Hukum & Kriminal

Lil Durk Dibebaskan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Berbayar di AS meski dituduh merencanakan balas dendam

×

Lil Durk Dibebaskan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Berbayar di AS meski dituduh merencanakan balas dendam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lil Durk: Grammy-winning US rapper acquitted in murder-for-hire trial

jurnalistik.co.id – Putusan pengadilan federal di Amerika Serikat membawa kabar lega bagi musisi yang sebelumnya berhadapan dengan tuduhan berat terkait skema pembunuhan berbayar. Setelah melalui persidangan yang panjang, ia akhirnya dinyatakan bebas dari seluruh dakwaan dalam kasus yang menuduhnya mengatur pembalasan atas penembakan bersifat siang hari di Los Angeles.

Rapper Lil Durk dinyatakan acquitted pada Jumat, yang berarti ia dibebaskan dari semua tuduhan dalam perkara federal pembunuhan berbayar. Dalam putusan itu, pengadilan juga menilai tidak terbuktinya keterlibatan yang selama ini dituduhkan kepada Durk Devontay Banks—nama asli Lil Durk—termasuk tuduhan perencanaan pembunuhan.

Secara spesifik, kasus ini berangkat dari dugaan orkestrasi pembunuhan yang ditujukan pada korban yang sempat menjadi sasaran penembakan ambush pada empat tahun lalu. Lil Durk ditangkap pada 2024 dan didakwa terkait keterlibatan dalam penembakan yang menewaskan sepupu dari rapper rival, Quando Rondo.

Pengacara pertahanan Drew Findling menyampaikan bahwa terdakwa “thankful” setelah putusan diumumkan. Di luar gedung pengadilan di Los Angeles, para pendukung dilaporkan bersorak setelah vonis keluar, menyusul proses musyawarah juri selama tiga hari.

Dalam perkara ini, ia menghadapi lima dakwaan pidana tingkat kejahatan (felony). Dakwaan tersebut mencakup murder for hire resulting in death serta konspirasi, dan apabila terbukti bersalah, ia berpotensi menghadapi hukuman hingga seumur hidup.

Masih dalam tahanan dan menghadapi sidang terpisah

Meskipun dinyatakan tidak bersalah dalam dakwaan pembunuhan berbayar tersebut, Banks tidak serta-merta langsung bebas dari status penahannya. Ia disebut masih berada dalam tahanan dan harus menghadapi persidangan terpisah pada 5 Oktober.

Sidang kedua itu diperkirakan akan menyoroti tuduhan lain, yakni racketeering murder dan dakwaan terkait kepemilikan senjata api. Pihak penuntut juga menyatakan akan menampilkan pembuktiannya pada perkara lanjutan tersebut.

First Assistant US Attorney Bill Essayli menyampaikan dalam pernyataan, “While we are disappointed with the jury’s decision regarding Durk Banks, a.k.a. ‘Lil Durk,’ we look forward to presenting our evidence at his second trial”. Pernyataan itu menegaskan penuntut tidak mengakhiri langkah hukum meski vonis pembebasan sudah dijatuhkan untuk perkara pertama.

Persidangan berlangsung selama tiga minggu, dengan dua terdakwa lain yang ikut disidangkan bersama Banks. Deandre “OTF Dede” Wilson dan David “Browneyez” Lindsey pada akhirnya dinyatakan bersalah untuk tuduhan stalking serta konspirasi melakukan stalking, namun keduanya dibebaskan dari tuduhan pembunuhan berbayar.

Dalam persidangan, kasus ini mengandalkan tiga saksi yang bekerja sama dengan aparat. Mereka adalah Kavon “OTF Vonnie” Grant, Keith “Flacka” Jones, dan Kacey “OTF Jam” Hester, yang disebut telah mencapai kesepakatan pengakuan bersalah (plea deals) serta memberi kesaksian terhadap Banks, Wilson, dan Lindsey.

Perkara ini berawal dari insiden penembakan yang fatal pada Agustus 2022 di sebuah SPBU di Los Angeles. Pada saat itu, mobil yang ditumpangi Quando Rondo—nama asli Tyquian Bowman—diserang dalam suatu penembakan saat siang hari. Bowman tidak mengalami luka, tetapi sepupunya, Saviay’a Robinson, yang juga berada di dalam kendaraan, tewas.

Pihak jaksa federal menuduh Banks merencanakan pembunuhan Bowman sebagai bentuk balas dendam. Jaksa mengaitkan motif tersebut dengan pembunuhan sebelumnya terhadap King Von, seorang rapper Chicago yang tergabung dalam OTF. Von, yang diketahui tewas pada 2020 di Atlanta akibat saling tembak pada dini hari, menjadi rujukan dalam argumen penuntut terkait rangkaian motif pembalasan.

Dalam konstruksi kasus, disebut pula bahwa seorang teman Bowman sempat didakwa atas pembunuhan King Von, namun kemudian dakwaan tersebut dicabut. Bowman sendiri juga tidak ditangkap dan tidak didakwa dalam rangkaian peristiwa yang disebut berhubungan dengan Von.

Otoritas menyatakan Banks membuat diketahui bahwa ia akan “pay a bounty” kepada siapa pun yang membunuh Bowman. Sementara itu, jaksa berpendapat Banks merasakan tekanan dari media sosial untuk melakukan balas dendam atas kematian Von.

Banks mendirikan OTF pada 2010. Di luar perkembangan perkara, ia juga dikenal sebagai figur musik yang meraih capaian komersial sejak beberapa tahun terakhir. Ia tercatat memiliki tujuh album yang menembus lima besar tangga Billboard AS sejak 2019.

Ia juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah bintang, termasuk Drake dan J Cole, dalam sejumlah singel yang sukses. Pada 2024, Lil Durk meraih penghargaan Grammy untuk kategori Best Melodic Rap Performance melalui lagu “All My Life” yang menampilkan J Cole.

Selain penghargaan tersebut, ia juga disebut pernah dinominasikan untuk Grammy sebanyak tiga kali pada kesempatan lain. Dengan vonis bebas pada perkara pertama ini, Banks memperoleh hasil yang diharapkan oleh pihak pertahanan, meski tantangan hukum masih berlanjut melalui sidang terpisah di bulan Oktober.