Bisnis & Ekonomi

INNOPROM 2026, Menperin Tawarkan 180 Kawasan Industri untuk Investor Eurasia agar Bangun Pabrik di Indonesia

×

INNOPROM 2026, Menperin Tawarkan 180 Kawasan Industri untuk Investor Eurasia agar Bangun Pabrik di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Menperin Tawarkan 180 Kawasan Industri ke Investor Eurasia, Ajak Buka Pabrik di Indonesia

jurnalistik.co.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak investor dari kawasan Eurasia untuk membangun basis produksi di Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam rangka partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada pameran industri INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Pameran INNOPROM 2026 berlangsung pada 6–9 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, Indonesia memperkenalkan sejumlah lokasi investasi yang siap bangun bagi pelaku industri dari kawasan Eurasia.

Agus menekankan bahwa pemerintah ingin investor melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar besar, melainkan juga sebagai mitra produksi yang dapat tumbuh bersama. Ia menyampaikan maksud tersebut melalui keterangannya pada Jumat (10/7/2026).

Menurut Agus, pengembangan kawasan industri menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat pemerataan industrialisasi. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.

Kawasan industri, dalam pandangan Menperin, tidak berhenti pada penyediaan lahan. Kawasan ini juga diarahkan untuk membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja serta mendukung hilirisasi.

Agus juga menyebutkan bahwa kawasan industri memiliki peran dalam peningkatan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Dengan demikian, investor tidak hanya memperoleh tempat usaha, tetapi juga ekosistem yang relevan untuk menjalankan kegiatan industri.

Hingga kuartal II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12.000 tenant. Angka tersebut menunjukkan kapasitas penyediaan lokasi yang sudah terbangun untuk kebutuhan investasi manufaktur.

Dalam catatan kinerja, sepanjang tahun sebelumnya kawasan-kawasan tersebut berhasil menarik investasi sebesar Rp 6.744,58 triliun. Nilai itu disebut tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Agus menambahkan bahwa saat ini kawasan industri tidak lagi semata menawarkan lahan untuk perusahaan. Pemerintah menyoroti adanya dukungan infrastruktur, layanan, serta sistem perizinan yang terintegrasi agar perusahaan dapat memulai kegiatan usahanya dengan lebih mudah.

Ia menyebut pemerintah menghadirkan lokasi investasi yang telah didukung infrastruktur dan regulasi, sekaligus menawarkan layanan yang semakin kompetitif. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan diharapkan dapat segera membangun basis produksinya di Indonesia.

Penguatan promosi melalui co-exhibitor

Untuk memperkuat promosi investasi pada pameran tersebut, Kementerian Perindustrian membawa lima pengelola kawasan industri sebagai co-exhibitor. Langkah ini sekaligus memberi ruang komunikasi langsung antara calon investor dan pengelola di Indonesia.

Lima pengelola yang ikut hadir meliputi KI Wiraraja Indonesia/PT Galang Bumi Industri. Selain itu, terdapat PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) selaku pengelola KEK Industropolis Batang, Bintan Industrial Estate, serta Kendal Industrial Park, bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy menyampaikan bahwa keikutsertaan para pengelola tersebut bertujuan mempercepat komunikasi bisnis dengan calon investor dari kawasan Eurasia.

Tri menjelaskan bahwa investor dapat berdiskusi secara langsung dengan pengelola kawasan industri di Indonesia. Mereka juga dapat memahami fasilitas yang tersedia, mengenal berbagai skema insentif, hingga menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan usaha masing-masing.

Harapan Tri, pertemuan yang terjadi di pameran dapat berlanjut menjadi investasi yang terealisasi di Indonesia. Dengan penguatan pertemuan bisnis serta kesiapan kawasan yang ditawarkan, INNOPROM 2026 menjadi momentum untuk membuka pembicaraan lanjutan.

Melalui penawaran 180 kawasan industri dan penyediaan ekosistem yang terhubung dengan layanan serta sistem perizinan, pemerintah menempatkan promosi investasi pada pameran sebagai jembatan menuju pendirian pabrik di dalam negeri. Ajakan tersebut sekaligus diarahkan pada tujuan industrialisasi yang lebih merata dan berkelanjutan.