jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani rancangan undang-undang sanksi yang ditujukan untuk menekan ekonomi Rusia melalui langkah tarif terhadap pembeli energi negara itu.
Aturan yang telah disahkan oleh DPR AS pada awal pekan ini memberi Trump ruang kebijakan yang luas, termasuk untuk mengenakan tarif hingga 100%.
Dalam ketentuan yang disebut dalam rancangan tersebut, tarif maksimal itu diarahkan kepada lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia. Nama yang paling sering disebut terkait skema ini adalah Tiongkok dan India, sebagai pasar yang memegang peran utama dalam impor energi dari Rusia.
Dengan mandat yang diberikan, pemerintah AS dapat menerapkan tarif dengan angka setinggi 100% pada pihak-pihak yang masuk kategori lima pembeli terbesar tersebut.
Selain menargetkan rantai energi Rusia, rancangan undang-undang ini juga mengaitkan sektor Iran. Atas permintaan Trump, cakupannya diperluas hingga menyentuh bidang energi dan persenjataan Iran.
Artinya, selain tekanan pada ekonomi Rusia lewat mekanisme tarif, kebijakan sanksi juga diarahkan untuk memberi sinyal tegas pada dua sektor yang berkaitan dengan kapasitas dan aktivitas Iran.
RUU ini dinamai menurut mendiang Senator Lindsey Graham. Graham dikenal sebagai salah satu pembela paling gigih bagi Ukraina di Washington sebelum wafat pada 11 Juli.
Penamaan tersebut menempatkan legislatif AS dan figur Graham dalam konteks kebijakan luar negeri yang lebih luas, terutama terkait eskalasi konflik yang melibatkan Rusia dan respons politik di AS.
Menurut laporan BBC, rancangan undang-undang ini terdiri dari 48 halaman dan secara resmi berjudul Undang-Undang Sanksi terhadap Rusia dan Iran Lindsey O Graham Tahun 2026.
Publikasi rincian tersebut penting karena menunjukkan bahwa agenda sanksi tidak berhenti pada narasi umum, melainkan dituangkan ke dalam kerangka aturan yang lebih rinci dan panjang.
Berita Terkait
Di antara aspek yang diatur, terdapat pengecualian bagi negara-negara tertentu. RUU tersebut memberikan ruang berbeda bagi negara yang mengimpor kurang dari 15% gas alam mereka dari Rusia.
Pengecualian itu juga disertai syarat bahwa negara yang bersangkutan sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan gas dari Rusia, sehingga kebijakan sanksi tetap mendorong peralihan sumber energi.
Dengan demikian, siapa yang terdampak tidak hanya ditentukan oleh kedekatan politik, tetapi juga oleh pola konsumsi energi. Tarif yang bisa mencapai 100% diarahkan pada kelompok pembeli utama minyak dan gas Rusia, sementara pengecualian dibedakan berdasarkan proporsi impor gas dari Rusia serta upaya pengurangan ketergantungan.
Dalam kerangka tersebut, Tiongkok dan India disebut sebagai penerima sorotan utama karena posisinya sebagai pembeli utama energi Rusia.
Untuk bagian Iran, fokus kebijakan diarahkan pada sektor energi dan persenjataan. Namun, rincian pihak-pihak spesifik di sektor tersebut tidak dirinci dalam bagian teks yang menjadi dasar penjelasan ini, sehingga cakupannya dipahami sebagai ruang kebijakan yang lebih luas.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pemerintahan AS berupaya menggabungkan pendekatan tarif terhadap ekonomi Rusia dengan perluasan sanksi pada elemen yang berkaitan dengan kemampuan strategis Iran.
Jika ditarik ke arah kebijakan, rancangan ini pada dasarnya menekankan dua sasaran sekaligus. Pertama, menekan biaya dan daya tarik perdagangan energi Rusia melalui tarif tinggi bagi pembeli utama. Kedua, memperluas tekanan sanksi agar menjangkau hubungan sektor energi dan persenjataan Iran.
Penamaan RUU untuk Lindsey Graham serta pengaitan dengan konflik Ukraina menambah bobot simbolik di balik keputusan legislatif tersebut.
Pada akhirnya, dampak undang-undang ini akan sangat bergantung pada siapa yang masuk kategori lima pembeli terbesar minyak-gas Rusia serta bagaimana negara lain mengatur impor gas mereka dari Rusia. Bagi negara yang hanya bergantung pada kurang dari 15% gas alam dari Rusia dan aktif mengurangi ketergantungan, rancangan tersebut menyediakan jalan pengecualian.
Sementara itu, bagi pihak yang tetap berada dalam daftar pembeli utama energi Rusia, tarif hingga 100% menjadi bagian inti dari tekanan yang dibawa oleh kebijakan sanksi yang telah diteken Trump.












