Olahraga

Inggris vs Meksiko: FIFA batal ubah jadwal, pub dan polisi siaga kick-off 01:00BST

×

Inggris vs Meksiko: FIFA batal ubah jadwal, pub dan polisi siaga kick-off 01:00BST

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England v Mexico: Pubs and police brace for1am kick-off after Fifa U-turn

jurnalistik.co.id – Pertandingan babak 16 besar Inggris menghadapi Meksiko akan digelar seperti rencana semula pada Senin pukul 01:00BST (18:00 waktu setempat di Meksiko). Kepastian ini muncul setelah FIFA membatalkan rencana pemajuan laga sekitar enam jam.

Sebelumnya, sumber yang diberitakan BBC Sport pada Jumat menyebut laga di Estadio Azteca, Mexico City, dijadwalkan bergeser menjadi 19:00BST pada Minggu. Namun, dalam waktu singkat setelah kabar tersebut beredar, otoritas sepak bola memutuskan untuk tidak melanjutkan perubahan waktu dan laga tetap berjalan pada 01:00BST.

Dengan kick-off yang datang di jam dini hari, efek lanjutan terasa di berbagai lini di Inggris. Sejumlah pihak melanjutkan persiapan menghadapi dampaknya terhadap bisnis, sekolah, serta layanan darurat.

Suasana usaha dan izin buka hingga dini hari

Di Inggris, pembukaan tempat hiburan pada dini hari bukanlah hal yang umum. Sir Keir Starmer menyatakan pub dapat tetap buka hingga pukul 05:00.

Kate Nicholls, Ketua UKHospitality, menyebut pengumuman itu sebagai “very welcome announcement”. Untuk penayangan pertandingan, Greene King mengatakan lebih dari 600 pub di seluruh Inggris akan tetap buka pada jam lebih larut.

Sementara itu, Wetherspoons menyampaikan hanya lima dari lebih dari 800 pub yang akan mempertahankan jam buka agar bisa menampilkan pertandingan. Perbedaan kebijakan ini membuat pengelola harus menata ulang rencana operasional mengikuti perubahan jam tayang yang terjadi menjelang hari pertandingan.

Pada salah satu pub di Hammersmith, Martha Gallagher-Scovle, manajer bar Prince of Wales, mengatakan keputusan FIFA membuat semua rencana terasa “very up in the air”. “We had just sorted staffing and then it was like ‘oh, you’re going to have to change everything you just spent the last 12 hours sorting out,’” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pada pagi hari itu, pelanggan sudah datang untuk mengubah pemesanan. Perubahan waktu yang berulang juga memunculkan pertanyaan mengenai skenario jika jadwal kembali bergeser.

Claudia Carrozzi, Presiden UK Bartender’s Guild, menekankan agar staf yang bekerja hingga pukul 05:00 mendapat pemberitahuan yang cukup, jeda istirahat, dan pertimbangan soal cara pulang. “Planning is key,” katanya, seraya menyebut kemungkinan pub telah memiliki “contingency plan”.

Carrozzi juga mengingatkan pelanggan agar tetap menghargai pekerja pub yang, menurutnya, “going the extra mile” agar perayaan bisa berlangsung. “Without the staff, this celebration couldn’t happen.”

Polisi menyoroti pengumuman yang terlambat

Dari sisi penegakan hukum, National Police Chiefs’ Council mengkritik keputusan terkait jam buka pub yang diumumkan beberapa hari menjelang pertandingan. Mereka menyatakan “late announcement” tersebut membuat petugas harus dialihkan dari tugas lain dan bekerja lebih lama, meski jalur kemungkinan tim sepanjang turnamen sudah dapat diketahui cukup lama sebelumnya.

Organisasi itu meminta penggemar untuk minum dalam batas wajar dan bersikap penuh pertimbangan saat menonton laga. Perubahan jadwal yang terjadi dekat hari H memberi tekanan tambahan pada kebutuhan pengaturan keamanan menjelang dan selama pertandingan.

Penggemar Inggris: tidak perlu mengubah rencana perjalanan

Jadwal yang kembali ke posisi semula membawa angin lega bagi sebagian penggemar yang sudah menata perjalanan. Lebih dari 3.000 penggemar Inggris diperkirakan menghadiri laga di Estadio Azteca, yang berkapasitas 87.000.

Owen Pickering, yang berangkat bersama ketiga putranya berusia tujuh, 16, dan 23 tahun, mengatakan “lucky it all changed”. Ia menilai bila kick-off bergeser ke 12:00 waktu setempat, mereka “wouldn’t have made the match”.

Rangkaian perjalanannya mencakup penerbangan ke Orlando, Florida, lalu dari Tampa ke Meksiko pada Minggu dengan mendarat sekitar pukul 11:00. Jika pertandingan dimajukan, ia memperkirakan delapan orang dalam rombongan termasuk anak-anaknya akan melewatkan laga.

Pickering mengatur agar anak-anaknya tidak mengikuti sekolah dengan biaya £160 per anak. Ia juga menyebut telah mengeluarkan £1,300 untuk tiket penerbangan sebagai “took a gamble” demi peluang timnya lolos fase grup.

“The whole thing has been very expensive,” tambahnya. Terkait cara FIFA menangani perubahan, ia mengkritik keras: “It’s rubbish. There’s no thought about anybody travelling to the game… they don’t care if they spoil it for everybody”.

Dampak ke sekolah dan pekerjaan pada Senin pagi

Jam buka larut hingga dini hari ikut mengalir ke Senin pagi ketika minggu kerja dimulai. Sebagian sekolah, menurut laporan BBC, berencana membuka gerbang lebih lambat pada Senin.

Sejumlah sekolah dasar dan menengah di London, Salford, Midlands, dan County Durham menyebut mereka memajukan jadwal kedatangan sekitar pukul 10:00. Thomas Tuchel, manajer skuat Inggris, menyerukan agar sekolah memberi kesempatan anak-anak menonton pertandingan.

Namun Bridget Phillipson, Menteri Pendidikan, menyatakan ia tidak akan “seek to control what schools are doing”, tetapi menilai penting bagi siswa untuk berada di sekolah pada Senin. “important,” demikian penegasan yang disebut dalam laporannya.

Dari sisi dunia kerja, perubahan jadwal juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian karyawan. Seorang juru bicara TUC menilai “Chopping and changing of kick off time for a crucial England match could be difficult for workers and employers alike”.

Kate Shoesmith, Direktur Kebijakan British Chambers of Commerce (BCC), menambahkan bahwa untuk beberapa pekerjaan—terutama yang bergantung shift—tidak selalu memungkinkan menerapkan fleksibilitas. “it will not be possible to work flexibly” diungkapkannya.

Perjalanan dan transportasi dini hari

Perencanaan perjalanan pada Senin juga menjadi perhatian. RAC memperingatkan agar orang yang begadang untuk menonton pertandingan tidak mengemudi sebelum benar-benar beristirahat dan terhidrasi.

Transport for London (TfL), yang mengoperasikan London Underground, bus, dan London Overground, menyatakan layanan akan berjalan seperti biasa pada Minggu menuju Senin pagi. TfL juga menegaskan tidak ada layanan night Tube, serta meminta pelanggan memeriksa rute sebelum berangkat dan membiasakan diri dengan cara perjalanan yang aman pada malam hari.

Di Manchester, Bee Network menyebut pola layanan normal tetap diterapkan pada Senin. Mereka menambahkan bahwa bus dan trem pertama akan mulai sebelum pukul 05:00, dan penumpang dapat menggunakan bus malam bila diperlukan.