jurnalistik.co.id – Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol Dedy Suhartono, S.I.K., M.M. menegaskan bahwa pengabdian personel Polri harus berangkat dari hati, tumbuh dalam disiplin, dan diwujudkan melalui layanan yang benar-benar profesional kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakapolda saat memimpin apel pagi gabungan di Lapangan Apel Mapolda Gorontalo, Selasa (27/10/2026). Apel ini diikuti Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polda Gorontalo.
Menurut Wakapolda, apel gabungan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama. Komitmen itu diarahkan agar pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada rutinitas, melainkan menghadirkan rasa aman dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam arahannya, Wakapolda mengingatkan seluruh personel agar menjalankan program Quick Wins Polri secara konsisten. Ia menekankan bahwa setiap program kepolisian perlu menunjukkan dampak nyata, bukan hanya terlaksana di dokumen atau tahapan administrasi.
Wakapolda juga meminta Karo Ops melakukan analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia mengajak agar pengawasan dilakukan secara aktif oleh para PJU sehingga pelaksanaan tugas tetap selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Lebih dari sekadar kedisiplinan operasional, Wakapolda mengajak personel meninjau ulang perjalanan pengabdian mereka kepada institusi. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran atas kontribusi yang telah diberikan, bukan hanya fokus pada apa yang telah diterima.
Pada bagian lain, Wakapolda menegaskan disiplin dalam menangani persoalan di lapangan. Setiap masalah, menurutnya, perlu segera ditangani sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan rumit.
Ia menyampaikan penekanan tegas melalui kalimat, “Jangan pernah mengabaikan hal-hal kecil dalam pelaksanaan tugas. Setiap persoalan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tegasnya.
Wakapolda turut mengingatkan agar personel bijak dalam menggunakan media sosial. Arahan ini disertai pesan agar setiap anggota menjaga nama baik institusi serta tetap memperhatikan cara berkomunikasi agar tidak menimbulkan penilaian negatif di tengah masyarakat.
Berita Terkait
- Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang sampaikan pesan kamtibmas lewat Jumat Keliling, ajak warga jaga kerukunan
- Dansat Brimob Polda Gorontalo Tekankan Jaga Kesehatan dan Disiplin Personel Saat Apel Pagi
- Hari Kesembilan Operasi Patuh Otanaha 2026, Kabag Ops Ditlantas Polda Gorontalo Tegur Kendaraan ODOL
Selain itu, ia meminta personel meningkatkan patroli pada jam-jam rawan. Upaya penguatan patroli ini diarahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus menekan potensi gangguan.
Wakapolda juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah-langkah di lapangan berjalan terpadu dan memberikan efek perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Dalam konteks pelaksanaan tugas harian, Wakapolda menggarisbawahi sikap profesional sebagai fondasi utama. Ia menekankan perlunya etika, soliditas, dan tanggung jawab yang konsisten pada setiap penugasan.
Pengawasan juga menjadi perhatian khusus, termasuk dalam tugas personel yang menjaga tahanan. Wakapolda mengingatkan agar tugas pengawasan tidak dilakukan secara seremonial, melainkan dijalankan dengan ketelitian dan disiplin.
Menutup arahannya, Wakapolda mengajak seluruh personel menjaga kesehatan, terus belajar, dan meningkatkan kemampuan diri. Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut membuat personel semakin siap menghadapi tantangan tugas yang dinamis.
Melalui apel gabungan itu, Wakapolda menegaskan harapannya agar setiap personel Polda Gorontalo mampu menjadikan pengabdian sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian. Dengan cara tersebut, kehadiran Polri dapat dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh integritas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga menekankan pentingnya keseragaman langkah antar unsur dalam menjalankan tugas. Arahan ini dimaksudkan agar arahan pimpinan dapat diterjemahkan hingga tingkat pelaksana secara konsisten dan terukur.
Selain kedisiplinan, fokus utama juga diarahkan pada kualitas layanan yang cepat, tepat, dan mudah dirasakan warga. Ia mengingatkan agar pelaksanaan program kepolisian senantiasa diiringi evaluasi di lapangan sehingga kinerja tidak berhenti pada laporan administratif.
Wakapolda mengingatkan agar setiap anggota tetap menjaga etika, terutama saat berinteraksi di media sosial, dengan tidak menampilkan informasi yang dapat memicu keraguan publik. Di saat yang sama, penguatan patroli pada waktu-waktu rawan dan koordinasi lintas pihak dinilai perlu dilakukan untuk menjaga keamanan tetap stabil dan terkendali.












