Internasional

Perjalanan Bus Gratis untuk Penyandang Disabilitas di Inggris Diperpanjang Jadi 24 Jam Mulai April

×

Perjalanan Bus Gratis untuk Penyandang Disabilitas di Inggris Diperpanjang Jadi 24 Jam Mulai April

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Free bus travel for disabled people in England to be extended to 24 hours a day

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris mengumumkan perluasan layanan perjalanan bus gratis bagi penyandang disabilitas di wilayah Inggris mulai April. Aturannya akan memungkinkan penggunaan kartu bus tersebut kapan saja sepanjang hari.

Saat ini, kartu bus gratis untuk penyandang disabilitas di Inggris hanya berlaku pada 09:30 hingga 23:00 pada hari kerja. Dengan perubahan yang diumumkan, pemegang kartu dapat menggunakan layanan bus kapan pun, termasuk di luar jam tersebut, selama 24 jam penuh.

Kartu tersebut tetap bisa dipakai tanpa batas waktu pada akhir pekan dan hari libur bank (bank holidays). Namun, pada hari kerja, pembatasan jam menjadi kendala bagi sebagian orang untuk bepergian menuju pekerjaan atau menghadiri acara pada waktu malam.

Pemerintah menyebut perubahan ini berpotensi memberi manfaat bagi sekitar satu juta orang. Kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan agenda menurunkan biaya hidup dan mendorong lebih banyak orang untuk masuk atau kembali bekerja.

Dukungan dan respons dari berbagai pihak

Disability charity Scope menyambut langkah ini dengan mengatakan kebijakan tersebut akan “remove barriers to everyday life”. Menurut organisasi tersebut, perluasan akses perjalanan diharapkan mengurangi hambatan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Perdana Menteri Andy Burnham menilai pembatasan jam selama ini tidak tepat. Ia mengatakan “it was ‘simply not right that many disabled people cannot travel using their pass during certain times of the day’”. Burnham juga menyatakan pemerintah akan melakukan perubahan setelah sebelumnya menerapkannya saat ia menjabat sebagai wali kota Greater Manchester.

Burnham mengingat bahwa pada awal tahun ini ia menghapus pembatasan waktu bagi pemegang kartu bus disabilitas di Manchester. Tujuannya agar mereka bisa menggunakan sistem bus kota yang dikenal sebagai Bee Network kapan saja sepanjang hari.

“Saya bangga melakukannya untuk seluruh negeri,” ujar Burnham. Pernyataan tersebut sejalan dengan klaim bahwa kebijakan yang lebih longgar seharusnya tidak hanya berlaku di area tertentu, melainkan dapat dinikmati lintas wilayah.

Tom Gordon, anggota Parlemen Liberal Demokrat untuk Harrogate dan Knaresborough, juga menyebut langkah ini sebagai “huge win for the disabled community” dan “a ‘culmination of two years of campaigning’”. Ia menempatkan kebijakan tersebut sebagai hasil dari kampanye yang telah berjalan selama dua tahun.

Namun, juru bicara Partai Konservatif meminta Perdana Menteri untuk “come clean” mengenai cara pendanaan kebijakan-kebijakan yang dinilai terus bertambah. Mereka menyatakan, “This is simply the shuffling around of existing departmental budgets,” dalam konteks pembiayaan untuk kebijakan yang disebut terus bertambah.

Dari pihak yang berfokus pada transportasi, James Barber dari Transport for All, sebuah lembaga yang dipimpin komunitas disabilitas, menyebutnya “a ‘real win for disabled people’” dan “very welcome news”. Ia juga mengemukakan perubahan ini dapat membantu mengakhiri “the confusing and unjust postcode lottery” akibat perbedaan aturan antarwilayah.

Adapun Kurtis Crossthorn dari Sheffield—yang terdaftar sebagai penyandang tunanetra—menilai kebijakan baru akan disambut baik. Ia mengatakan perubahan ini “very welcome” dan membuat banyak penyandang disabilitas merasa “relieved” serta “heard”.

“Disabled people need to get to work and need to live their life as well,” ujarnya, sambil menggambarkan bus sebagai “a ‘lifeline’”, terutama bagi anggota komunitas yang tidak bisa mengemudi.

Perubahan baru ini mulai berlaku pada 1 April. Pemerintah menyatakan skema senilai £60 juta akan didanai dari anggaran Department for Transport dan Department for Work and Pensions.

Kebijakan ini disebut bagian dari langkah pemerintah untuk meredakan biaya hidup. Dalam agenda yang sama, pemerintah sebelumnya juga memperkenalkan perjalanan bus gratis bagi anak di bawah 16 tahun selama bulan Agustus, serta menetapkan batas tarif £2 untuk tiket perjalanan tunggal yang dianjurkan agar diikuti oleh perusahaan bus.

Pemerintah juga melaporkan telah melakukan pemotongan business rates untuk pub, serta menghapus VAT dari tagihan listrik. Serangkaian kebijakan tersebut disampaikan sebagai upaya menekan beban pengeluaran rumah tangga.

Di tingkat wilayah lain, pemerintah menyebut bahwa di Skotlandia dan Wales, penyandang disabilitas sudah memiliki hak atas perjalanan bus gratis. Sementara di Irlandia Utara, penyandang tunanetra dan veteran perang disabilitas dapat bepergian secara gratis, sedangkan bagi kelompok lain pemegang kartu bus disabilitas berlaku skema setengah tarif.

Dengan perluasan yang efektif mulai April ini, pembatasan jam pada hari kerja di wilayah Inggris menjadi dihapus. Kebijakan tersebut diharapkan membuat akses transportasi menjadi lebih konsisten, sekaligus mempermudah mobilitas untuk aktivitas kerja maupun kehidupan sehari-hari.