Bisnis & Ekonomi

Ed Davey Minta Pemotongan Fuel Duty 10p Secara Segera Hingga Natal

×

Ed Davey Minta Pemotongan Fuel Duty 10p Secara Segera Hingga Natal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ed Davey calls for immediate 10p cut to fuel duty

jurnalistik.co.id – Pemimpin Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, meminta pemerintah bertindak cepat dengan memangkas fuel duty sebesar 10 pence per liter hingga Natal. Dorongan ini ia sampaikan sebagai bagian dari rangkaian kebijakan untuk menekan beban biaya hidup yang sedang dirasakan masyarakat.

Davey juga menargetkan kebijakan lanjutan terkait fuel duty yang menurutnya akan merugikan publik pada awal tahun. Ia mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan permanen fuel duty yang dijadwalkan berlaku pada bulan Januari.

Menurut Davey, tarif fuel duty sebelumnya sempat dibekukan oleh pemerintahan Konservatif pada Maret 2022. Pemerintahan Sir Keir Starmer kemudian melanjutkan pembekuan tersebut, dan pada Mei memutuskan menunda rencana kenaikan sebesar 3 pence yang sebelumnya direncanakan pada September hingga akhir tahun.

Lib Dem menilai pemotongan 10 pence pada fuel duty saat ini akan berdampak langsung di harga yang dibayar pengendara. Partai itu mengklaim, pemangkasan tersebut berarti harga bahan bakar bisa turun sekitar 12 pence per liter di pom bensin.

Dalam pembahasannya, Davey menegaskan bahwa pengendara membutuhkan dukungan segera. Ia berpendapat pemotongan sementara selama tiga bulan akan “membayar dirinya sendiri” melalui efek stimulatif ke ekonomi.

“Petrol and diesel prices are higher than they’ve been for a long time because of Trump’s mad war with Iran, and people need help now,” kata Davey. Ia mengaitkan kenaikan harga bahan bakar dengan dinamika perang yang menurutnya memengaruhi ekonomi Inggris.

Davey juga menyebutkan estimasi biaya kebijakan yang ia dorong. Menurutnya, paket pemotongan ini akan menelan sekitar ÂŁ2 miliar.

Ia menambahkan bahwa skema tersebut bersifat membiayai diri melalui penerimaan negara dari beberapa sumber. Davey menyebut tambahan pemasukan akan datang dari energy profits levy, pajak gas, VAT, serta fuel duty.

Usulan ini akan menjadi salah satu sorotan dalam pidato Davey pada konferensi partainya, yang akan digelar pada Selasa. Selain fuel duty, ia menyiapkan tuntutan lain terkait tarif transportasi dan kebijakan energi.

Dalam pidato tersebut, Davey akan kembali mendorong pemotongan bus fare cap dari ÂŁ3 menjadi ÂŁ1. Ia juga berencana mengusulkan penurunan tarif kereta sebesar 10%.

Davey juga mengajukan perubahan pada skema pajak untuk pengisian kendaraan listrik. Ia meminta VAT untuk titik pengisian publik pada kendaraan listrik diturunkan.

Lebih lanjut, ia akan meminta peninjauan ulang biaya jaringan yang menurut Lib Dem tidak adil. Fokusnya adalah menilai kembali komponen biaya yang selama ini dianggap membebani konsumen.

Di sisi lain, tekanan kebijakan fiskal disebut meningkat menjelang anggaran (Budget) yang dijadwalkan bulan depan. Chancellor John Healey berada dalam sorotan karena perlu menentukan apakah akan menaikkan pajak atau memangkas belanja.

Kondisi ini muncul di tengah biaya pinjaman pemerintah yang meningkat. Dalam konteks tersebut, proposal dari Lib Dem diposisikan sebagai alternatif untuk meringankan tekanan harga tanpa mengabaikan perhitungan penerimaan negara.

Ketika dimintai tanggapan terkait seruan Davey, Bridget Phillipson selaku ketua Partai Buruh menyinggung ruang untuk diskusi menjelang Budget. “I’m sure John Healey will be open to any and all suggestions ahead of the budget but actually this is an area where the Labour government has taken action on fuel duty already,” ujarnya dalam wawancara dengan Laura Kuenssberg.

Phillipson juga menekankan bahwa pemerintah Buruh telah lebih dulu mengambil langkah terkait fuel duty. “Whilst I recognise what the Lib Dems have to say on this topic, this is the element of politics about it – they’ve got their conference, they’re making their pitch, good luck to them,” katanya.