jurnalistik.co.id – Polresta Samarinda menaikkan penanganan dugaan pengeroyokan dan perusakan yang menimpa kelompok tani di Jalan Sepakat, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, ke tahap penyidikan.
Kenaikan status ini dilakukan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok orang mendatangi kelompok tani sambil membawa senjata tajam.
Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Rachmat Aribowo mengatakan, laporan terkait kejadian tersebut sudah diterima pihaknya dan saat ini perkara tengah didalami penyidik.
âYa, benar. Kejadian yang di daerah Sambutan sudah kami terima laporannya dan sudah kami proses perkaranya. Dan saat ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan,â kata Rachmat saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Rachmat menjelaskan bahwa penyidik sejauh ini telah memeriksa sekitar enam orang saksi yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian.
âSaksi sudah kurang lebih enam orang yang kami periksa,â ujarnya.
Menurut keterangan yang diterima polisi, dugaan tindak pidana dalam perkara ini berkaitan dengan pengeroyokan serta perusakan.
âDugaan sementara kami terima laporannya yaitu pengeroyokan dan perusakan,â kata Rachmat.
Meski status perkara sudah ditingkatkan, polisi belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
Penyidik masih menelusuri identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan, termasuk keterkaitan mereka dengan orang-orang yang terlihat dalam rekaman video yang beredar.
âTerhadap terduga, si korban menyebutkan ada beberapa orang, kelompok gitu. Makanya masih dalam proses penyidikan kami, identitas pelakunya,â ujar Rachmat.
Berita Terkait
- KPK Mengamankan 12.000 SGD dalam Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli Antoni
- Sidang MK 255/PUU-XXIV/2026, Laksmi Widyajayanti Jelaskan Frasa âPengawasanâ di UU Pengelolaan Sampah
- Warga Kendari Jadi Korban Lobi Proyek Palsu Kementerian PUPR hingga Rp500 Juta, FA dan WA Dibekuk di Jakarta
Dalam video yang menjadi perhatian, sejumlah orang terlihat membawa dan mengayunkan senjata tajam jenis parang saat mendatangi lokasi kelompok tani.
Rachmat membenarkan adanya indikasi penggunaan senjata tajam dalam peristiwa tersebut, berdasarkan penemuan penyidik serta keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa.
âYa, berdasarkan video itu, menurut keterangan saksi-saksi, memang ada menunjukkan dan mengayunkan senjata tajam tersebut,â kata Rachmat.
Penyidik kini masih berupaya mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengidentifikasi orang-orang yang berada dalam rekaman.
âMaka kami lagi dalami terkait saksi lainnya ataupun pelaku yang ada di video tersebut,â ucapnya.
Sebelumnya, Sunardi (70) mengaku sebagai korban dalam peristiwa tersebut. Ia menyampaikan kejadian berlangsung pada 2 Juli 2026 sekitar pukul 13.35 Wita.
Sunardi menuturkan bahwa saat itu ia sedang duduk bersama sejumlah anggota kelompok tani di sebuah pondok yang berada di kawasan kolam.
Perkara ini kemudian bergulir setelah munculnya video yang menunjukkan dugaan serangan menggunakan parang terhadap kelompok tani di wilayah Sambutan, Samarinda.
Dengan masuknya kasus ke tahap penyidikan, polisi menegaskan pemeriksaan saksi serta pendalaman identitas pihak yang diduga terlibat akan terus dilakukan sampai bukti-bukti yang terkumpul cukup untuk menentukan langkah berikutnya.
Langkah penyidikan ini juga menjadi bagian dari upaya penyidik untuk mencocokkan informasi dari keterangan saksi dengan rekaman video yang viral. Tim di lapangan menelusuri detail peristiwa, termasuk cara para pelaku mendatangi lokasi serta dugaan adanya aksi menggunakan senjata tajam saat kejadian berlangsung.
Di sisi lain, pengaduan korban yang bernama Sunardi menjadi salah satu rujukan awal penyidik dalam memetakan rangkaian kejadian. Sunardi menyebut peristiwa terjadi pada 2 Juli 2026 sekitar pukul 13.35 Wita, ketika ia berada di pondok dan duduk bersama beberapa anggota kelompok tani di kawasan kolam sebelum situasi diduga berujung penyerangan.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi masih berlanjut dan polisi menekankan bahwa penentuan tersangka belum dilakukan karena identitas pihak yang diduga terlibat masih didalami. Penyidik terus mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi lain, termasuk untuk memastikan keterkaitan orang-orang yang muncul dalam video dengan pihak yang disebutkan sebagai terduga, agar bukti yang terkumpul cukup untuk menetapkan langkah berikutnya.












