Internasional

Trump: Rencana Gerbang Kemenangan Jadi Kompleks Amunisi Militer untuk Dron dan Sniper

×

Trump: Rencana Gerbang Kemenangan Jadi Kompleks Amunisi Militer untuk Dron dan Sniper

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump says his triumphal arch will become a military ammunition complex

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan rencana gerbang kemenangan yang ia usulkan akan berfungsi ganda sebagai kompleks penyimpanan peralatan militer, lengkap dengan kemampuan penggunaan penembak jitu dan drone untuk kebutuhan cepat di lokasi.

Dalam unggahan pada Minggu pagi, Trump menyebut bahwa pembaruan rencana tersebut dilakukan atas “strong request” dari militer AS sekaligus demi “national security purposes”. Ia tidak merinci dokumen teknis, tahapan pembangunan, maupun jadwal pasti pelaksanaan fasilitas itu.

Trump menyatakan kompleks militer dan gerbang tersebut berlevel “top grade”. Menurutnya, fasilitas itu akan “house, store, and have the rapid ability to use large numbers of drones, plus Snipers, on both the roof and plaza areas”, serta “additionally have and hold large quantities of sniper ammunition in storage”.

Selain menyebut unsur drone dan penembak jitu, Trump tidak menjelaskan ukuran, kapasitas rinci, atau bagaimana mekanisme pengoperasian akan dilakukan di area atap maupun plaza.

Trump juga menulis, “There will be no facility like this anywhere in the World”. Dalam unggahan yang sama, ia menambahkan bahwa dari “the 59 top cities and Capitals”, Washington DC adalah satu-satunya yang “does not have a triumphal arch”, tanpa menyebutkan daftar kota lain yang dimaksud.

Rencana gerbang kemenangan Trump diproyeksikan dibangun di lokasi seberang Sungai Potomac dari Washington DC, tepat di luar kawasan Arlington National Cemetery. Gerbang tersebut direncanakan setinggi 250 kaki, atau sekitar 76 meter, dari dasar hingga bagian puncak patung pada rancangan yang pernah dipublikasikan sebelumnya.

Trump menargetkan pembangunan mulai bulan ini. Namun, tidak ada informasi lanjutan yang dipaparkan mengenai persyaratan persetujuan tambahan, termasuk apakah diperlukan izin atau tahapan baru untuk perubahan fungsi menjadi kompleks amunisi.

Dalam rancangan yang dirilis pada awal tahun, bagian puncak gerbang menampilkan patung Lady Liberty berwarna keemasan yang bersayap. Patung itu dirancang berdiri di atas lengkungan, dengan dua elang emas di kedua sisinya.

Rancangan tersebut juga menyertakan frasa “One Nation Under God” dan “Liberty and Justice for All” yang diukir menggunakan warna emas pada masing-masing sisi struktur.

Dengan tinggi sekitar 250 kaki, Trump menegaskan bahwa bangunan itu akan lebih menjulang dibanding Landmark di sekitarnya. Pada ketinggian tersebut, struktur itu dikatakan akan mengalahkan ukuran Lincoln Memorial yang tingginya 99 kaki, dan memiliki tinggi kira-kira setengah dari Washington Monument.

BBC melaporkan pihaknya telah menghubungi Departemen Pertahanan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait rencana yang diperbarui. Hingga saat laporan tersebut disusun, rincian tambahan dari pihak pertahanan tidak dipaparkan dalam teks laporan.

Di masa jabatan keduanya, Trump juga disebut mengejar sejumlah proyek konstruksi untuk merombak wajah ibu kota AS. Proyek-proyek yang disebut mencakup penggarapan ulang Oval Office dengan sentuhan berlapis emas, pembangunan ruang balai di Gedung Putih yang diperkirakan menelan biaya sekitar $400 juta.

Trump juga dikaitkan dengan rencana menutup atau menimbun sebagian area Rose Garden Gedung Putih. Selain itu, ia disebut melakukan renovasi pada kolam Reflecting Pool di sekitar Lincoln Memorial.

Gerbang kemenangan menjadi salah satu proyek besar yang menjadi sorotan dalam agenda pembangunan yang ingin dilakukan Trump. Dalam konteks itu, pernyataan terbaru Trump menambahkan lapisan fungsi militer yang sebelumnya tidak tampil sebagai bagian utama dari rencana yang dipublikasikan pada tahap awal.

Meski demikian, hingga kini tidak jelas bagaimana pembaruan rencana tersebut akan memengaruhi aspek desain, keselamatan, maupun proses persetujuan di lapangan. Trump juga belum memberikan detail mengenai apakah fasilitas yang ia maksud akan beroperasi sebagai kompleks penyimpanan sepenuhnya atau hanya mendukung kebutuhan penempatan peralatan tertentu dalam kondisi tertentu.

Dengan klaim bahwa kompleks tersebut mampu “rapid ability” untuk penggunaan drone dalam jumlah besar serta penembak jitu, Trump menekankan bahwa pembaruan ini berorientasi pada kemampuan respons cepat. Namun, tanpa jadwal pembangunan dan rincian implementasi, publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai bentuk dan batasan fasilitas tersebut.