jurnalistik.co.id – Pada Selasa, Met Office diperkirakan akan mengonfirmasi bahwa musim panas 2026 menjadi musim panas terpanas yang pernah terjadi di Inggris sejak pencatatan dimulai pada 1884. Angka sementara untuk Juni, Juli, dan Agustus dijadwalkan rilis pada sore hari, dan besar kemungkinan menunjukkan suhu rata-rata yang sudah menembus rekor sebelumnya.
Perhitungan tersebut mencakup suhu siang dan malam. Jika gambaran sementara mengarah ke pemecahan rekor, maka musim panas tahun ini akan melampaui pencapaian yang baru ditetapkan pada 2025. Ini juga mengikuti pola musim semi dan musim panas yang panjang dipenuhi panas, dengan gelombang panas yang terjadi secara luas sebanyak lima kali serta total 40 hari dengan suhu di atas 30C.
Rekor sebelumnya mencatat 34 hari dengan suhu serupa, dan catatan itu sebelumnya terjadi pada 1995. Di banyak laporan, intensitas serta frekuensi gelombang panas yang meningkat dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia—dan jarak rekor yang ditembus cenderung makin lebar dari waktu ke waktu.
Rekor yang mungkin diputus oleh data Juni–Agustus
Sepanjang musim panas, tekanan udara tinggi mendominasi cuaca di berbagai wilayah Inggris. Kondisi ini membuat cuaca cenderung kering, sementara angin yang bertiup dari Eropa kontinental membantu suhu naik berulang kali. Pada 11 Agustus, Met Office menyebut peluangnya makin besar bahwa musim panas ini akan menjadi yang terpanas sejak pencatatan dimulai.
Ketika pernyataan itu muncul, suhu rata-rata Inggris untuk musim panas hingga titik tersebut tercatat 16.48C (61.66F). Untuk memastikan rekor musiman, Inggris hanya membutuhkan kondisi yang rata-rata pada sisa bulan Agustus. Memasuki paruh kedua Agustus, pola cuaca memang beralih ke arah yang lebih sejuk dan lebih basah di banyak tempat.
Meskipun begitu, secara keseluruhan suhu tetap berada di sekitar atau sedikit di atas norma musiman. Perbedaan tetap dimungkinkan di final data untuk empat negara bagian di Inggris. England dan Wales diproyeksikan mencetak rekor baru, Irlandia Utara kemungkinan mendekati, sementara Skotlandia diperkirakan tidak mencapai rekor tersebut.
Bagian yang paling menonjol: panas yang bertahan
Dari sisi rekor harian, suhu tertinggi pada musim panas ini tercatat 38.1C (100.6F) di Kew Gardens, London, pada 13 Agustus. Angka itu—secara perkiraan sementara—menjadikan hari tersebut sebagai hari kelima terpanas yang pernah tercatat berdasarkan suhu maksimum.
Namun, catatan tertinggi sepanjang masa masih bertahan di angka 40.3C (104.5F) yang pernah diukur di Coningsby, Lincolnshire, pada Juli 2022. Yang membuat musim panas kali ini menonjol bukan hanya puncaknya, melainkan lamanya panas bertahan serta berulangnya capaian yang melampaui ambang tertentu.
Selama musim panas, suhu 30C atau lebih tercatat terjadi pada 40 hari terpisah. Rekor sebelumnya berada di angka 34 hari dan ditetapkan pada 1995. Untuk ambang 35C atau lebih, suhu itu tercatat pada 10 hari—lebih tinggi dibanding lima hari pada rekor sebelumnya yang terjadi pada 1976 dan kemudian disamai pada 2020.
Ambang 35C atau lebih juga tercatat muncul dalam empat bulan kalender sekaligus, yakni Mei, Juni, Juli, dan Agustus. Catatan sebelumnya hanya terjadi pada dua bulan kalender. Sementara itu, suhu 37C atau lebih tercatat pada tiga hari—dan ini menjadi rekor baru.
Secara keseluruhan, suhu 37C+ hanya pernah terjadi sembilan kali di Inggris, dengan tiga di antaranya terjadi pada tahun ini. Selain data suhu, gelombang panas yang luas juga memecahkan sejumlah rekor bulanan. Met Office sebelumnya menyebut salah satu gelombang panas di akhir musim semi meteorologis memecahkan rekor suhu bulan Mei Inggris dengan kenaikan lebih dari 2C.
Berita Terkait
Gelombang lain pada Juni turut mematahkan rekor suhu bulanan untuk periode tersebut. Lingwood, Norfolk, dilaporkan mencapai 38.0C pada 26 Juni. Angka tertinggi pada Juni sebelumnya tercatat 35.6C, pada musim panas bersejarah tahun 1976.
Julai dan Agustus membawa gelombang panas lanjutan. Di beberapa lokasi, ada gelombang panas yang berlangsung hingga tiga minggu, sedangkan gelombang lainnya menghadirkan suhu tertinggi pada tahun ini. Faktor yang ikut memperkuat panas disebut berkaitan dengan kekeringan yang berlangsung cukup lama.
Di sejumlah wilayah, tidak ada hujan yang dapat diukur selama lebih dari dua bulan. Kekeringan kemudian dinyatakan terjadi di seluruh Wales serta di lebih dari dua pertiga wilayah Inggris. Dampak kekeringan juga terlihat pada kebakaran hutan yang menimbulkan kerusakan berat di beberapa bagian negara.
Hujan datang, tetapi panas sudah lebih dulu menorehkan rekam jejak
Meski demikian, hujan sempat turun pada awal Juni, dan cuaca basah kembali muncul pada paruh kedua Agustus. Pola ini membawa beberapa kejadian banjir kilat. Pada pekan 24–30 Agustus, Sheffield mencatat hujan lebih dari setara satu bulan penuh, lebih banyak dibanding total yang diterima kota itu sepanjang sisa musim.
Untuk wilayah lain, perubahan cuaca memang memberi variasi pada dampak harian, tetapi secara ringkas musim ini belum diperkirakan mematahkan rekor kekeringan untuk seluruh Inggris. Dengan kata lain, fokus utamanya tetap pada panas yang intens dan persistennya, bukan hanya pada minimnya curah hujan dalam skala nasional.
Kenaikan rekor yang cepat selaras dengan iklim yang makin menghangat
Penelusuran tren rekor suhu menunjukkan sesuatu yang tidak biasa: catatan musim panas terpanas di Inggris terus terpatahkan dengan kecepatan tinggi. Dalam iklim yang tidak berubah, rekor baru umumnya menjadi makin jarang karena setiap rekor yang jatuh akan mengangkat batas untuk rekor berikutnya.
Namun, pada Inggris semua lima musim panas terpanas dalam catatan terjadi sejak tahun 2000. Hingga tahun lalu, selisih antarempat rekor teratas masih sangat kecil, hanya terpaut lima ratusangga derajat. Setelah itu, pada 2025 terjadi lompatan sebesar 0.34C, dan kini—hanya satu tahun setelahnya—rekor yang sama terlihat kembali berpotensi terlampaui.
Istilah “Record-shattering” kerap terdengar seperti frasa yang digunakan jurnalis ketika meliput pencapaian yang dramatis. Tetapi dalam konteks ilmiah, kata tersebut merupakan istilah yang dipakai ilmuwan iklim untuk menggambarkan rekor yang ditembus dengan margin yang tidak biasa besar.
Riset menunjukkan bahwa lonjakan besar seperti itu cenderung makin mungkin terjadi ketika pemanasan iklim berlangsung dengan cepat. Lalu mengapa kejadian ini terasa cepat di Inggris? Letak Inggris berada di sisi barat Eropa, kawasan yang diketahui sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di Bumi, dengan tingkat pemanasan sekitar dua kali lebih cepat dibanding laju pemanasan global.
Ada beberapa penjelasan yang disebut memengaruhi kondisi tersebut. Daratan cenderung lebih cepat panas dibanding lautan. Sebagian wilayah Eropa juga membentang sampai area Arktik yang pemanasannya berlangsung lebih cepat. Selain itu, perubahan pola cuaca berpotensi membuat gelombang panas musim panas menjadi lebih sering dan lebih intens.
Para ilmuwan masih bekerja untuk menentukan kontribusi masing-masing faktor, tetapi kesimpulannya tetap jelas: “latar” iklim tempat cuaca Inggris berlangsung sedang menjadi lebih hangat. Meski demikian, hal ini tidak berarti Inggris akan memecahkan rekor musim panas setiap tahun. Cuaca selalu menghadirkan variasi—ada musim yang lebih sejuk maupun yang lebih panas.
Yang menjadi pola adalah perubahan yang makin terlihat: rekor-rekor yang dulu berada di tepi ekstrem iklim Inggris kini terlampaui dengan kecepatan yang mencolok. Pertanyaannya bukan apakah Inggris akan mengalami musim panas lebih panas dari periode ini, melainkan seberapa sering kejadian itu dapat terjadi dan seberapa tinggi suhu bisa melonjak pada periode berikutnya.












