jurnalistik.co.id – Amerika Serikat tengah bergerak menuju perubahan besar pada komposisi usia penduduknya. Penuhnya kelompok baby boomer berjalan seiring angka kelahiran yang cenderung menurun dalam waktu panjang, sehingga jarak antara kelompok termuda dan kelompok tertua tampak makin cepat menyempit.
Gambaran perubahan ini terlihat jelas jika dibandingkan dari waktu ke waktu sejak awal 2000. Data yang digunakan berasal dari U.S. Census Bureau serta 2023 National Population Projections.
Pada tahun 2000, penduduk berusia di bawah 18 tahun masih berjumlah 72,4 juta orang. Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang berusia 65 tahun ke atas tercatat 35,1 juta orang.
Memasuki 2025, kesenjangan tersebut menyempit secara tajam. Anak-anak di bawah 18 tahun sekitar 72 juta orang, sedangkan kelompok lanjut usia mencapai 64,6 juta orang.
Titik balik tersebut diperkirakan terjadi pada 2029. Saat itu, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan mencapai 69,9 juta orang, melampaui jumlah anak di bawah 18 tahun yang diperkirakan sebesar 69,3 juta orang.
Setelah crossover pada 2029, proyeksi menunjukkan selisih kembali melebar. Pada 2030, kelompok lanjut usia diperkirakan menjadi 71,2 juta orang, sementara jumlah anak 69,1 juta orang.
Lonjakan usia lanjut sudah tercermin dari struktur kelahiran
Kenaikan jumlah penduduk lanjut usia dalam beberapa tahun ke depan relatif mudah dipetakan. Orang-orang yang akan berusia 65 tahun pada 2029 pada dasarnya sudah lahir, termasuk kelompok terakhir generasi baby boomer yang lahir pada 1964 dan mencapai usia tersebut pada tahun 2029.
Dengan kondisi itu, sebagian besar warga yang memasuki usia pensiun pada periode mendatang sebenarnya sudah tercermin dalam susunan penduduk saat ini. Sebaliknya, jumlah anak lebih sulit dipastikan karena lebih bergantung pada dinamika tingkat kelahiran dan migrasi.
Perubahan struktur usia juga disebut berlangsung lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya. Dalam proyeksi U.S. Census Bureau yang dirilis pada 2017, disebutkan bahwa jumlah lansia baru akan melampaui anak-anak sekitar tahun 2034.
Berita Terkait
Titik crossover maju lima tahun menjadi 2029
Namun, proyeksi terbaru pada 2023 menggeser perkiraan tersebut. Titik saat lansia melampaui anak-anak maju lima tahun menjadi 2029.
Salah satu faktor utama yang disebut mendorong percepatan adalah penurunan tingkat fertilitas AS yang berlanjut. Konsekuensinya, jumlah anak yang masuk ke dalam populasi semakin berkurang dari waktu ke waktu.
Imigrasi memang dapat memperlambat perubahan tersebut. Tetapi, dalam proyeksi yang disusun, imigrasi diperkirakan tidak mampu menghentikan proses utamanya.
Dalam sejumlah skenario U.S. Census Bureau—mulai dari kondisi tanpa imigrasi hingga tingkat imigrasi yang tinggi—penduduk berusia 65 tahun ke atas tetap diproyeksikan melampaui anak-anak pada periode 2028-2030. Setelah 2029, kesenjangan diperkirakan semakin melebar.
Pada tahun 2040, jumlah penduduk usia 65 tahun ke atas diproyeksikan mencapai 78,3 juta orang. Pada waktu yang sama, jumlah anak diperkirakan sebesar 67,8 juta orang.
Proyeksi jangka lebih panjang menunjukkan tren yang sama. Pada 2060, kelompok lansia diperkirakan meningkat menjadi 88,8 juta orang, sementara populasi anak turun menjadi 64,3 juta orang.
Dampak ekonomi menunggu dari pergeseran tenaga kerja dan belanja layanan
Perubahan struktur usia tersebut disebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap perekonomian AS. Ketika jumlah lansia lebih besar, kebutuhan layanan kesehatan dan belanja publik berpeluang meningkat.
Di sisi lain, pertumbuhan populasi usia muda yang lebih lambat dapat membatasi pasokan tenaga kerja. Kondisi itu, menurut proyeksi yang dibahas, dapat memperbesar tekanan pada produktivitas serta pembiayaan program pensiun di masa depan.










