Internasional

HMS Queen Elizabeth Berangkat dari Portsmouth untuk Misi Latihan Royal Navy

×

HMS Queen Elizabeth Berangkat dari Portsmouth untuk Misi Latihan Royal Navy

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Royal Navy aircraft carrier leaves Portsmouth for training mission

jurnalistik.co.id – Kapal induk HMS Queen Elizabeth bertolak dari Portsmouth pada Sabtu malam, menandai dimulainya fase latihan yang telah disusun lebih dulu.

Kapal angkatan laut itu meninggalkan Portsmouth Naval Base sekitar pukul 18:20 BST. Keberangkatan tersebut melibatkan ratusan personel yang ikut menjalankan rangkaian latihan pra-rencana di sekitar wilayah Inggris Raya serta Eropa utara.

HMS Queen Elizabeth adalah kapal kelas induk pesawat dengan bobot sekitar 65.000 ton. Kapal ini mulai beroperasi setelah resmi dikukuhkan pada 2017, dan kini membawa lebih dari 800 awak kapal untuk menjalani program latihan yang padat selama sekitar tiga bulan ke depan.

Dalam keterangan Royal Navy, latihan tersebut diarahkan untuk mendukung kesiapan operasi. Program yang dijalankan oleh kapal dan kru memadukan berbagai aspek pelatihan agar prosedur-operasi, koordinasi, serta kemampuan penerbangan dapat berjalan aman dan efektif.

Royal Navy menyebut bahwa misi ini juga merupakan bagian dari penguatan peran kapal tersebut dalam konteks perencanaan bersama. Kapal dan seluruh elemen yang terlibat akan mengikuti jadwal latihan yang ditujukan pada kesiapan menghadapi skenario krisis.

Peran pertama sebagai kapal komando NATO

Keberangkatan ini sekaligus menjadi pelayaran resmi pertama HMS Queen Elizabeth sebagai kapal komando NATO untuk Allied Response Force. Penunjukan tersebut diterima pada Juli tahun ini.

Menurut pihak Angkatan Laut, latihan yang dilakukan berfokus pada bagaimana sebuah kekuatan angkatan laut dari pihak-pihak sekutu dapat beroperasi bersama apabila terjadi krisis. Latihan tersebut merupakan bentuk simulasi agar tiap unsur dapat memahami tata cara kerja, koordinasi, serta prosedur yang harus dijalankan dalam operasi gabungan.

Dari sisi tujuan strategis, latihan ini disebut diarahkan untuk “enhance collective security, deterrence and readiness” di antara pihak Inggris dan sekutunya. Dengan kata lain, latihan dimaksudkan untuk memperkuat keamanan kolektif, kemampuan sebagai penangkal, serta tingkat kesiapsiagaan.

Royal Navy menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan, baik dari sisi kemampuan personel maupun kesiapan sistem operasi di atas kapal induk.

Komandan: latihan integrasi dan penerbangan kunci

Sebelum kapal lepas dari dermaga, Komandan HMS Queen Elizabeth, Capt Claire Thompson, menyampaikan bahwa kru kembali dari cuti musim panas dalam kondisi siap menjalani tahap berikutnya.

Capt Thompson menyatakan, “Kami kembali dari cuti musim panas dengan kondisi yang segar dan siap untuk fase berikutnya dari latihan kami.” Ia menambahkan bahwa keberangkatan kapal kali ini membawa battle staff yang berada di dalam kapal, sehingga proses integrasi dan latihan berjalan sebagai kebutuhan yang mendasar.

Ia menegaskan bahwa “integration and training is essential” sambil “relearning the skills required to conduct safe and effective aviation.” Menurutnya, latihan itu memastikan kapal siap memberikan aktivitas operasional di jantung NATO bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Capt Thompson juga menyebut bahwa penugasan tersebut merupakan “key milestone” bagi peran NATO kapal serta perjalanan kembali menuju status kapal induk pesawat Royal Navy dengan “very high readiness.” Pernyataan itu menggarisbawahi pentingnya misi kali ini sebagai tonggak dalam perkembangan peran operasional kapal.

Royal Navy menambahkan bahwa HMS Queen Elizabeth akan mengambil alih peran tersebut dari kapal saudara, HMS Prince of Wales, pada tahun berikutnya.

Keluarga kru ikut melepas dari pesisir

Di antara keluarga yang menyaksikan keberangkatan dari tepi pantai adalah Annie Hoare. Ia mengaku ikut melambaikan tangan saat kapal induk tersebut berangkat, karena putranya turut berada di kapal.

Putra Annie Hoare, Thomas, tercatat sebagai Petty Officer Weapons Engineer di atas kapal. Annie Hoare mengatakan bahwa melihat kapal sebesar itu sambil mengetahui anaknya bagian dari pelayaran ini merupakan perasaan yang luar biasa.

Ia menyampaikan, “Watching a boat that big and knowing your son is part of this is absolutely an amazing feeling, we are all so proud.” Ia juga menambahkan bahwa putranya telah bergabung dengan Angkatan Laut sejak 2018 dan pernah dikirim dalam penugasan-penugasan sebelumnya.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, Annie Hoare mengakui adanya “information blackouts” yang bisa menjadi tantangan. Namun, ia tetap memuji dukungan yang diberikan Angkatan Laut untuk para keluarga yang tidak dapat menerima kabar langsung.

Ia mengatakan bahwa Angkatan Laut memberi perhatian besar kepada keluarga. Dalam pernyataannya, “The navy is amazing and really supports families and they have really turned my son into a fine young gentleman.”

Keberangkatan HMS Queen Elizabeth dari Portsmouth dengan misi latihan pra-rencana itu pun menjadi awal perjalanan berikutnya bagi kapal dan seluruh kru, sekaligus langkah penting dalam penyiapan peran kapal di kerja sama angkatan laut sekutu dalam kerangka NATO.