jurnalistik.co.id – Musim panas yang tidak biasa dan kering di Inggris bagian selatan belakangan ini ternyata tidak hanya memengaruhi aktivitas harian, tetapi juga menyingkap jejak-jejak bersejarah yang selama ini tersembunyi di bawah permukaan halaman.
Di sejumlah lokasi, pola tanah yang mengering dan ābercakā di rumput memperlihatkan garis besar instalasi lama yang dulu berada di area tersebut. Fenomena ini muncul karena kondisi cuaca yang hangat dan kering, yang membuat bekas-bekas di bawah tanah tampak lebih jelas pada permukaan.
Di antara situs yang mengalami penampakan jejak tersebut adalah Portchester Castle dan Blenheim Palace, dua tempat yang sama-sama menyimpan lapisan sejarah panjang. Di Blenheim, jejak yang terlihat bahkan mengarah pada sisa-sisa tata taman yang sudah tidak ada lagi.
Jejak taman abad ke-18 di Blenheim Palace
Di area Blenheim Palace, ājejakā yang tersingkap pada sebuah hamparan rumput memperlihatkan footprint sebuah taman dari abad ke-18. Andy Mills, kepala juru taman di situs Warisan Dunia UNESCO, menyampaikan kepada BBC bahwa melihat bentuk parterre bersejarah itu terasa āabsolutely magicalā.
Menurut Mills, parterre awalnya dibangun pada 1705 dan baru kemudian dibongkar pada 1760. Ia menyebut bahwa penampakan garis-garis tersebut muncul sekitar 260 tahun setelah parterre itu dihancurkan.
Mills menjelaskan bahwa parterre yang dimaksud merupakan istilah berbahasa Prancis, dengan makna āon the groundā, atau ādi permukaan tanahā. Ia juga menilai pemasangan taman tersebut sebagai proyek yang sangat besar dari sisi biaya dan skala: āIt was a very large extravagant thing to do, but it was a way of showing your wealth and importance and that sort of thing,ā ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rancangan awal parterre tidak sekadar estetika, melainkan juga cerminan status. ā…had been constructed in 1705, and would have ācost an absolute fortune to installā,ā kata Mills, merujuk pada besarnya investasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan taman itu pada masanya.
Ketika cuaca kembali sangat panas, garis besar parterre pun mulai āmunculā di hamparan rumput. Mills menggambarkan ukurannya sebagai sesuatu yang terasa besar dan dominan, menyatakan bahwa jejak tersebut āhas appeared out on the lawnā dan membuatnya āabsolutely fantasticā.
Ia menuturkan, struktur yang terlihat itu seperti bangunan yang āhugeā dan āmassiveā, sekaligus menegaskan bahwa lokasi tersebut sejak lama diyakini menyimpan bukti arkeologi di bawah permukaan: āWe know itās there, we know itās under the ground, we know the archaeology is there and itās just one of those happy coincidences of this very, very hot weather that these things appear.ā
Bagi Mills, momen ini juga menjadi konfirmasi visual terhadap apa yang selama ini hanya bisa dipahami melalui sejarah dan penyelidikan. Ia menyimpulkan dengan nada kekaguman, āItās just superb to see – itās amazing.ā
Greys Court dan Portchester Castle: garis bangunan yang āmunculā di rumput
Berita Terkait
Fenomena yang sama tidak berhenti di satu lokasi. Di Oxfordshire, kondisi cuaca hangat dan kering turut memperlihatkan garis besar bangunan yang sebelumnya telah hilang di area Greys Court, dekat Henley-on-Thames.
Pola bercak tanah di Oval Lawn pada properti milik National Trust menunjukkan adanya sejumlah bangunan dari abad ke-16. Jejak itu mengisyaratkan bahwa bangunan-bangunan tersebut pernah berdiri di sana sebelum kemudian lenyap.
Berkaitan dengan temuan tersebut, penyelidikan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir membantu memetakan fungsi ruang masa lalu. Garis-garis yang tampak diyakini terkait dengan bangunan panjang dan sempit yang dahulu berdiri di atas hamparan rumput, sekaligus berfungsi menghubungkan dua sisi sebuah halaman pada era abad pertengahan.
Sementara itu, di Portchester Castle di Hampshire, kondisi hangat mendorong munculnya bercak di rumput yang kemudian memperlihatkan jejak sebuah bangunan penyimpanan bergaya Tudor. Menurut English Heritage, pengelola kastel tersebut, storehouse itu diperkirakan berasal dari rentang waktu antara 1489 dan 1540.
Dengan latar cuaca yang sangat panas, pola di permukaan membuat bentuk bangunan tersebut lebih mudah dikenali. Hal ini memberi kesempatan bagi pengamat untuk melihat petunjuk yang biasanya tidak terlihat langsung pada musim yang lebih biasa.
Mottisfont: bekas dinding biara hingga perubahan Tudor
Area lain yang juga mengalami penampakan bercak musim ini adalah Mottisfont, dekat Romsey. Di lokasi tersebut, pola yang muncul mengungkap sisa-sisa dinding dari abad ke-13 dan abad ke-16.
National Trust menjelaskan bahwa dinding-dinding yang terkubur itu merupakan āburied remains of monastery buildings including a cloister and various other buildings, as well as later Tudor alterationsā. Dengan kata lain, sisa yang terlihat tidak hanya berasal dari periode awal bangunan biara, tetapi juga mencakup perubahan pada masa Tudor.
Arkeolog James Brown menyebut jejak yang tersingkap sebagai penyingkapan yang menarik. Ia menggambarkan temuan tersebut sebagai āintriguing glimpses into the oldest history of buildings knownā di Mottisfont. Menurutnya, apa yang terlihat memberi ājendelaā tentang sejarah bangunan tertua yang pernah diketahui di lokasi itu.
Brown juga menegaskan bahwa informasi lebih mendalam yang biasanya memerlukan penggalian belum dilakukan pada bangunan-bangunan tersebut. āWe have carried out some geophysical surveys but the buildings have never been dug so their secrets remain hidden except for these rare moments when their outlines appear in the lawns,ā ujarnya.
Bagi banyak orang, momen-momen seperti ini menjadi pertemuan langka antara cuaca ekstrem dan jejak sejarah yang tersimpan lama. Garis-garis yang hanya tampak pada kondisi tertentu lalu menghilang kembali di musim berikutnya membuat proses pengamatan terasa seperti āpengungkapan sementaraā dari masa lampau.
Di berbagai situs, dari Blenheim Palace hingga Mottisfont, kemarau musim panas yang sangat hangat ternyata bertindak sebagai penyingkap lapisan waktu. Bekas-bekas yang sebelumnya berada ādi bawahā kini terlihat ādi atasā, memberi pemahaman baru tentang skala, tata ruang, dan jejak konstruksi yang pernah ada ratusan tahun lalu.












