Internasional

Kim Jong Un Janjikan Perkuat Hubungan dengan Vietnam, Surat Balasan untuk Presiden To Lam

×

Kim Jong Un Janjikan Perkuat Hubungan dengan Vietnam, Surat Balasan untuk Presiden To Lam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Korut Makin Mesra dengan Tetangga RI, Kim Jong Un Janjikan Ini

jurnalistik.co.id – Korea Utara menyatakan komitmen memperkuat kerja sama dengan Vietnam seiring hubungan kedua negara yang makin dekat. Pernyataan itu disampaikan pemimpin Korut, Kim Jong-un, melalui surat balasan kepada Presiden Vietnam To Lam.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Lam sebelumnya mengirim surat kepada Kim pada 9 September untuk memperingati 78 tahun berdirinya Korut. Balasan yang dikirim pada Senin tersebut memuat pesan agar hubungan kedua negara terus dikembangkan.

Kim menegaskan bahwa kerja sama dan persahabatan tradisional kedua pihak akan bergerak ke tahap baru. Ia menyebut perkembangan itu lahir setelah pertemuan mereka di Pyongyang pada Oktober lalu.

“Hubungan persahabatan dan kerja sama tradisional antara kedua negara, yang telah memasuki babak perkembangan baru setelah pertemuan kita di Pyongyang Oktober lalu, akan terus diperluas dan dikembangkan demi kepentingan bersama kedua rakyat,” tulis Kim, sebagaimana dikutip KCNA dan media Yonhap, Rabu (28/10/2026).

Dalam suratnya, To Lam menyampaikan bahwa hubungan Vietnam dan Korea Utara terus menguat sejak pertemuan kedua pemimpin pada Oktober tahun lalu. Lam juga menekankan bahwa kedua negara telah menindaklanjuti kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut.

To Lam menegaskan kesiapan Vietnam untuk bekerja sama dengan Korea Utara guna mendukung perdamaian dan stabilitas. Ruang lingkup yang disebut meliputi level regional maupun global, mencerminkan fokus pada aspek keamanan dan tata hubungan kawasan.

Hubungan kedua negara disebut menghangat setelah kunjungan To Lam ke Korea Utara pada Oktober tahun lalu. Kunjungan itu disebut menjadi kunjungan pertama seorang pemimpin tinggi Vietnam ke Pyongyang dalam 18 tahun.

Setelah kunjungan tersebut, kerja sama dinilai berlanjut melalui serangkaian pertemuan pejabat tinggi kedua pihak. Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan agenda bilateral.

Pada Mei, Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui di Pyongyang. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat jalur diplomasi.

Selanjutnya, sebulan setelah pertemuan tersebut, pejabat keamanan kedua negara juga menggelar pembicaraan di Pyongyang. Agenda yang dibahas mencakup kerja sama dalam bidang keamanan publik dan penegakan hukum.

Penguatan hubungan lewat jalur politik dan antarlembaga

Serangkaian pertemuan itu menandai perluasan hubungan Vietnam dan Korea Utara. Penekanannya tidak hanya pada komunikasi politik di level pimpinan, tetapi juga pada kerja sama antarlembaga melalui pertemuan pejabat urusan luar negeri hingga keamanan.

Dengan adanya surat balasan Kim kepada To Lam, kedua negara kembali menegaskan arah kerja sama yang ingin diperluas. Pesan yang disampaikan dalam surat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tindak lanjut atas pertemuan Oktober tahun lalu terus dijaga melalui mekanisme diplomasi maupun koordinasi lintas bidang.

Surat balasan Kim kepada To Lam juga menekankan bahwa kerja sama yang sudah terjalin tidak berhenti pada level seremonial, melainkan diarahkan menjadi agenda yang terus ditopang. Dalam pesan itu, Kim menempatkan perluasan hubungan sebagai kelanjutan dari momentum pertemuan sebelumnya, sekaligus sebagai penegasan bahwa komunikasi kedua pihak tetap berjalan.

Rentang tindak lanjut yang disebut dalam laporan memperlihatkan pola yang konsisten: setelah pertemuan pemimpin di Pyongyang, berbagai pertemuan pejabat menjadi sarana untuk merapikan arah pembahasan. Koordinasi tidak hanya menyasar hubungan luar negeri, tetapi juga merembet ke ranah keamanan, termasuk pembicaraan yang mencakup isu keamanan publik dan penegakan hukum.

Di sisi lain, To Lam menyampaikan bahwa kesiapan Vietnam untuk bekerja sama dengan Korea Utara ditempatkan pada tujuan perdamaian dan stabilitas. Penekanan pada skala regional maupun global menunjukkan bahwa kedua negara memandang kerja sama sebagai bagian dari upaya menjaga tata hubungan kawasan, dengan fokus pada aspek keamanan dan langkah-langkah praktis yang dapat diselaraskan.