jurnalistik.co.id – Personel Samapta Polda Gorontalo melaksanakan patroli kota secara rutin dengan menyambangi warga di sejumlah lingkungan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan polisi kepada masyarakat sekaligus menguatkan pesan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas).
Dalam pelaksanaan patroli, Ipda Tony Ali, S.H., memimpin kegiatan bersama personel yang menyambangi warga pada Selasa (27/10/2026). Di lokasi, petugas berdialog langsung untuk menyampaikan berbagai imbauan yang diharapkan dapat dipahami dan diikuti warga dalam kehidupan sehari-hari.
Patroli sebagai ruang dialog warga
Menurut Ipda Tony, patroli rutin tersebut tidak hanya berupa pengecekan situasi, melainkan juga dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi dengan warga. Melalui dialog, petugas menyampaikan pesan Kamtibmas terkait bahaya kenakalan remaja, sekaligus mengajak warga menjaga lingkungan agar tetap kondusif.
Ajakan dialogis ini, lanjutnya, diarahkan agar warga lebih peka terhadap gejala gangguan keamanan yang dapat muncul dari berbagai aktivitas di lingkungan. Dengan adanya penyampaian langsung dari petugas, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk mencegah hal-hal yang berpotensi merusak ketertiban umum.
“kegiatan patroli rutin ini bertujuan merangkul para warga serta menghimbau agar jauhi segala bentuk gangguan terutama narkoba dan miras,” pungkasnya.
Imbauan tersebut menekankan bahwa gangguan keamanan tidak datang begitu saja, melainkan dapat dicegah sejak awal apabila warga ikut mengawasi dan berperan aktif. Ipda Tony juga menyoroti pentingnya menjauhkan diri dari perilaku yang dapat memicu masalah sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras.
Selain menyampaikan pesan pencegahan, personel Samapta juga mengingatkan warga untuk senantiasa waspada terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas. Waspada yang dimaksud bukan hanya pada situasi yang sudah terjadi, tetapi juga pada tanda-tanda awal yang dapat berkembang menjadi keresahan di lingkungan.
Berita Terkait
“Peran aktif masyarakat sangat di perlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum untuk mendukung tugas Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai,” Ujarnya.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat
Lebih lanjut, patroli kota ini dipahami sebagai bentuk kehadiran Polri yang berada bersama masyarakat. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memberi rasa aman sekaligus memperkuat komitmen warga untuk ikut berkontribusi menciptakan kondisi yang tertib, nyaman, dan terkendali.
Ipda Tony menjelaskan bahwa keberhasilan upaya menjaga Kamtibmas tidak dapat bertumpu pada aparat semata. Kolaborasi dengan warga diperlukan agar informasi terkait situasi lingkungan dapat tersampaikan lebih cepat, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin.
Dalam konteks itulah, patroli rutin diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban umum. Dengan warga yang proaktif, tugas Polri dalam mengawasi dan menertibkan ruang publik menjadi lebih efektif, karena dukungan lapangan datang langsung dari komunitas setempat.
Melalui kegiatan pada Selasa (27/10/2026) itu, pesan pencegahan kenakalan remaja dan imbauan agar menjauhi narkoba serta miras disampaikan secara langsung kepada warga. Petugas juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap gangguan Kamtibmas agar situasi tetap aman dan damai.
Pada akhirnya, patroli Samapta Polda Gorontalo menjadi pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika warga ikut menjaga lingkungan dan merespons imbauan dengan baik, tujuan menciptakan suasana kondusif dapat berjalan lebih nyata, karena masyarakat hadir sebagai mitra dalam menjaga ketertiban umum.
Dalam setiap kunjungan, personel Samapta tidak hanya menyampaikan imbauan secara umum, tetapi juga membuka ruang agar warga dapat memahami maksud pesan keamanan yang disampaikan. Penekanan diarahkan pada pencegahan sejak dini, termasuk menghindari perilaku yang berpotensi memicu keresahan di lingkungan. Melalui penyampaian yang mudah dipahami dan komunikasi dua arah, petugas berharap warga lebih cepat menangkap tanda-tanda yang mengarah pada gangguan Kamtibmas.
Petugas juga menggarisbawahi bahwa tugas menjaga ketertiban tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Saat warga ikut aktif mengawasi dan merespons imbauan dengan baik, informasi mengenai kondisi lingkungan dapat tersampaikan lebih cepat, sehingga upaya antisipasi dapat dilakukan sebelum masalah membesar. Dengan demikian, patroli rutin tetap diposisikan sebagai jembatan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, guna membangun rasa aman serta menjaga suasana tetap kondusif.












