jurnalistik.co.id – Lebih dari 130.000 siswa di Skotlandia sudah mengetahui hasil ujian mereka untuk tahun 2026. Berdasarkan data dari Qualifications Scotland, BBC Scotland menelusuri angka-angka penting di balik capaian tersebut, mulai dari kenaikan tingkat kelulusan hingga perbedaan antarwilayah dan faktor demografis.
Berikut lima temuan utama dari hasil ujian Skotlandia 2026.
1) Angka kelulusan naik tipis dibanding tahun sebelumnya
Proporsi siswa yang meraih nilai A, B, atau C pada National 5, Higher, dan Advanced Higher meningkat sedikit dibanding 2025. Pada National 5, tingkat kelulusan naik dari 78,4% pada 2025 menjadi 79,2% pada tahun ini.
Untuk Higher, angkanya bergerak dari 75,9% menjadi 76,7%. Sementara itu, pada Advanced Higher terjadi kenaikan dari 76,7% menjadi 77,6%.
2) Kesenjangan prestasi mengecil, namun masih lebar
Kesenjangan antara kelompok siswa di wilayah dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dan mereka yang berasal dari area paling tidak beruntung masih terlihat, meski dalam data tahun ini sedikit menyempit. “attainment gap” diukur sebagai selisih nilai siswa dari 20% teratas yang lebih baik-off dibandingkan siswa yang tinggal di 20% terbawah menurut Scottish Index of Multiple Deprivation (SIMD).
Pada tahun ini, cara penggunaan SIMD mengalami perubahan sehingga sebagian perhitungan sebelumnya perlu penyesuaian. Dengan pembaruan itu, data terbaru menunjukkan bahwa pada National 5, kesenjangan mencapai 15,6 poin persentase, turun dari 16,4 pada tahun lalu.
Rinciannya memperlihatkan 86,6% siswa dari kelompok yang lebih baik-off memperoleh nilai A sampai C, sedangkan di wilayah paling tidak deprived hanya 71% yang mencapai A sampai C.
Untuk Higher, kesenjangan menjadi 15,9 poin persentase, turun dari 16,8. Pada Advanced Higher, kesenjangannya tercatat 12,1, turun dari 13,3.
Selain itu, data tahun ini juga menunjukkan perbedaan capaian berdasarkan gender. Pada seluruh jenjang, perempuan mencatat tingkat kelulusan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
Pada National 5, tingkat kelulusan perempuan 80,9% sementara laki-laki 77,5%. Pada Higher, angkanya 79% untuk perempuan dan 74% untuk laki-laki.
Berita Terkait
Namun, pola penyempitan gender gap tidak merata. Di Advanced Higher, kesenjangan justru melebar, dengan tingkat kelulusan perempuan sebesar 80,3% dan laki-laki 73,9%.
3) East Renfrewshire menjadi dewan dengan performa terbaik
Data berbasis council area memperlihatkan pembagian geografis dalam tingkat pencapaian. Pada National 5, East Renfrewshire Council menjadi wilayah dengan proporsi A sampai C tertinggi, yakni 90,6%.
Selain East Renfrewshire, terdapat sejumlah council area yang juga berada di atas 80%: East Dunbartonshire (86,2%), South Ayrshire (83,5%), Stirling (82,6%), Aberdeenshire (80,8%), South Lanarkshire (80,6%), West Dunbartonshire (80,3%), serta Perth and Kinross (80,2%).
Qualifications Scotland juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pencapaian antara kategori rural dan urban. Pada National 5, Large Urban Areas mencatat proporsi siswa dengan nilai A sampai C tertinggi sebesar 80,3%, sedangkan Remote Small Towns menjadi yang terendah dengan 71,6%.
Tren yang sama muncul pada Higher, tetapi dengan kesenjangan yang lebih kecil. Pada jenjang tersebut, 77,8% siswa di Large Urban Areas mencapai nilai A sampai C, sedangkan pada Remote Small Towns hanya 72,2%.
4) Sekolah swasta melampaui sekolah negeri
Perbedaan juga terlihat antara sekolah independen (swasta) dan sekolah yang berada dalam otoritas pendidikan (negeri). Data tahun ini menunjukkan kesenjangan tingkat kelulusan yang jelas di semua jenjang.
Lebih dari 90% entri di sekolah swasta mencapai nilai A sampai C pada National 5, Higher, dan Advanced Higher. Di sisi lain, sekolah negeri masih berada di bawah 80% untuk tingkat kelulusan pada jenjang-jenjang tersebut.
5) Siswa dengan kebutuhan dukungan tambahan (ASN) masih tertinggal
Siswa dengan additional support need (ASN) tetap menunjukkan capaian yang lebih rendah dibanding siswa tanpa kebutuhan dukungan tambahan. Pada National 5, kesenjangan attainment antara siswa dengan ASN dan tanpa ASN mencapai 8,9 poin persentase pada 2026.
Pola yang serupa terlihat pada Higher, dengan gap attainment ASN sebesar 6,2 poin persentase. Adapun pada Advanced Higher, kesenjangan menyempit menjadi 1,2 poin persentase antara siswa dengan dan tanpa ASN.
Dalam kategori anak-anak dengan ASN, termasuk di dalamnya mereka yang memiliki Co-ordinated Support Plan, Individualised Education Programme, atau child’s plan. Kelompok ini juga mencakup anak yang dinilai atau dinyatakan disabled, atau memiliki kebutuhan dukungan lainnya.












