Hukum & Kriminal

Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Tekankan Anti-Bullying dan Jauhi Narkoba

×

Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Tekankan Anti-Bullying dan Jauhi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono S.I.K., M.M Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Narkoba

jurnalistik.co.id – SMA Negeri 1 Kota Gorontalo menjadi lokasi pembinaan yang berfokus pada pembentukan karakter serta penguatan kesadaran hukum sejak dini. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Gorontalo menyampaikan sejumlah pesan yang ditujukan langsung kepada para pelajar.

Kegiatan tersebut berlangsung ketika Wakapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Dedy Suhartono, S.I.K., M.M., datang ke sekolah untuk bertindak sebagai Pembina Upacara. Kunjungan ini dimaknai sebagai momentum edukatif agar peserta didik memperoleh arahan yang membangun kebiasaan baik dalam keseharian di sekolah maupun di luar lingkungan akademik.

Menurut arahan yang disampaikan, pembinaan upacara diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan taat hukum. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya membangun sikap yang positif, termasuk bagaimana pelajar memperlakukan sesama secara bertanggung jawab agar tercipta suasana sekolah yang tertib dan kondusif.

Pada bagian pembahasan, Wakapolda Gorontalo menegaskan perlunya mencegah tindakan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan para siswa agar saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga hubungan baik antar sesama tanpa merendahkan atau menyakiti pihak lain.

Ajakan tersebut juga disertai penegasan agar pelajar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Dengan menjaga sikap dan perilaku, para siswa diharapkan mampu menciptakan interaksi yang sehat, berlandaskan rasa saling menghargai, dan mendukung iklim belajar yang nyaman.

Disiplin di sekolah dan menjauhi kenakalan remaja

Wakapolda juga mengajak seluruh pelajar untuk mematuhi peraturan sekolah dan meningkatkan kedisiplinan dalam setiap aktivitas. Melalui kedisiplinan, para siswa dinilai lebih siap menata diri, menjaga etika dalam pergaulan, serta menyelaraskan perilaku dengan aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, para pelajar diingatkan untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian agar masa depan generasi muda tidak rusak oleh perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan norma sosial.

Dalam kesempatan yang sama, siswa juga diminta untuk terus menghormati guru dan orang tua. Sikap hormat tersebut diposisikan sebagai dasar pembentukan karakter, sekaligus menjadi pengingat agar pelajar memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif yang mendukung perkembangan diri secara sehat.

Wakapolda menekankan bahwa semangat belajar, kerja keras, serta tanggung jawab merupakan kunci utama dalam meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita. Dengan membangun kebiasaan tersebut, para pelajar diharapkan memiliki arah yang jelas dalam pendidikan, sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari upaya Polri dalam mendekatkan diri dengan dunia pendidikan. Melalui pendekatan edukatif, pembinaan diarahkan agar pelajar memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif.

Wakapolda Gorontalo berharap para siswa SMA Negeri 1 Kota Gorontalo dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, berprestasi, dan bertanggung jawab. Harapan yang disampaikan juga menegaskan agar para pelajar berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bebas dari perundungan, sehingga sinergi antara Polri dan dunia pendidikan semakin kuat dalam membangun generasi muda yang berkualitas.

Melalui rangkaian pembinaan upacara tersebut, para pelajar diarahkan untuk memahami bahwa pembentukan karakter tidak hanya tercermin saat kegiatan resmi berlangsung, tetapi juga dalam cara mereka bersikap sehari-hari. Kebiasaan menaati tata tertib dinilai dapat membangun kedewasaan dalam mengambil keputusan serta menjaga hubungan yang baik di lingkungan sekolah.

Ajakan lain yang ditekankan adalah pentingnya tanggung jawab personal dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Siswa diminta menyadari bahwa setiap tindakan berpengaruh terhadap kenyamanan bersama, sehingga perilaku yang memicu konflik, perundungan, maupun pelanggaran aturan perlu dihindari. Dengan sikap yang disiplin, hormat kepada guru dan orang tua, serta komitmen untuk menjauhi kenakalan remaja, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang taat hukum dan berprestasi.