Hukum & Kriminal

Provos Satbrimob Polda Gorontalo Cek Disiplin Internal: Sikap Tampang, Administrasi, hingga Judol-Pinjol

×

Provos Satbrimob Polda Gorontalo Cek Disiplin Internal: Sikap Tampang, Administrasi, hingga Judol-Pinjol

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tegakkan Disiplin Internal, Provos Satbrimob Polda Gorontalo Periksa Sikap Tampang, Administrasi Personel hingga Aplikasi Judol dan Pinjol

jurnalistik.co.id – Provos Satbrimob Polda Gorontalo menggelar pemeriksaan disiplin internal sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan judi online dan pinjaman online ilegal.

Kegiatan pengawasan internal ini dilakukan untuk mendukung percepatan program Quick Win Kapolri dalam pemberantasan judol, pinjol, serta penggunaan aplikasi ilegal yang berpotensi merugikan personel.

Dalam pemeriksaan tersebut, Provos menelusuri beberapa aspek kedisiplinan yang sifatnya langsung terlihat maupun yang berkaitan dengan kelengkapan administrasi.

Personel yang diperiksa meliputi pengecekan sikap tampang dan kerapian, termasuk bagaimana penampilan serta tata diri mereka saat menjalankan aktivitas kedinasan.

Selain pengamatan terhadap penampilan, pemeriksaan juga mencakup kelengkapan identitas diri serta administrasi perorangan yang menjadi bagian dari kepatuhan di lingkungan kesatuan.

Langkah ini tidak berhenti pada hal-hal administratif semata, sebab Provos turut memastikan setiap personel tertib dalam menyertakan dan menunjukkan dokumen atau kelengkapan yang diperlukan.

Di sisi lain, Provos juga melakukan pemeriksaan penggunaan aplikasi pada perangkat milik personel. Fokusnya adalah aplikasi yang berkaitan dengan perjudian online, pinjaman online ilegal, serta aplikasi lain yang terindikasi dipakai untuk penipuan atau aktivitas yang melanggar hukum.

Pemeriksaan perangkat tersebut dipandang sebagai bentuk pengawasan internal sekaligus tindakan preventif agar tidak muncul pelanggaran yang dapat berdampak pada kesatuan.

Melalui rangkaian pengecekan ini, setiap anggota diingatkan untuk terus menjaga penampilan, melengkapi administrasi pribadi, serta lebih berhati-hati dalam memanfaatkan perangkat komunikasi dan teknologi digital.

Pada pelaksanaan lapangan, personel yang ditemukan tidak berpenampilan rapi atau belum mampu menunjukkan kelengkapan administrasi identitas diri diberikan teguran.

Setelah itu, pembinaan diterapkan melalui tindakan berupa push-up. Penekanan tindakan ini diarahkan agar kedisiplinan tertanam melalui pembelajaran yang nyata.

Dengan metode pembinaan tersebut, diharapkan personel tidak mengulangi kesalahan yang sama dan memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan.

Pembenahan internal yang dilakukan Satbrimob juga diposisikan sebagai upaya perbaikan dari lingkungan kesatuan lebih dahulu sebelum menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Disiplin, integritas, serta kepatuhan terhadap aturan, menurut pesan kegiatan ini, harus dimulai dari praktik sehari-hari di dalam internal satuan.

Dansat Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa pembinaan dan pengawasan internal merupakan elemen penting untuk membentuk personel yang profesional dan bertanggung jawab.

Ia menyampaikan bahwa setiap personel wajib menjaga sikap tampang serta melengkapi administrasi diri. Pada saat yang sama, anggota juga harus menghindari judi online, pinjaman online ilegal, dan penggunaan aplikasi yang melanggar hukum.

“Pembenahan harus dimulai dari dalam kesatuan. Setiap personel wajib menjaga sikap tampang, melengkapi administrasi diri, serta menghindari judi online, pinjaman online ilegal, dan penggunaan aplikasi yang melanggar hukum. Jangan sampai kita menegakkan aturan kepada masyarakat, tetapi justru mengabaikannya dalam kehidupan kita sendiri. Saya berharap setiap personel menjadikan pemeriksaan ini sebagai bahan evaluasi agar tidak mengulangi pelanggaran yang sama,” tegas Dansat.

Selain itu, Kombes Pol. Danu Waspodo juga menekankan tanggung jawab moral setiap anggota Polri dalam menjaga nama baik institusi melalui perilaku yang disiplin, sederhana, serta berintegritas.

Penggunaan teknologi digital, lanjutnya, harus dilakukan secara bijak agar personel tidak terjerumus dalam perjudian online maupun praktik pinjaman ilegal.

Ia juga mengingatkan agar anggota tidak mudah tergiur tawaran yang berpotensi menjerumuskan, termasuk modus penipuan digital yang dapat merugikan secara langsung maupun tidak langsung.

Melalui pemeriksaan disiplin internal ini, Satbrimob Polda Gorontalo menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan personel secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kedisiplinan di tubuh kesatuan, tetapi juga sejalan dengan percepatan program Quick Win Kapolri dalam pemberantasan judol dan pinjol.

Dengan penguatan pengawasan dari internal, kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mencegah pelanggaran yang dapat mencoreng citra Polri di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, tujuan besar yang ingin dicapai adalah terwujudnya personel yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjadi teladan dalam pelaksanaan pengabdian kepada bangsa dan negara.