jurnalistik.co.id – Sidik jari Gerard Woodhouse ditemukan berkaitan dengan surat kebencian yang ia kirimkan, namun penanganan kasusnya kemudian harus dihentikan. Kepolisian menyatakan perkara pelecehan tidak bisa dilanjutkan karena batas waktu penuntutan telah lewat.
Woodhouse dikenal sebagai figur publik yang sebelumnya aktif sebagai kampanye anti-kemiskinan di Liverpool. Namun, penyelidikan yang berawal dari rangkaian surat anonim berujung pada perubahan status perkara setelah upaya hukum dan penilaian bukti dilakukan.
Menurut informasi yang dihimpun, Woodhouse sempat dikaitkan dengan kampanye surat yang ditujukan kepada seorang politisi dari Partai Buruh. Periode pengiriman surat dan kartu yang disebut dalam laporan berlangsung antara 2023 hingga 2025, dengan total lebih dari 100 kiriman berisi muatan ofensif dan anonim.
Dalam perkara yang melibatkan Christine Banks, Woodhouse akhirnya memperoleh community order. Banks adalah mantan Lord Mayor yang sudah ia kenal selama sekitar 50 tahun. Ia dilaporkan menjadi target melalui surat serta kartu yang dikirim tanpa identitas pengirim.
BBC juga mendapatkan keterangan bahwa penyelidikan yang lebih dulu, dan tidak langsung terkait dengan rangkaian surat kebencian utama, sempat menghasilkan bukti sidik jari. Sidik jari itu didapat dari sebuah surat yang dikirim kepada seorang pejabat perumahan terkait, namun perkara tersebut dihentikan karena petugas kesulitan menghubungi pihak yang dituju setelah ia meninggalkan pekerjaannya.
Ketika penyelidikan dibuka kembali pada awal tahun ini, polisi akhirnya tetap harus menjatuhkan perkara. Alasannya adalah masa untuk menuntut dugaan pelecehan telah kedaluwarsa.
Julie Fadden, yang disebut sebagai pihak yang diduga menerima surat tersebut, menyampaikan bahwa bila kasusnya ditangani sejak awal, Woodhouse mungkin dapat dihentikan sebelum mulai mengirim surat kepada Banks dan pihak lain yang diduga menjadi target. Ia juga menyatakan kecewa atas hilangnya peluang untuk proses penuntutan.
Kampanye surat dan putusan yang sudah dijatuhkan
Woodhouse menjadi anggota dewan pada 2010 dan pernah menjabat sebagai champion untuk kelompok lansia. Ia memperoleh sorotan nasional melalui kampanye anti-kemiskinan. Namun, pada 2022 ia dinonaktifkan dari Partai Buruh, dan setelah itu surat-surat ofensif anonim dilaporkan terus berdatangan.
Dalam laporan, disebutkan bahwa sidik jari Woodhouse ditemukan pada salah satu surat pada musim panas 2025. Setelah penangkapan, ia mengaku bersalah terkait tindakan yang dikaitkan dengan pelecehan terhadap Christine Banks. Woodhouse, menurut keterangan, mengklaim bahwa ia menjadi āterobsesiā pada Banks sebagai akibat konflik internal di Partai Buruh, sambil menyebut masalah kesehatan mental yang berat.
BBC sendiri sebelumnya menemukan indikasi bahwa terdapat orang lain yang juga menerima surat anonim yang berisi muatan ofensif saat Woodhouse masih menjabat sebagai anggota dewan. Klaim tersebut belum ia komentari.
Menilik bagian lain dari rangkaian peristiwa, dalam 2022 pasukan kepolisian menerima laporan dari Fadden setelah sebuah kartu tiba di lembaga perumahan tempat ia bekerja. Kartu tersebut disebut memuat pesan yang menyinggung, termasuk frasa ātick-tock, tick-tockā dan kalimat yang mengarah pada gagasan bahwa waktunya akan segera tiba.
Fadden menyatakan bahwa makna itu dapat dimengerti dengan berbagai cara. Ia menilai frasa tersebut bisa berarti kehilangan pekerjaan atau bisa juga berarti bahwa ada pihak yang akan mengalami bahaya. Ia kemudian melaporkan surat-surat itu kepada polisi, dan salinan keras asli disita sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Fadden tidak menaruh kecurigaan pada Woodhouse pada tahap awal. Ia baru merasa mungkin nama itu terkait setelah melihat laporan BBC mengenai seorang mantan anggota dewan distrik yang sebelumnya mengirim surat-surat yang mengarah pada para anggota Partai Buruh. Pada saat itulah ia menghubungkan tulisannya dengan kartu-kartu yang pernah ia terima.
Berita Terkait
Ia mengaitkan pula peristiwa lain yang ia ingat: Woodhouse pernah mengirim pesan teks tentang dirinya kepada seorang mantan karyawan lembaga perumahan. Fadden menjelaskan bahwa saat itu ia melakukan kegiatan abseil di sisi bangunan CN Tower di Toronto untuk menggalang dana bagi Crisis, dan foto kegiatannya beredar di internet.
Menurut Fadden, pesan teks tersebut menyebut agar ācut the ropeā. Ia menambahkan bahwa nomor telepon yang digunakan pada pesan tersebut sebelumnya dipakai oleh staf yang ia kenal dan kemudian pergi, serta pesan itu juga diteruskan ke direktur keuangan sehingga lembaga akhirnya mendapatkan informasi tersebut.
Fadden menyatakan kini ia meyakini Woodhouse mungkin menyimpan kekesalan. Ia mengaitkannya dengan penarikan pendanaan dari sebuah proyek komunitas, yang disebut dilakukan oleh lembaga perumahan tempat ia bekerja.
Penutupan perkara karena batas waktu pelecehan
Polisi Merseyside kemudian membuka kembali penyelidikan pada bulan Februari. Woodhouse lantas ditangkap dan dimintai keterangan. Namun, Fadden kemudian memperoleh kabar bahwa tidak akan ada tindakan lanjutan.
Dalam surat dari seorang detektif berpangkat constable yang dikutip dalam laporan, disebutkan bahwa pada saat kejadian terdapat sejumlah kemungkinan pelanggaran lain selain āmalicious communicationsā yang bisa dipertimbangkan, termasuk kategori āharassmentā. Namun, karena āharassment is a summary only offenceā, disebutkan bahwa perkara jenis ini memiliki statute of limitations enam bulan sehingga dinilai telah kedaluwarsa pada Juni 2022.
Surat yang sama juga menjelaskan pertimbangan bahwa penanganan kemudian diproses dengan dasar āmalicious communicationsā karena tidak memuat batas waktu yang sama. Pada poin lain, surat itu menyatakan bahwa meskipun surat-surat tersebut āoffensive in natureā, āThe Police Decision Maker does not believe that they go beyond the limits of what is tolerable in society, aiming to shock, insult or degrade the victimā.
Fadden mengatakan ia kecewa peluang untuk membawa Woodhouse ke proses penuntutan terlewat. Ia menilai polisi sempat punya nomor teleponnya, tetapi tidak dapat menghubungi dirinya ketika ia sudah tidak lagi bekerja. Ia menambahkan bahwa ketika ia kembali mendatangi pihak polisi, mereka menyampaikan bahwa mereka menemukan sidik jari pada salah satu surat.
Ia juga menegaskan bahwa ia memahami tugas polisi yang berat dan keterbatasan sumber daya. Meski demikian, ia meyakini bila langkah yang diperlukan telah dilakukan sejak empat tahun sebelumnya, kampanye surat Woodhouse terhadap Banks mungkin dapat dicegah.
Klarifikasi kepolisian
Juru bicara Kepolisian Merseyside menyatakan bahwa penyelidikan awal pada 2022 āinitially limited due to evidential constraintsā. Mereka menambahkan bahwa pada September 2022 analisis sidik jari memastikan identifikasi seorang tersangka, dan upaya dilakukan untuk memperoleh pernyataan tambahan dari korban agar penyelidikan bisa diproses serta mempertimbangkan tindakan lanjutan.
Namun, pihak kepolisian menyatakan mereka āunable to establish contact with her at that timeā, sehingga penyelidikan tetap ditutup. Juru bicara itu juga menyebut bahwa setelah masa berlaku untuk kasus pelecehan habis, barulah perkara āmalicious communicationsā dipertimbangkan pada 2025 ketika korban menghubungi kembali pihak berwenang.
Meski demikian, mereka menyampaikan bahwa ambang batas pembuktian untuk alternatif pelanggaran tersebut tidak terpenuhi.
Woodhouse disebut telah dihubungi untuk memberikan tanggapan, namun tidak ada pernyataan yang disampaikan dalam laporan tersebut.












