jurnalistik.co.id – Inggris tengah meninjau kembali kesepakatan penyerahan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai kesepakatan tersebut “terrible” dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam penjelasannya, Streeting menegaskan proses evaluasi perlu dilakukan. Ia menyatakan bahwa mereka “have to” meninjau ulang kesepakatan itu karena Amerika Serikat tidak mendukungnya.
Kesepakatan awal yang sedang ditinjau berhubungan dengan status kedaulatan Chagos. Rencana tersebut memuat penyerahan kedaulatan wilayah kepada Mauritius.
Di saat yang sama, Inggris juga disebut akan membayar sejumlah kompensasi dalam bentuk biaya sewa. Perjanjian awal itu mengatur pembayaran rata-rata sebesar ÂŁ101 juta (US$136 juta) setiap tahun untuk mekanisme sewa balik.
Komponen penting lain dalam kesepakatan tersebut adalah keberlanjutan basis militer bersama. Inggris dan Amerika Serikat akan tetap dapat menyewa kembali fasilitas militer di lokasi itu melalui skema yang sama.
Lokasi pangkalan yang dimaksud dipandang memiliki nilai strategis. Letaknya disebut berada di kawasan Samudra Hindia, sebuah posisi yang membuat pangkalan tersebut relevan bagi kepentingan keamanan.
Setelah komentar Trump di forum internasional, perhatian kemudian mengarah pada apakah dukungan pihak Amerika Serikat menjadi kunci kelancaran kesepakatan. Streeting mengaitkan kebutuhan peninjauan ulang secara langsung dengan sikap AS yang tidak mendukung.
Dalam situasi seperti itu, keputusan Inggris dapat dipahami sebagai respons terhadap perubahan dukungan dari pihak mitra. Evaluasi ulang dilakukan bukan hanya pada kalimat politik, tetapi pada keselarasan dukungan antarnegara yang terlibat.
Kesepakatan yang awalnya dirancang untuk memadukan transfer kedaulatan dan kelanjutan penggunaan basis militer kini menghadapi hambatan. Komponen-komponen itu tidak berjalan seperti semula, sehingga prosesnya dinilai mengalami kemacetan.
Berita Terkait
- Geoff Kitchen Meninggal Serangan Jantung setelah Pesawat Singapore Airlines Terkena Turbulensi, Sidang Inquest Ungkap
- Apakah Burnham benar menuding Rusia di balik disinformasi online? BBC Verify menelusuri operasi terkait Rusia yang menyebar hoaks ke Inggris dan Ukraina
- Presiden Iran Peringatkan Trump: Iran Tak Akan “bend the knee”
Mengapa kesepakatan itu tersendat
BBC menyoroti bahwa perjanjian pemerintah Inggris dengan Mauritius telah mengalami stagnasi. Dalam laporan video tersebut, koresponden diplomatik BBC Caroline Hawley menelusuri alasan mengapa pengaturan tersebut tidak lagi bergerak sesuai rencana.
Fokus diskusi bergeser setelah komentar Trump di Sidang Majelis Umum PBB. Penilaian “terrible” yang muncul dalam forum itu menjadi pemicu meningkatnya sorotan terhadap kelanjutan kesepakatan.
Bagi Streeting, persoalannya kemudian tidak berhenti pada penilaian publik, melainkan pada dukungan negara. Ia menyatakan bahwa tinjauan ulang “we have to” dilakukan karena Amerika Serikat tidak mendukung kesepakatan tersebut.
Dengan demikian, dua unsur yang sebelumnya dipadukan—penyerahan kedaulatan kepada Mauritius dan skema sewa balik basis militer Inggris-AS—berhadapan dengan tantangan sinkronisasi. Ketika salah satu pihak tidak mendukung, rencana yang bergantung pada kerja sama antarpihak menjadi lebih sulit untuk dilanjutkan.
Peninjauan ulang juga menempatkan Inggris pada posisi untuk memastikan arah kebijakannya tetap sejalan dengan preferensi dan sikap mitra strategis. Pernyataan Streeting memperlihatkan bahwa pemerintah Inggris membaca sikap AS sebagai faktor penentu.
Jika evaluasi tersebut mengarah pada penyesuaian, maka implikasinya berkaitan dengan bagaimana transfer kedaulatan dapat terjadi bersamaan dengan penggunaan pangkalan militer. Mekanisme biaya sewa yang direncanakan juga menjadi bagian dari perhitungan ulang.
Hingga saat ini, yang menjadi titik tekan adalah pengkajian ulang perjanjian yang telah ditetapkan untuk Chagos. Langkah Inggris muncul setelah konteks internasional berubah, terutama karena komentar Trump di Sidang Majelis Umum PBB dan posisi AS yang tidak mendukung.
Laporan BBC kemudian mempertemukan unsur politik tingkat tinggi dengan detail kesepakatan yang bersifat operasional. Dengan mengaitkan pernyataan Streeting pada sikap AS, diskusi mengenai mengapa kesepakatan itu tersendat mengerucut pada persoalan dukungan dan kelanjutan kerja sama.
Dalam kerangka itulah, peninjauan ulang menjadi langkah kebijakan yang menandai bahwa kesepakatan Chagos tidak bisa diperlakukan sebagai agenda yang berjalan otomatis. Pemerintah Inggris menempatkan kebutuhan evaluasi sebagai respons atas kondisi yang berubah, sementara masa depan kesepakatan itu masih harus ditentukan.












