Olahraga

Jakmania: Shin Tae Yong Diminta Main Lebih Agresif dan Menyerang di Persija

0
×

Jakmania: Shin Tae Yong Diminta Main Lebih Agresif dan Menyerang di Persija

Sebarkan artikel ini
Pesan Jakmania: Strategi Shin Tae Yong Harus Lebih Agresif di Persija News 8 Juni 2026
Ilustrasi: Pesan Jakmania: Strategi Shin Tae Yong Harus Lebih Agresif di Persija

jurnalistik.co.id – Jakmania menyoroti gaya permainan pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY). Para pendukung berharap STY bisa mengarahkan Persija tampil lebih agresif dan menyerang pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 mendatang.

STY sendiri baru diperkenalkan kepada publik saat proses pengenalan sebagai pelatih Persija, yang berlangsung di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026). Dalam sorotan suporter, STY selama ini dikenal kerap mengandalkan strategi bertahan serta serangan balik saat menangani Timnas Indonesia.

Putra (36), Jakmania asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku sempat bersikap skeptis terhadap pola yang kerap ditunjukkan STY. Ia menilai taktik bertahan dan serangan balik yang dipakai saat menangani Timnas Indonesia kurang sesuai dengan karakter permainan yang ia harapkan dari Persija.

Putra bahkan membandingkan pendekatan STY dengan era pelatih-pelatih Eropa sebelumnya di Persija. Menurut dia, pendekatan lama dinilai lebih berani tampil menekan lawan ketimbang bertahan menunggu momentum.

“Sebenarnya saya pribadi lebih pengin Persija dilatih pelatih asing dari Eropa yang mainnya agresif, kayak era Thomas Doll dibanding yang defense-defense kayak STY,” kata Putra saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (8/6/2026).

Putra turut menyinggung bahwa Persija pernah menunjukkan hasil yang dinilai membuktikan efektivitas gaya menyerang. Ia menyebut keberhasilan Persija menduduki posisi tiga pada musim 2025/2026 juga terjadi ketika tim dilatih Mauricio Souza.

Ia pun memandang cara bermain Persija seharusnya selaras dengan kebutuhan Liga 1. Putra menegaskan bahwa menekan dan menyerang lebih ia rasakan sebagai identitas yang sesuai dengan ekspektasi Jakmania, meski mengandung risiko.

“Karena untuk main di kompetisi Liga 1 tuh harus menyerang mainnya, jangan bertahan membosankan. Persija kan terkenalnya ganas lah. Mendingan main agresif walaupun lebih risiko kalah, tapi lebih enak ditonton daripada main bertahan,” kata Putra.

Sejalan dengan Putra, pengurus Jakmania Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Abang, Moehamad Rizqi Saputra, juga melihat adanya perbedaan mencolok antara taktik STY dengan pelatih Persija sebelumnya. Ia mengaitkan perbedaan itu dengan gaya yang pernah ditunjukkan Mario Souza yang dikenal sangat ofensif saat menangani tim.

Rizqi menilai perubahan tipe permainan memang wajar karena setiap pelatih memiliki karakter berbeda. Ia juga menyebut bahwa, bila merujuk gaya STY di Timnas, pendekatan STY cenderung bertahan lebih dulu lalu baru melakukan serangan balik.

“Kalau dari pelatih tuh kan pasti beda-beda tipe permainan tuh. Kayak kemarin kan waktu Mario Souza itu kan emang Persija tuh nyerang total. Kalau Shin Tae-yong ini kan kalau dilihat dari Timnas kan dia mainnya cenderung bertahan dulu baru serangan balik, kayak Bojan Hodak lah di Persib gitu,” tutur Rizqi.

Meski begitu, Rizqi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan taktik pragmatis tersebut selama STY mampu memberikan dampak positif bagi Persija. Ia menilai harapan terbesar justru terletak pada kemampuan STY untuk menurunkan perubahan yang baik bagi tim, bukan semata-mata pada gaya yang terlihat di lapangan.

Salah satu kelebihan STY yang disoroti Rizqi adalah kapasitasnya dalam peremajaan skuad. Ia berharap apa yang dinilai positif ketika STY mengorbitkan pemain muda pada masa menangani Timnas Indonesia bisa ikut diterapkan di Persija.

“Kalau buat masalah positif sih pasti positif, karena Shin Tae-yong ini kan sama kayak Thomas Doll, dia pintar mengorbitkan pemain muda. Harapannya bisa untuk regenerasi,” ungkapnya.

Rizqi juga menekankan pentingnya STY dalam membangun kedisiplinan serta mengendalikan emosi pemain di lapangan. Menurut dia, kekompakan tim akan lebih terjaga bila individu-individu di dalam skuat mampu menjalankan instruksi dengan sikap yang terkendali.

Ia menambahkan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting ketika sebuah tim mengejar target besar. Bagi Rizqi, peningkatan disiplin pada level individu merupakan fondasi agar tim bisa tampil lebih konsisten dan tetap berada pada ritme permainan yang diinginkan.

Dengan latar ekspektasi tersebut, Jakmania pada intinya meminta STY tidak hanya memikirkan efektivitas taktik bertahan, tetapi juga membawa karakter menyerang yang dinilai lebih sesuai dengan identitas Persija. Meski ada perbedaan gaya dibanding pelatih-pelatih sebelumnya, suporter tetap menunggu jawaban dari STY melalui dampak nyata di lapangan saat kompetisi 2026/2027 bergulir.