Internasional

Kisah Rosemary Kennedy: adik John F. Kennedy yang disembunyikan hampir 20 tahun

×

Kisah Rosemary Kennedy: adik John F. Kennedy yang disembunyikan hampir 20 tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Presiden AS Punya Adik yang Disembunyikan 20 Tahun Gegara Disabilitas

jurnalistik.co.id – Di balik kilap pemerintahan John F. Kennedy, ada satu kisah keluarga yang berlangsung dalam bayang-bayang. Rosemary Kennedy, adik sang presiden, hidup menyendiri dan dirahasiakan dari kehidupan publik hampir dua dekade setelah kondisi kesehatannya semakin memburuk.

John F. Kennedy dikenal sebagai figur nomor satu di Amerika Serikat saat duduk di Gedung Putih. Namun, pada periode yang sama, Rosemary justru tidak ikut terpapar sorotan dunia. Ceritanya menyangkut keputusan medis, dampak jangka panjang, dan pilihan keluarga untuk menjaga jarak.

Rosemary Kennedy merupakan anak ketiga dari pasangan Joseph Kennedy dan Rose Elizabeth. Ia lahir pada 13 September 1918 dan sejak awal sudah memiliki latar kondisi yang membuatnya berbeda dibanding saudara-saudaranya.

Pada proses kelahirannya, tidak semua tahapan berjalan seperti yang diharapkan. Saat Rosemary dilahirkan di rumah sakit, persalinannya tidak ditangani langsung oleh dokter. Seorang perawat justru disebut tidak berani membantu proses kelahiran, sehingga Rosemary ditinggalkan di jalur lahir selama sekitar dua jam.

Kondisi tersebut berujung pada berkurangnya pasokan oksigen. Dalam cerita keluarga, kekurangan oksigen itu kemudian berdampak pada kerusakan otak, yang kelak terasa pada fase tumbuh kembang berikutnya.

Setelah dokter akhirnya datang, Rosemary tetap berhasil dilahirkan. Akan tetapi, masalah yang tersisa tidak hilang begitu saja. Seiring waktu, ia mengalami kesulitan belajar dan perkembangan emosinya digambarkan tidak stabil.

Perbedaan ini menjadi kontras yang mencolok di tengah lingkungan keluarga yang memiliki reputasi prestasi. Joseph Kennedy, sang ayah, kemudian mengambil keputusan yang ia anggap sebagai jalan keluar.

Keputusan itu berujung pada tindakan medis yang ekstrem untuk ukuran masa kini. Pada era 1940-an, Joseph mengizinkan dokter melakukan operasi lobotomi terhadap Rosemary.

Lobotomi pada waktu itu memang dikenal sebagai metode untuk menangani persoalan perilaku dan emosi. Namun, tindakan tersebut juga membawa risiko besar, dan dalam kasus Rosemary, hasilnya justru berlawanan dengan harapan.

Alih-alih membuat keadaannya membaik, operasi tersebut disebut membuat kondisi Rosemary semakin rusak. Ia kemudian mengalami kelumpuhan, dan kemampuan geraknya ikut terdampak secara serius.

Setelah perubahan kesehatan yang tajam itu, kehidupan Rosemary tidak lagi berlangsung seperti sebelumnya. Ia disebut diasingkan dan tinggal dengan seorang perawat, sementara aksesnya ke lingkungan sosial dan keluarga dipersempit.

Bagian yang paling sulit dipahami publik adalah ketidakjelasan lokasi tempat tinggalnya. Lokasi itu tidak diketahui oleh warga Amerika Serikat, sehingga Rosemary praktis hidup dalam lingkup yang tertutup.

Ketika John F. Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat pada 1961, Rosemary tetap berada jauh dari kehidupan publik. Ia tidak mengetahui banyak hal yang terjadi di luar tempat tinggalnya, sementara orang-orang di luar sana mengikuti dinamika politik dan pemberitaan.

Pengasingan ini berlangsung selama sekitar 20 tahun. Rentang waktu yang panjang itu membentuk pola hidup Rosemary yang sangat berbeda dari gambaran keluarga Kennedy di mata publik.

Perubahan kecil mulai terjadi pada 1969, ketika Rosemary akhirnya bertemu dengan ibunya. Pertemuan itu berlangsung dramatis karena Rosemary menolak bertemu ibunya.

Penolakan tersebut menandai babak baru dalam relasi Rosemary dengan keluarga. Setelah pengalaman yang penuh ketegangan itu, Rosemary kemudian memilih menutup diri dari lingkungan keluarga Kennedy, seolah mengunci dirinya dalam jarak yang lebih aman.

Setelah masa pengasingan dan pertemuan yang tidak berjalan seperti yang mungkin diharapkan, Rosemary menjalani tahun-tahun terakhir hidupnya di sebuah panti jompo. Di tempat itu, ia tinggal hingga akhir hayatnya.

Rosemary Kennedy meninggal dunia pada 7 Januari 2005. Kisahnya tetap menyisakan pertanyaan tentang keputusan medis pada zamannya, cara keluarga menghadapi kondisi disabilitas, dan bagaimana seseorang bisa menghilang dari sorotan publik meski berasal dari keluarga yang paling terkenal.

Warisan yang tidak pernah sepenuhnya terlihat

Dalam ingatan publik, John F. Kennedy sering dikenang melalui peran politik dan simbol kepemimpinan. Namun, Rosemary mengingatkan bahwa di balik sorotan, ada kehidupan lain yang berjalan dengan ritme berbeda—dipengaruhi oleh tindakan medis, keterbatasan fisik, dan jarak yang sengaja dibangun.

Hampir dua dekade pengasingan menunjukkan bahwa rahasia keluarga tidak selalu lahir dari kebetulan. Ada rentetan kejadian yang bermula dari proses kelahiran, berlanjut pada kerusakan otak, dan berujung pada lobotomi yang pada kenyataannya justru memperparah keadaan.

Meski waktu telah berlalu, detail-detail tanggal dan peristiwa—kelahiran pada 13 September 1918, masa pengasingan selama sekitar 20 tahun, pertemuan yang terjadi pada 1969, hingga wafat pada 7 Januari 2005—membentuk satu rangkaian yang utuh tentang bagaimana hidup Rosemary berubah secara menyeluruh.