Hukum & Kriminal

Raheem Sterling didakwa dangerous driving usai tabrakan di M3 Hampshire

×

Raheem Sterling didakwa dangerous driving usai tabrakan di M3 Hampshire

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Raheem Sterling charged with dangerous driving after crash on M3 in Hampshire

jurnalistik.co.id – Raheem Sterling didakwa atas kasus dangerous driving setelah insiden tabrakan mobilnya di M3, wilayah Hampshire. Ia juga menghadapi dakwaan terkait nitrous oxide dan kewajiban memberikan spesimen setelah kejadian pada bulan Mei.

Menurut keterangan pihak kepolisian, Sterling dijadwalkan menjalani proses di pengadilan pada 15 September. Persidangan itu merujuk pada serangkaian dakwaan yang muncul setelah kecelakaan di jalan raya pada 28 Mei.

Insiden tersebut terjadi pada pagi hari hari Kamis, 28 Mei 2026. Waktu dan lokasi kecelakaan berada di M3 arah selatan, dekat Minley Interchange, Hampshire.

Dalam laporannya, Hampshire & Isle of Wight Constabulary menyebut kecelakaan itu merupakan tabrakan kendaraan tunggal. Mobil yang terlibat adalah Lamborghini, yang menabrak pembatas jalan (motorway barriers).

Petugas menyatakan tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden itu. Tidak dilaporkan pula adanya korban luka dari kejadian tersebut.

Sterling, yang berusia 31 tahun dan berasal dari Berkshire, ditangkap setelah tabrakan. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu pemeriksaan lanjutan.

Juru bicara kepolisian menegaskan bahwa seorang pengemudi akan tampil di pengadilan bulan depan untuk menghadapi tuduhan setelah tabrakan di M3. Dalam rilis yang sama, Sterling disebut menghadapi beberapa dakwaan, yaitu dangerous driving, kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan yang salah (wrongful inhalation), serta gagal menyediakan spesimen.

Lebih lanjut, polisi sempat melakukan kecurigaan terkait dugaan ā€œmengemudikan kendaraan dalam keadaan tidak layak karena obat-obatanā€. Namun, dugaan tersebut tidak tercantum dalam daftar dakwaan yang diajukan.

Di bulan Mei, BBC Sport melaporkan adanya pernyataan dari sumber dekat Sterling yang menyebut ā€œtidak ada buktiā€ mengenai obat dalam sistemnya. Sumber itu juga menggambarkan bahwa Sterling telah menjalani ā€œmasa yang sangat beratā€ dan merasa ā€œtidak berhargaā€ serta ā€œterlupakanā€.

Sebelum insiden ini, Sterling sudah tidak bermain untuk klub sejak meninggalkan Feyenoord di akhir musim lalu. Ia terakhir kali tampil bersama Feyenoord pada ajang Eredivisie Belanda.

Intervensi karier Sterling di musim berikutnya sempat terkait dengan transisi dari Chelsea. Ia bergabung dengan Feyenoord pada Februari dengan kontrak jangka pendek setelah berpisah dari Chelsea atas kesepakatan bersama.

Di Chelsea, Sterling menjadi bagian dari skuat yang dibentuk setelah klub tersebut membayar 47,5 juta poundsterling kepada Manchester City pada tahun 2022. Selama periode tujuh tahun bersama City, Sterling pernah meraih empat gelar Premier League, lima gelar Piala Liga, serta satu gelar Piala FA.

Setelah itu, pada 2024 Sterling tercatat menjalani masa bersama Arsenal dengan status pinjaman. Namun, ketika ia kembali ke Chelsea pada 2025, ia disebut mengalami pengucilan dari skuad utama dan menjalani latihan terpisah.

Di level tim nasional, Sterling mengoleksi 82 caps untuk Inggris selama rentang 2012 hingga 2022. Ia juga berpartisipasi pada tiga Piala Dunia dan dua Kejuaraan Eropa selama periode tersebut.

Dengan dakwaan yang diajukan, Sterling kini harus menghadapi proses hukum terkait insiden di M3. Jadwal persidangan yang mengemuka adalah 15 September, di Basingstoke magistrates court.

Kasus ini berpusat pada fakta tabrakan kendaraan tunggal pada 28 Mei, sekaligus sejumlah tuduhan yang terkait perilaku berkendara dan kepemilikan nitrous oxide. Dari keterangan resmi yang disampaikan, kecelakaan tidak melibatkan kendaraan lain dan tidak menimbulkan laporan cedera.

Dalam konteks tersebut, pihak berwenang menyebut tindakan hukum yang berjalan terpisah dari dugaan kondisi tidak layak akibat obat-obatan. Meski kecurigaan tersebut pernah muncul, informasi yang dibawa ke pengadilan tidak memasukkan tuduhan tersebut ke dalam daftar dakwaan.

Proses peradilan berikutnya akan menentukan respons Sterling terhadap setiap poin dakwaan yang disebutkan. Pada saat yang sama, kabar soal perjalanan karier Sterling juga menjadi latar yang muncul di tengah kabar hukum ini, mengingat posisinya yang sedang tanpa klub setelah meninggalkan Feyenoord.

Dengan demikian, semua fokus pada jadwal sidang 15 September dan rincian dakwaan yang melekat pada kasus tabrakan di M3 Hampshire. Sterling akan berhadapan dengan pengadilan untuk menjawab tuduhan dangerous driving, kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan yang salah, serta kegagalan memenuhi kewajiban menyediakan spesimen.