jurnalistik.co.id – Nusrat Osman, warga Inggris berusia 47 tahun yang diculik di Malawi, akhirnya diselamatkan dalam operasi kepolisian yang berujung baku tembak mematikan. Penyelamatan itu dilakukan pada Kamis (di luar pusat kota) wilayah pinggiran Blantyre, kota terbesar ketiga di negara tersebut, dan menewaskan empat tersangka penculik.
Menurut pernyataan Kepolisian Malawi, petugas melakukan operasi setelah mendapatkan petunjuk terkait keberadaan Osman. Dalam kontak tembak yang terjadi, petugas berbalas tembakan dengan para penculik yang diduga bersenjata senapan AK-47 serta pistol.
Kepolisian menyebut bahwa empat orang yang diduga penculik tersebut kemudian dirawat di rumah sakit namun akhirnya meninggal akibat luka tembak. Pernyataan resmi itu menyatakan, “The criminals got shot and were rushed to the hospital where they succumbed to the injuries,”.
Selain Osman yang berhasil dibebaskan, operasi itu juga berdampak pada jajaran kepolisian. Wakil Inspektur Jenderal Polisi Noel Kayira, yang ikut dalam operasi, mengalami luka akibat tembakan dan kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam keterangan lanjutan, polisi menegaskan bahwa kondisi Noel Kayira berada dalam keadaan stabil. Setelah penyelamatan, Osman dipertemukan kembali dengan keluarganya dan juga dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan serta penanganan medis.
Media lokal melaporkan bahwa Osman tidak hanya menerima perawatan fisik, tetapi juga menjalani asesmen untuk kesehatan mental. Keberhasilan proses penyelamatan tersebut terjadi setelah penculik diduga menahan Osman hampir seminggu sejak penculikannya.
Osman dilaporkan diculik pada 11 September di lingkungan Mount Pleasant, Blantyre. Kepolisian menyatakan Osman saat itu sedang mengemudi menuju rumah ketika empat pria tak dikenal menghadang kendaraannya, memaksa dia masuk ke mobil lain, lalu membawa kabur.
Kasus hilangnya Osman segera memicu pencarian besar-besaran. Otoritas kemudian menawarkan hadiah sebesar 30 juta kwacha Malawi (setara dengan $17.000 dan £12.500) bagi informasi yang dapat mengarah pada penyelamatan serta penangkapan dan putusan bersalah terhadap pelaku.
Berita Terkait
Osman, yang berasal dari Leicester di Inggris, telah menetap di Malawi selama beberapa tahun. Ia bekerja untuk sebuah perusahaan audit, dan diketahui sudah menikah serta memiliki dua anak kecil.
Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri sebelumnya juga menyampaikan bahwa mereka mengetahui laporan penculikan seorang warga negara Inggris di Malawi. Dalam prosesnya, pihak Inggris menyatakan tetap berkomunikasi dengan otoritas setempat terkait perkembangan kasus tersebut.
Di sisi penyelidikan, kasus ini sempat membingungkan karena tidak ada permintaan tebusan yang diketahui, maupun komunikasi dari pihak penculik setelah Osman menghilang. Keluarga Osman, dalam sejumlah permohonan publik, menyampaikan himbauan agar siapa pun yang memiliki informasi segera menghubungi kepolisian.
Mereka menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang sangat menyakitkan dan penuh tekanan. Penculikan ini juga menimbulkan perhatian dari kalangan komunitas bisnis Malawi serta warga Inggris yang tinggal di negara Afrika selatan itu.
Otoritas menyatakan abduksi terhadap warga negara asing di Malawi relatif jarang terjadi. Hingga proses penyelamatan, polisi belum mengungkap motif yang mungkin melatarbelakangi penculikan, maupun apakah mereka meyakini keterlibatan pihak lain di luar kelompok tersangka.
Dalam keterangan operasi, polisi juga belum menyebut identitas empat orang yang tewas. Selain itu, mereka belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana petugas akhirnya berhasil menemukan kelompok tersebut selama pelacakan.
Investigasi kini dilanjutkan untuk menetapkan keseluruhan rangkaian kejadian, baik terkait penculikan maupun operasi penyelamatan yang berujung baku tembak. Otoritas juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu perkembangan penyelidikan berikutnya.
Dengan Osman yang telah diselamatkan dan tersangka penculik yang dilaporkan tewas dalam operasi, fokus selanjutnya berada pada penelusuran detail peristiwa dan penguatan bukti. Polisi menyatakan langkah-langkah lanjutan akan dilakukan guna memastikan fakta-fakta di balik kasus tersebut tersusun secara lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.












