jurnalistik.co.id – Selena Gomez menolak tuduhan penipuan yang dikaitkan dengan perusahaan kesehatan mental yang ia dirikan bersama ibunya, Wondermind. Lewat pengacara, ia meminta agar dirinya dikeluarkan dari perkara tersebut.
Menurut pemberitaan BBC, fokus publik Selena Gomez sempat mengarah pada proyek terbarunya, termasuk serial Only Murders in the Building yang akan memasuki musim keenam. Untuk petualangan berikutnya, para tokoh dalam serial itu dikisahkan berpindah ke London.
Namun, pembicaraan yang lebih luas di luar ruang-ruang ramah penggemar justru bergeser ke isu berbeda. Tuduhan datang dari sejumlah investor yang menyebut Selena Gomez lalai memenuhi kewajiban kontraknya terkait Wondermind.
Wondermind sendiri disebut sebagai platform kesehatan mental yang Selena Gomez kofondasikan bersama ibunya lima tahun lalu. Dalam gugatan yang diajukan lima investor, mereka berpendapat bahwa Selena Gomez telah “breach” kontrak karena tidak secara tepat mendukung platform tersebut.
Akibatnya, kelima investor itu menyatakan mereka dirugikan—yakni mengalami penipuan—atas investasi yang jumlahnya “nearly $1.2m”. Mereka menilai investasinya tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini akan dilakukan oleh Selena Gomez saat proyek dijalankan.
Selena Gomez membantah tuduhan tersebut. Pengacaranya meminta agar ia diberhentikan dari kasus sama sekali, dengan argumen bahwa klaim yang disampaikan terhadap kliennya “threadbare” dan tidak seharusnya ia “dragged into” perkara tersebut.
Dalam penjelasannya, tim hukum Selena Gomez menyebut tuduhan yang dialamatkan bersifat kabur dan tidak konsisten. Pengacara Matthew Rosengart menyatakan klaim itu “vague, generalised and contradictory”.
Rosengart juga menegaskan bahwa Selena Gomez tidak pernah menyetujui keterlibatan seperti yang digambarkan para penggugat. Ia menyebut Selena Gomez juga tidak menjalankan perusahaan, maupun tidak membuat komitmen-komitmen sebagaimana yang disinyalkan para investor.
Rosengart bahkan menyatakan sikap yang tegas terhadap substansi gugatan. Ia mengutip, “The claims against her are meritless if not frivolous,” sebelum menambahkan bahwa timnya sedang “exploring other avenues of relief for Ms. Gomez including sanctions against plaintiffs”.
Tuduhan para investor juga memuat klaim tentang penjelasan yang mereka terima sebelum investasi masuk ke perusahaan. Dalam gugatan, mereka menyebut telah diberitahu bahwa “Selena Gomez, one of the most famous women on earth, with a billion-dollar brand and a platform unmatched in social media, would be actively building the company as its head of marketing”.
Bagi kubu Selena Gomez, inti bantahan tetap sama: tidak ada persetujuan terhadap peran tersebut dan tidak ada pengelolaan perusahaan sebagaimana yang dipaparkan penggugat. Pernyataan Rosengart menggiring pembaca pada kesimpulan bahwa tidak ada dasar kewajiban yang seharusnya dipenuhi sesuai klaim mereka.
Di tengah sorotan terhadap proses hukum, pemberitaan BBC juga menggambarkan sisi ketenaran Selena Gomez yang terus menonjol di ruang publik. Disebutkan akun media sosialnya dipenuhi penggemar, termasuk “two million likes” untuk unggahan terbarunya yang menampilkan ia bersama suaminya di sebuah hotel dengan taburan kelopak mawar.
Berita Terkait
Ribuan komentar lain disebut memuji penampilan Selena Gomez, termasuk detail seperti lipstik dan merek parfum yang ia dirikan. Dalam konteks itu, gugatan yang muncul justru memperlebar pembahasan menjadi lebih sensitif, karena melibatkan bisnis yang berkelindan dengan keluarga.
Sikap tegas dari Selena Gomez, menurut BBC, dapat mencerminkan kehati-hatian terhadap reputasinya. Akan tetapi, persoalan masih menyisakan pihak lain yang ikut berada dalam sorotan, termasuk ibunya yang juga tercantum dalam tuduhan bersama perusahaan dan satu ko-founder lain.
BBC juga mengutip Lauren Beeching, pendiri Honest London, seorang komentator krisis PR. Ia menilai Selena Gomez bukanlah selebritas pertama yang mencoba membangun bisnis dengan anggota keluarga dekat.
Beeching menyebut, pada situasi tertentu, model kerja seperti ini bisa mengarah pada dinamika yang sulit dipisahkan antara hubungan pribadi dan citra publik. Ia mencontohkan bahwa pendekatan serupa dapat terlihat di rumah tangga keluarga seperti Jenner-Kardashian, atau pada persaudaraan Williams yang berkarier di tenis, serta menyebut contoh lain dari keluarga Beckhams dan juga Britney Spears.
Menurut Beeching, berbisnis dengan keluarga—baik saudara kandung, orang tua, maupun kerabat lain—hampir selalu memiliki risiko lebih tinggi. Ia menjelaskan bahwa batas antara relasi personal dan reputasi selebritas menjadi lebih sulit dipisahkan.
Ia menambahkan bahwa tingkat kepercayaan yang alami membuat aturan yang biasanya berlaku dalam relasi bisnis komersial tidak selalu diterapkan dengan cara yang sama. Karena itu, ia menyatakan perlu “guardrails” yang lebih tegas.
Beeching menekankan pentingnya struktur, bukan sekadar kedekatan. Ia menegaskan, “If you’re going into business [as a] family, I’d put more structure around it, not less, for sure.”
Ia menyebut detail prinsip yang harus ditetapkan sebelum masalah muncul: “Define everybody’s responsibilities, bring in independent oversight, and decide what happens if something goes wrong before something goes wrong.” Dalam pandangan Beeching, tata kelola perusahaan tidak seharusnya dibangun dari hubungan keluarga.
Beeching juga menyampaikan kalimat yang lebih tegas: “A family relationship shouldn’t be a company’s governance structure.” Ia menilai pembagian peran dan pengawasan independen merupakan komponen penting agar konflik tidak meluas ketika terjadi salah paham atau pergeseran ekspektasi.
Di sisi lain, Beeching menyatakan bahwa Selena Gomez mungkin tidak terlalu perlu khawatir soal dampak jangka panjang. Ia menilai kasus ini akan menghasilkan pemberitaan karena Selena Gomez sangat terkenal, tetapi bukan tipe cerita yang kemungkinan besar menjadi perhatian utama audiensnya.
Beeching membedakan antara munculnya sorotan negatif dan kerusakan reputasi yang bertahan lama. Ia menyebut, “There’s an important difference between generating negative headlines and causing lasting reputational damage.”
Bagi selebritas yang mempertimbangkan menggunakan nama mereka dalam bisnis, Beeching memberi saran yang bersifat reflektif. Ia berkata, “Before lending your name to a company, don’t ask what your reputation could do for the business. Ask what that business can eventually do for your reputation as well.”
Dengan bantahan yang kuat dari pihak Selena Gomez serta langkah hukum yang disebut sedang dieksplorasi, perkara Wondermind kini tetap berada di persimpangan antara klaim investasi dan penyangkalan kewajiban dari figur publik yang terlibat di dalamnya.












