Hukum & Kriminal

Pasca Peretasan US$6 Miliar, Binance Mulai Buka Penarikan Dana Secara Bertahap pada Minggu

×

Pasca Peretasan US$6 Miliar, Binance Mulai Buka Penarikan Dana Secara Bertahap pada Minggu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Usai Peretasan US$6 Miliar, Binance Mulai Buka Penarikan Dana - Teknologi

jurnalistik.co.id – Binance mengumumkan penarikan dana akan dibuka secara bertahap pada Minggu. Langkah ini diambil dua hari setelah upaya peretas berusaha menguras aset kripto bernilai lebih dari US$6 miliar dari bursa tersebut.

Menurut pemberitahuan perusahaan, layanan penarikan dana sempat dihentikan pada Jumat pagi waktu Asia. Penghentian tersebut dilakukan setelah insiden peretasan terungkap.

Dalam pengumuman yang disampaikan lewat akun X, Binance menyebut pembukaan tahap pertama dimulai pada pukul 14.00 hingga 17.00 waktu Singapura. Jadwal itu menjadi acuan untuk pengguna yang menunggu akses kembali ke fitur penarikan.

Perusahaan mengatakan pendekatan yang dipilih adalah memulihkan layanan secara berurutan. Binance menyatakan prioritas penanganan didasarkan pada data permintaan pengguna selama sepekan terakhir.

“Kami menerapkan pendekatan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna selama sepekan terakhir. Dengan demikian, setiap pasangan jaringan dan aset dapat dipulihkan secara cermat, setelah pemeriksaan stabilitas dan keamanan diselesaikan sebelum akses dibuka kembali,” kata Binance.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan akses tidak dilakukan sekaligus. Binance menekankan setiap pasangan jaringan dan aset akan dipulihkan melalui proses pemeriksaan yang lebih ketat.

Dengan mekanisme bertahap, perusahaan berupaya memastikan perubahan pada sistem tidak menimbulkan risiko baru. Pada saat yang sama, pengguna yang memiliki permintaan tinggi diharapkan memperoleh akses lebih dulu.

Insiden ini juga menjadi perhatian otoritas. Pada Sabtu, Biro Investigasi Federal (FBI) menyatakan Korea Utara bertanggung jawab atas upaya peretasan tersebut.

FBI mengaitkan serangan ini dengan TraderTraitor, sebuah unit peretas elite asal Korea Utara. Unit tersebut sebelumnya pernah dituding FBI sebagai pelaku serangan terhadap bursa Bybit pada 2025.

Serangan terhadap Bybit pada tahun tersebut sebelumnya juga disebut sebagai bagian dari pola serupa yang menjadi perhatian penegak hukum. Kini, FBI menyebut keterkaitan yang sama dalam upaya menargetkan Binance.

Menurut narasi yang disampaikan dalam laporan, pencurian kripto pada insiden ini digambarkan sebagai pencurian terbesar sebelum kejadian yang dialami Binance. Klaim tersebut menempatkan upaya peretasan terhadap Binance sebagai bagian dari rangkaian serangan berskala besar di ekosistem aset digital.

Di sisi lain, Binance memposisikan pemulihan layanan penarikan sebagai proses pemulihan yang berfokus pada keamanan. Perusahaan menyebut bahwa pemeriksaan stabilitas dan keamanan menjadi syarat sebelum akses pembukaan kembali dilakukan.

Dengan demikian, pengguna akan menerima pembukaan bertahap sesuai kategori token dan kebutuhan pengguna. Tahap lanjutan diharapkan mengikuti hasil pemeriksaan yang dilakukan setelah tahap pertama berjalan.

Langkah ini menjadi penanda bahwa bursa tetap menjalankan pengendalian ketat pascakejadian. Bagi pasar, jadwal penarikan yang diperinci hingga rentang waktu tertentu memberi gambaran awal kapan likuiditas bisa mulai dipulihkan.

Sementara itu, untuk pengguna dan pelaku industri, perkembangan dari sisi penegakan hukum menambah dimensi baru pada kasus. Penetapan FBI mengenai keterlibatan Korea Utara dan TraderTraitor membuat insiden ini tidak hanya dilihat sebagai masalah teknis, tetapi juga sebagai isu keamanan siber lintas negara.

Ke depan, fokus utama masih berada pada kelanjutan proses pemulihan serta pembukaan tahap-tahap berikutnya. Binance menjelaskan bahwa akses akan kembali dibuka setelah setiap pemeriksaan selesai, sehingga setiap jaringan dan aset dapat dipulihkan secara cermat dan terukur.

Pemulihan yang tidak serentak ini berangkat dari jeda ketika penarikan sempat dihentikan pada Jumat pagi waktu Asia, kemudian dialihkan ke rencana pembukaan bertahap pada Minggu.

Di sisi lain, Binance menempatkan pemeriksaan stabilitas dan keamanan sebagai prasyarat sebelum akses diperluas ke pasangan jaringan dan aset berikutnya, sementara FBI menyebut Korea Utara serta TraderTraitor berada di balik serangan.