Internasional

Iran Tekankan Pembukaan Penuh Selat Hormuz Perlu Kondisi Tambahan

×

Iran Tekankan Pembukaan Penuh Selat Hormuz Perlu Kondisi Tambahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Iran Beberkan Syarat Pembukaan Kembali Selat Hormuz

jurnalistik.co.id – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa upaya memulihkan pelayaran di kawasan Selat Hormuz tidak otomatis berujung pada pembukaan penuh. Menurutnya, setiap langkah akan bergantung pada sejumlah prasyarat yang masih harus dipenuhi.

Araghchi menyebut Iran dan Oman sudah sangat dekat mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara bagi kapal yang masuk dan keluar dari Teluk Persia. Namun, kedekatan pembahasan itu, kata dia, tidak berarti Selat Hormuz akan langsung dibuka kembali sepenuhnya.

Kesepakatan sementara tidak sama dengan pembukaan penuh

Araghchi menjelaskan para perunding kini semakin dekat dengan skema sementara agar aktivitas pelayaran tetap berjalan. Meski demikian, pembukaan penuh tetap mensyaratkan terpenuhinya ketentuan yang ditetapkan Iran.

Ia juga merujuk pada nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni dan kemudian berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ekspektasi meningkat dalam sepekan terakhir bahwa Iran dan Oman akan segera mengumumkan kesepakatan terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam penjelasannya, Araghchi menekankan bahwa pembahasan pelayaran tidak berdiri sendiri. Ia menyatakan, “Pembukaan Selat Hormuz bergantung pada sejumlah kondisi lainnya, termasuk kompensasi atas pelanggaran Amerika Serikat terhadap Islamabad Agreement,” kata Araghchi, Sabtu (8/8/2026).

Artinya, meski jalur sementara dapat disepakati, agenda pembukaan penuh akan tetap terikat pada pemenuhan kondisi lain yang dipandang penting oleh Teheran. Iran memosisikan proses ini sebagai bagian dari rangkaian syarat yang harus menyentuh aspek-aspek tertentu, bukan sekadar pengaturan rute.

Riwayat gencatan senjata dan pemicu runtuhnya kesepakatan

Araghchi mengingatkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya hanya bertahan kurang dari satu bulan. Gencatan senjata itu kemudian runtuh akibat perselisihan mengenai pengendalian Selat Hormuz.

Dengan latar itu, pembukaan kembali pelayaran menjadi isu yang sensitif dan berhubungan langsung dengan kontrol atas kawasan strategis tersebut. Iran juga menunjukkan bahwa pengalaman sebelumnya memengaruhi cara mereka memandang kesiapan membuka kembali jalur secara menyeluruh.

Respons Washington masih belum jelas

Selain soal syarat dari sisi Iran dan kesepakatan dengan Oman, Araghchi menyebut belum ada kejelasan mengenai bagaimana Washington akan merespons kesepakatan akhir terkait jalur pelayaran tersebut. Iran menilai bahwa langkah apa pun harus dipahami dalam konteks kepentingan dan posisi masing-masing pihak.

Lebih lanjut, Iran menegaskan Amerika Serikat tidak menjadi bagian dari kesepakatan yang sedang dibahas dengan Oman. Penegasan ini menempatkan proses Iran-Oman sebagai jalur diplomatik yang terpisah dari keterlibatan langsung Washington.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan mendesak agar navigasi melalui Selat Hormuz kembali berlangsung tanpa hambatan. Trump juga mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika jalur strategis itu tidak dibuka kembali.

Saat ini, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kebijakan tersebut menjadi faktor yang membuat pemulihan pelayaran komersial belum dapat dianggap pasti sampai ada keputusan yang menyentuh status blokade.

Dalam laporan Reuters, dengan mengutip seorang pejabat AS, disebutkan bahwa Washington berencana mencabut blokade laut tersebut setelah Iran dan Oman mengumumkan kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial. Pejabat itu juga menyebut kesepakatan antara Iran dan Oman diperkirakan segera diumumkan.

Dampak ke pasar minyak menyertai ketidakpastian

Ketidakpastian mengenai pembukaan Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Ketika jalur strategis belum dipastikan terbuka secara penuh, pasar cenderung merespons dengan kehati-hatian karena risiko gangguan logistik dan suplai energi tetap terbaca.

Dengan sejumlah persyaratan yang disebut Araghchi belum sepenuhnya selesai, proses negosiasi tetap berada pada fase menentukan parameter-parameter akhir. Setelah kesepakatan sementara mengarah pada pengumuman, perhatian berikutnya akan tertuju pada pemenuhan kondisi tambahan yang dinyatakan Iran serta respons kebijakan AS.