jurnalistik.co.id – Karanganyar digemparkan oleh temuan jasad seorang pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ditemukan di Tempat Penampungan Sampah (TPS) Pandes, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, pada Rabu (22/7/2026). Lokasi itu diketahui sudah tidak aktif selama dua tahun, sehingga penemuan tersebut memunculkan pertanyaan baru bagi warga maupun aparat.
Korban bernama Soni Wiyanto (42), yang tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di DLH Kabupaten Karanganyar. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari.
Menurut keterangan keluarga, Soni terakhir kali terlihat pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. Saat itu, ia berpamitan keluar rumah dengan tujuan membuang sampah dan mematikan lampu, seperti rutinitas yang biasa dilakukan.
Biasanya setelah urusan membuang sampah selesai, Soni melanjutkan jalan kaki mengelilingi kampung pada waktu subuh. Namun pada hari tersebut, ia tidak kunjung kembali hingga pagi, sehingga keluarga mulai melakukan pencarian.
Anggota keluarga korban, Suwondo, menyebut kejadian itu di luar kebiasaan dan sulit diterima. Ia mengatakan Soni umumnya melakukan jalan-jalan pagi setiap subuh, tetapi kali ini tidak kembali setelah keluar rumah.
Pencarian lalu berjalan karena keluarga tidak mendapatkan kabar dari korban. Keadaan berubah ketika jasad akhirnya ditemukan empat hari berselang dari saat korban dinyatakan hilang.
Penemuan jasad bermula saat petugas DLH Kabupaten Karanganyar mencium bau menyengat di area TPS Pandes. Penciuman bau dilakukan ketika petugas hendak mengambil barang rosok di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB.
Karena bau semakin kuat, petugas kemudian membuka pagar TPS yang terkunci dan masuk ke dalam bangunan. Di sanalah Soni ditemukan sudah meninggal dunia.
Berita Terkait
Setelah temuan diketahui, petugas segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan aparat terkait. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Kartini Karanganyar untuk proses penanganan lebih lanjut.
Pemeriksaan awal menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan. Estimasi waktu kematian ini menjadi salah satu dasar untuk menyelaraskan kronologi hilangnya korban dengan saat jasad ditemukan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Soni. Penelusuran difokuskan pada rangkaian kejadian sejak korban terakhir terlihat hingga ditemukan di dalam bangunan TPS.
Pihak kepolisian juga menelusuri kondisi sekitar lokasi penemuan serta kemungkinan adanya faktor lain di luar rutinitas harian korban. Sejumlah keterangan dari keluarga dan saksi terkait pola aktivitas Soni diharapkan membantu memperjelas alur kejadian.
Meski motif dan penyebab kematian belum dipaparkan secara final, temuan ini tetap menyisakan perhatian karena lokasi TPS yang selama dua tahun tidak aktif justru menjadi titik ditemukannya korban. Warga berharap proses pemeriksaan berjalan transparan agar penyebab meninggalnya Soni dapat dipastikan dan tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
Di tengah penyelidikan, keluarga korban terus mengupayakan kepastian informasi melalui koordinasi dengan pihak berwenang. Mereka berharap hasil pemeriksaan dapat menjawab pertanyaan yang muncul sejak Soni dinyatakan hilang, terutama mengenai bagaimana korban akhirnya berada di dalam TPS Pandes sebelum ditemukan.
Keheningan kasus ini bermula ketika laporan orang hilang disampaikan keluarga setelah Soni tidak kembali dari aktivitas yang biasanya ia lakukan pada awal subuh. Ketika pencarian dilakukan, perhatian warga turut mengarah pada area yang dikenal dekat dengan keseharian korban. Namun baru pada hari keempat, kabar yang dinantikan keluarga berubah menjadi kenyataan setelah petugas menemukan jasad di lokasi TPS yang berada di Kelurahan Cangakan.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan langkah penanganan di lapangan. Petugas DLH Kabupaten Karanganyar yang mencium bau menyengat mengawali proses pemeriksaan di sekitar TPS, lalu masuk ke bangunan setelah pagar yang terkunci dibuka. Setelah korban ditemukan, laporan diteruskan kepada pihak terkait dan jasad selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Kartini Karanganyar untuk proses penanganan lebih lanjut.
Saat penyelidikan berjalan, polisi berupaya menyusun gambaran kejadian sejak Soni terakhir terlihat hingga saat jasad ditemukan. Fokus penelusuran juga diarahkan pada keterangan keluarga maupun saksi mengenai pola aktivitas korban sebelum peristiwa terjadi. Meski penyebab pasti kematian belum dipaparkan, perhatian masyarakat tetap tinggi karena lokasi TPS yang tidak aktif selama dua tahun justru menjadi titik ditemukannya korban, sehingga warga berharap hasil pemeriksaan dapat menutup ruang spekulasi.












