Olahraga

Keluarga Maddy Cusack: ingat sosoknya, bukan hanya pemain, saat sidang inquest tertunda

×

Keluarga Maddy Cusack: ingat sosoknya, bukan hanya pemain, saat sidang inquest tertunda

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Maddy Cusack: Remember the person, not just the player, family says

jurnalistik.co.id – Ulang tahun ketiga wafat Maddy Cusack jatuh bersamaan dengan jeda dalam sidang inquest yang menelusuri apa yang terjadi pada pesepak bola tersebut. Proses yang sempat dimulai pada bulan Juni kini tertunda lebih lama dari jadwal awal.

Maddy Cusack berusia 27 tahun saat ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya di Derbyshire pada 20 September 2023. Inquest yang menguji peristiwa itu awalnya mulai bergulir pada Juni dan diperkirakan selesai pada Juli.

Namun, persidangan kemudian dihentikan selama berbulan-bulan. Penundaan terjadi karena klub lamanya, Sheffield United, sedang mencari dokumen yang terkait dengan catatan medis Cusack.

Akibatnya, keluarga Cusack harus menunggu hingga setidaknya Desember untuk menerima keterangan atau bukti tambahan. Olivia Cusack menggambarkan penantian itu sebagai beban yang sangat berat secara emosional.

“It is very emotional and you can find yourself frustrated at times,” kata Olivia, seperti disampaikan melalui BBC Newsbeat. Ia menambahkan bahwa sulitnya menanti membuat masa-masa tersebut terasa “extremely overwhelming”.

Di tengah penantian itu, Olivia bersama kerabatnya tetap berusaha mengingat Cusack sebagai sosok yang utuh. Bagi mereka, perempuan yang pernah bermain untuk Sheffield United tidak bisa dipahami hanya sebagai nama di seragam.

Di sebuah bangku yang didedikasikan untuknya, saudari dan sepupu Cusack mengenang Maddy sebagai cahaya dalam hidup mereka. Olivia menyebut Maddy sebagai orang yang “I looked up to my whole life”, sementara sepupunya, Emily Reilly, mengatakan Maddy adalah sosok yang dulu kerap “used to get us in trouble with my dad”.

Di bagian yang sama, mereka juga mengakui belum memperoleh jawaban yang sepenuhnya mereka cari. Inquest memang sudah berjalan, tetapi jeda panjang membuat proses pencarian kebenaran terasa seperti menggantung.

Sidang inquest Cusack sempat mengalami penundaan sebelumnya. Pada bulan Juli, sidang dijeda setelah coroner menunda perkara itu selama kurang dari dua pekan, sehingga proses akhirnya tertunda dua kali sebelum berjalan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, beberapa bukti dan kesaksian disampaikan, termasuk keterangan dari ibunya. Persidangan menyoroti pergulatan mental yang dialami Cusack sebelum ia meninggal pada 20 September 2023.

Selain itu, inquest juga menyoroti hubungan Cusack dengan pelatihnya di Sheffield United, Jonathan Morgan. Dalam persidangan, Morgan menyatakan tidak ada kekhawatiran dalam relasi mereka.

“no concerns” tentang hubungan tersebut, kata Morgan di hadapan inquest. Ia juga menambahkan bahwa “things have not been portrayed factually or correctly with how she was feeling”.

Meski bagian ini menjadi salah satu fokus pemeriksaan, Olivia merasa bahwa cara pandang yang muncul justru terlalu sempit. Menurutnya, yang seharusnya terlihat adalah Cusack sebagai manusia—termasuk siapa dirinya di luar lapangan.

Olivia menuturkan bahwa ia menyadari ada pola jawaban yang cenderung seragam ketika orang-orang ditanya tentang Cusack. “It dawned on me that when people were asked questions about Maddy and to share what she was like as a person, they were all very similar answers and quite focused on the football side of her,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa orang-orang tampak tidak benar-benar mengenal sisi yang lebih pribadi dari Cusack. “People don’t seem to know her like we did – of course they don’t,” kata Olivia, sebelum menegaskan bahwa ia ingin ada gambaran yang berbeda.

“But I wanted to introduce a different side of Maddy. I wanted them to know more than the number on the back of her shirt or the colours that she wore on the football pitch,” tambah Olivia.

Olivia dan Emily sering datang ke bangku peringatan Cusack di Scargill Park, West Hallam, Derbyshire. Di sanalah ketiganya tumbuh bersama, dan kedekatan itu masih terasa meski Cusack sudah tidak ada.

Dengan dua tanggal ulang tahun yang sama-sama berada di akhir Oktober, Emily mengatakan rencana mereka dulu selalu sederhana: merayakan bersama. Namun sejak Cusack meninggal, tradisi itu berubah.

“they’d always planned to spend them together, but now I just come here,” ungkap Emily. Ia juga menggambarkan dinamika masa kecil mereka, dengan mengingat bagaimana Maddy sering menjadi pemicu masalah, sementara ia justru kerap menanggung akibatnya.

“She used to get us in trouble with my dad when we were younger. It was always her idea then I’d take the blame for it,” kata Emily. Kenangan semacam inilah yang, menurut mereka, seharusnya tidak hilang dalam proses inquest.

Pada inquest yang menyoroti masa-masa lebih gelap dalam hidup Cusack, keluarga meyakini bahwa sisi yang membuatnya istimewa ikut tersisih. Mereka merasa pemeriksaan terlalu menekankan aspek sepak bola, sementara hubungan, perasaan, dan keseharian Cusack kurang tergambar.

Sejak kematian sang saudari, Olivia bersama keluarga lainnya juga bergerak lewat upaya yang lebih konkret. Mereka membuat sebuah yayasan atas nama Cusack untuk mendukung perempuan-perempuan muda yang memiliki cita-cita di sepak bola.

“The foundation keeps me going,” ujar Olivia. “It’s been a real lifeline to be able to continue her story,” tambahnya.

Upaya tersebut bukan hanya soal mengingat, tetapi juga soal menerjemahkan cerita Cusack menjadi langkah nyata yang bisa dirasakan orang lain. Pada hari Sabtu, Olivia bahkan mengatur sebuah perjalanan kaki.

Ia menyelenggarakan walk dari Bramall Lane, markas Sheffield United, menuju area dekat Derby—jaraknya hampir 30 mil. Bagi Olivia, tujuan kegiatan itu jelas: memberi kehormatan pada Cusack sekaligus mengajak orang-orang menantang diri.

“The aim with the walk is just to do her proud,” kata Olivia. “Maddy would love that we were all challenging ourselves,” lanjutnya.

Di sisi lain, ada juga laporan eksternal yang sudah dipesan beberapa saat setelah Cusack meninggal. Sebuah laporan yang diminta Sheffield United segera setelah kejadian tersebut menyatakan klub terbebas dari kesalahan.

Namun, laporan kedua yang dikerjakan oleh Football Association (FA) dan dipesan pada awal 2024 belum akan dipublikasikan sampai inquest Cusack selesai. Hal ini turut membuat waktu penutupan perkara menjadi semakin panjang.

Memasuki Desember, keluarga Cusack akan kembali ke Chesterfield Coroner’s Court untuk menerima bukti tambahan terkait keadaan seputar kematian Maddy Cusack. Dalam kesempatan itu, mereka berharap proses dapat memberi jawaban yang selama ini tertunda.

Olivia menyampaikan bahwa ingatan dan perhatian publik hanya akan bertahan bila nama Cusack terus disebut. “She will only ever remain a part of this life if we keep saying her name and keep remembering her,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan bahwa ada hari-hari ketika rasa sakit terlalu besar untuk ditanggung. “And as painful as that can be on days where you want to forget and you just want to stay in bed all day and not face the world,” katanya, namun ia berusaha tetap menjaga tekad tersebut.

“I try and make a conscious effort to keep saying her name and keep her living alongside us ultimately,” tutup Olivia, menegaskan bahwa perjuangan mengingat adalah bagian dari proses mereka bertahan dan mencari keadilan.