda mengatakan, lahan miliknya seluas empat hektar sebelumnya tidak menghasilkan, tetapi kini sudah bisa dimanfaatkan setelah sawah baru dicetak.

Eda menjelaskan bahwa saat ini sawah yang baru dicetak telah memasuki fase tanam kedua. Ia menyampaikan rasa syukur karena keberadaan sawah baru membuat usaha keluarga lebih berjalan dan menambah penghasilan.

Dalam kesempatan itu, Eda mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam program pertanian. Ia menutururkan apresiasinya kepada Presiden, Menteri Pertanian, Gubernur Gorontalo, Bupati Pohuwato, hingga Kepala Dinas Pertanian.

Gubernur Gusnar Ismail dalam dialog turut menanyakan persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Pertanyaan tersebut mencakup ketersediaan BBM untuk pengoperasian alsintan serta kondisi pengairan yang menunjang proses budidaya.

Gusnar juga menekankan tindak lanjut terhadap kendala terkait saluran pembuangan air ketika kondisi air melimpah. Ia memastikan keluhan warga menyangkut penanganan saluran akan segera ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi II.

Secara keseluruhan, kunjungan itu memperlihatkan bahwa bantuan alsintan tidak hanya soal ketersediaan alat, tetapi juga berdampak pada cara petani mengatur musim tanam. Dengan adanya peluang tanam lebih sering serta pengelolaan yang dibutuhkan untuk operasional, para petani di Randangan berharap manfaat program dapat terus berkelanjutan.

Menurut penjelasan Brigade Pangan Tani Berkah, perubahan yang dirasakan petani tidak berhenti pada pemberian alat, tetapi juga pada pola kerja di lapangan. Dengan pendampingan layanan untuk penggunaan berbagai jenis alsintan, petani dapat menyusun waktu olah lahan dan persiapan tanam agar lebih tertata, sehingga tiap fase budidaya dapat dijalankan dengan lebih leluasa.

Keterangan dari para petani di Desa Ayula menegaskan bahwa kehadiran sawah baru memberi efek berantai terhadap kegiatan usaha keluarga. Ketika lahan yang sebelumnya tidak produktif mulai dimanfaatkan, pekerjaan pengelolaan menjadi lebih rutin dan perputaran hasil usaha turut meningkat. Kondisi ini membuat mereka berharap dukungan program sejenis tetap berlanjut, terutama agar ritme pemanfaatan lahan dapat terus dijaga.

Dalam peninjauan tersebut, arahan Gubernur Gusnar Ismail juga menyoroti aspek-aspek teknis yang menentukan kelancaran pengoperasian alsintan. Selain memastikan ketersediaan BBM, perhatian diarahkan pada kondisi pengairan dan masalah saluran pembuangan saat debit air meningkat. Pemeriksaan dan tindak lanjut yang disampaikan terkait saluran akan ditangani oleh Balai Wilayah Sungsi Sulawesi II, sehingga kendala yang muncul di lapangan tidak dibiarkan berlarut.

Secara umum, rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa manfaat bantuan pertanian bersifat menyeluruh: mulai dari peningkatan frekuensi tanam, pendampingan penggunaan alat, hingga kesiapan infrastruktur pengairan. Para petani di Randangan pun memandang program cetak sawah dan dukungan alsintan sebagai momentum penting untuk memperkuat pengelolaan musim tanam dan mempertahankan keberhasilan yang telah mulai terlihat.