Hukum & Kriminal

Sejak Dini, Polda Gorontalo Tekankan Pencegahan Judi Online untuk Pelajar SMK

×

Sejak Dini, Polda Gorontalo Tekankan Pencegahan Judi Online untuk Pelajar SMK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cegah Judi Online Sejak Dini, Polda Gorontalo Ajak Pelajar Cerdas Hadapi Ancaman Digital

jurnalistik.co.id – Polda Gorontalo menegaskan pentingnya pencegahan judi online sejak dini kepada pelajar melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk menguatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital yang berpotensi merugikan.

Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kota Gorontalo pada Senin (26/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Marupa Sagala, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan edukasi kepada para siswa.

Materi yang disampaikan berfokus pada pencegahan judi online serta penipuan digital. Polda Gorontalo menilai ancaman semacam ini dapat mengganggu keamanan, pendidikan, dan masa depan para pelajar bila tidak diantisipasi sejak awal.

Risiko judi online dan penipuan digital

Melalui paparan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk judi online. Ditekankan bahwa risiko yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengacaukan proses belajar serta kehidupan sosial.

Siswa juga diingatkan agar tidak mudah tergoda oleh janji keuntungan besar yang tidak masuk akal. Penegasan ini diarahkan untuk membentuk cara berpikir kritis sebelum merespons tawaran yang terdengar terlalu menggiurkan.

Selain itu, berbagai modus penipuan digital turut menjadi perhatian dalam penyampaian materi. Para siswa diminta memahami bahwa ancaman bisa datang lewat cara-cara yang tampak meyakinkan dan memanfaatkan kelengahan.

Polda Gorontalo kemudian mengimbau siswa untuk tidak sembarangan mengeklik tautan. Pelajar juga diminta tidak memberikan kode rahasia maupun data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.

Dalam edukasi itu, siswa juga diarahkan untuk lebih berhati-hati terhadap pesan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Pemeriksaan terlebih dahulu dinilai perlu dilakukan sebelum mempercayai informasi yang masuk, terutama bila berkaitan dengan permintaan data atau tindakan tertentu.

Mulai dari kesadaran diri dan dukungan lingkungan

Kombes Pol. Marupa Sagala menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Upaya tersebut juga perlu didukung oleh peran keluarga, sekolah, dan kepolisian agar pelajar memiliki pegangan yang jelas dalam menghadapi ancaman digital.

Ia juga mengajak pelajar untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan bermain judi online. Pesan serupa disampaikan agar siswa tidak ragu meminta bantuan saat menemukan indikasi penipuan atau aktivitas digital yang mencurigakan.

“Jangan sampai masa depan adik-adik kita rusak karena judi online atau menjadi korban penipuan digital. Fokuslah belajar, raih cita-cita, dan manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” pesannya kepada para siswa.

Ajakan tersebut diikuti dengan arahan untuk segera menghubungi orang tua, guru, atau kepolisian apabila terjadi dugaan penipuan. Dengan langkah awal yang tepat, risiko kerugian diharapkan dapat diminimalkan sejak tahap paling dini.

Tujuan program dan harapan untuk pelajar

Program Polisi Peduli Pendidikan diposisikan sebagai bentuk kepedulian Polda Gorontalo dalam membangun kedekatan dengan kalangan pelajar. Melalui edukasi, pihak kepolisian juga berupaya memperkuat pencegahan kejahatan lewat pengetahuan yang langsung diterima oleh siswa.

Melalui kegiatan ini, Polda Gorontalo berharap para siswa SMK Negeri 1 Kota Gorontalo semakin memahami pentingnya keamanan digital. Pelajar diharapkan mampu mengenali risiko sejak dini dan tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Penekanan pada kewaspadaan dan sikap bijak dalam penggunaan teknologi diharapkan menjadi bekal jangka panjang. Dengan pengetahuan yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berprestasi, dan siap meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa diarahkan agar membiasakan sikap berhati-hati saat menerima pesan yang menawarkan keuntungan instan. Mereka diminta memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi, termasuk memastikan siapa pengirimnya sebelum menindaklanjuti ajakan atau instruksi yang datang secara digital.

Harapannya, pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, terutama ketika muncul tautan mencurigakan atau permintaan kode rahasia serta data pribadi. Dengan begitu, risiko penipuan dapat ditekan sejak awal dan pelajar memiliki pegangan yang lebih kuat untuk menjaga diri.