jurnalistik.co.id – Pemerintah Thailand mempercepat persiapan skema Thailand Individual Savings Account (TISA), yakni program tabungan dan investasi jangka panjang yang ditujukan untuk mendorong kebiasaan menabung sekaligus memperkuat pasar modal. Target kerangka TISA ditetapkan selesai paling lambat September 2026.
Upaya percepatan ini disampaikan Kementerian Keuangan Thailand, seiring kebutuhan mengantisipasi dampak pertambahan penduduk lanjut usia. Pemerintah juga ingin penguatan dana pensiun dilakukan sejak tahap awal agar kesiapan finansial masyarakat lebih baik ketika memasuki usia lanjut.
“Pemerintah ingin mendorong tabungan jangka panjang agar masyarakat memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk masa pensiun, seiring pertumbuhan populasi lanjut usia yang berlangsung cepat,” kata Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas.
Menurut Ekniti, saat ini sekitar 20 persen populasi Thailand berusia di atas 60 tahun. Pada saat yang sama, tingkat tabungan rumah tangga dinilai masih tergolong rendah, sehingga kebutuhan mendorong skema yang lebih terarah menjadi semakin mendesak.
TISA disiapkan untuk kebiasaan menabung sejak dini
Ekniti menjelaskan, TISA dirancang sebagai instrumen yang berbeda dari produk investasi yang sebelumnya memperoleh insentif pajak. Program yang pernah dikenal memberi manfaat pajak antara lain Long-Term Equity Fund (LTF), Retirement Mutual Fund (RMF), dan Super Savings Fund (SSF).
Dalam pendekatan TISA, masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih instrumen investasi sesuai profil risiko masing-masing. Dengan demikian, pemerintah tidak membatasi pilihan masyarakat pada skema yang sebelumnya terikat pada jenis dana tertentu.
Selain menyiapkan dana pensiun, akumulasi dana dalam TISA juga diharapkan membantu pengembangan pasar modal Thailand. Pemerintah memandang langkah ini dapat mendorong generasi muda mulai menabung dan berinvestasi sejak awal ketika memasuki dunia kerja.
Insentif pajak ditata agar tetap berkelanjutan
Berita Terkait
Pemerintah masih membahas bentuk insentif pajak yang akan diberikan dalam kerangka TISA. Ekniti menyebut, tujuan utamanya adalah mencari keseimbangan antara pemberian insentif bagi investor dan menjaga keberlanjutan fiskal negara.
Secara terpisah, Ekniti menyatakan Kementerian Keuangan bersama Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand mempercepat penyusunan aturan pelaksanaan TISA. Aturan tersebut ditargetkan dapat selesai sebelum akhir tahun fiskal 2026 atau paling lambat 30 September 2026.
Program ini dirancang memberikan insentif berupa pengurangan pajak untuk tabungan dan investasi jangka panjang. Insentif diarahkan, terutama, bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah agar lebih terdorong menyiapkan dana masa depan.
“Manfaatnya dirancang setara bagi semua orang dan pemerintah akan menghindari persyaratan yang tidak perlu rumit,” ujar Ekniti.
Dalam keterangan yang sama, Ekniti menegaskan bahwa TISA tidak akan membatasi manfaat pajak hanya pada produk investasi tertentu. Ia mengatakan investor akan memiliki fleksibilitas memilih investasi jangka panjang sesuai kebutuhan masing-masing tanpa harus mengikuti formula pengurangan pajak yang rumit.
Batas penempatan per tahun dan ruang pilihan investasi
Sekretaris Jenderal SEC Thailand Pornanong Budsaratragoon menyebut, TISA memungkinkan investor menempatkan dana hingga 600.000 baht per tahun. Angka tersebut setara sekitar Rp 323,4 juta dengan asumsi kurs Rp 539 per baht.
Menurut Pornanong, dana yang ditaruh melalui TISA dapat dialokasikan ke berbagai produk keuangan. Dengan rentang produk yang lebih luas, skema ini diharapkan memberi ruang pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko masing-masing investor.
Jika target penyelesaian kerangka dan aturan pelaksanaan terpenuhi, TISA diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengarahkan kebiasaan tabungan jangka panjang secara lebih sistematis. Pada akhirnya, pemerintah menempatkan program ini sebagai instrumen untuk memperkuat kesiapan dana pensiun dan mendorong aktivitas investasi di tengah dinamika demografi yang terus meningkat.












