Pendidikan

SDN 4 Seloromo Karanganyar, Hanya 14 Murid: Kelas Dibagi Sekat dan Tanpa Perpustakaan

×

SDN 4 Seloromo Karanganyar, Hanya 14 Murid: Kelas Dibagi Sekat dan Tanpa Perpustakaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: SDN 4 Seloromo Karanganyar Hanya Punya 14 Murid, Ruang Kelas Disekat, dan Tak Punya Perpustakaan

jurnalistik.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar menyiapkan upaya perbaikan di SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi. Langkah itu menyasar kondisi ruang kelas sekolah yang dinilai kurang representatif untuk kegiatan belajar mengajar.

SDN 4 Seloromo merupakan salah satu dari empat sekolah dasar di Karanganyar yang tidak memperoleh siswa baru pada pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan Selasa (21/7/2026), kondisi pembelajaran di sekolah tersebut menjadi perhatian Disdikbud.

Pihak Disdikbud menyebut jumlah murid di sekolah itu saat ini hanya 14 orang. Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan total tersebut menjadi latar belakang penilaian fasilitas belajar yang ada.

Dari tiga ruangan yang tersedia, dua di antaranya digunakan untuk pembelajaran. Namun, kedua ruangan itu dimanfaatkan dengan pembagian sekat sehingga satu ruang dapat berfungsi menjadi beberapa kelas sekaligus.

Menurut Hendro, penataan ruang dengan sekat tersebut membuat kelas kurang ideal untuk proses belajar. Penilaian itu disampaikan saat Disdikbud mengecek langsung kondisi di SDN 4 Seloromo pada masa pemantauan yang telah dijadwalkan.

Hendro juga menjelaskan bahwa skema revitalisasi sekolah memiliki ketentuan jumlah siswa maksimal yang menjadi acuan. Dalam konteks ini, ia menyebut syarat revitalisasi harus mempertimbangkan kebutuhan dengan murid maksimal 60 orang.

Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada, pihaknya berencana mengusulkan perbaikan bertahap. β€œKami coba nanti matur Pak Bupati, kalau bisa nanti 2027 untuk perbaikan nyekat-nyekatnya itu,” ujar Hendro saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/7/2026).

Selain aspek ruang kelas, sekolah juga disebut belum memiliki perpustakaan. Pada saat pemantauan, Disdikbud menemukan tidak adanya ruang khusus yang dapat digunakan anak-anak untuk membaca buku.

Buku bacaan di SDN 4 Seloromo berada dalam lemari yang menyatu dengan area UKS. Di tempat yang sama, lemari buku juga berada pada ruang yang digunakan guru sekaligus kepala sekolah.

Meski demikian, Hendro menyatakan pihaknya akan berupaya menambah koleksi buku sebagai bagian dari perbaikan pembiasaan literasi. Ia mengatakan koordinasi akan dilakukan agar minat baca anak-anak dapat tumbuh seiring penambahan bacaan.

β€œKami akan mencoba koordinasi lebih lanjut supaya minat baca anak-anak, kita tambah koleksi buku,” terangnya. Upaya tersebut diarahkan agar ketersediaan bahan bacaan lebih memadai dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan sekolah.

Hendro menambahkan bahwa kondisi minimnya siswa baru juga terkait dengan jumlah anak usia masuk sekolah dasar yang dinilai sedikit. Ia menjelaskan saat ini terdapat satu anak yang dititipkan ke kelas 1 di sekolah tersebut karena usia anak belum memenuhi syarat.

Menurut penilaian Disdikbud, keberadaan anak titipan itu menjadi strategi sementara agar proses belajar tetap berjalan sesuai kondisi murid yang ada. Di sisi lain, sekolah tetap membutuhkan perhatian karena keterbatasan ruang dan fasilitas pendukung seperti perpustakaan.

Terkait kebijakan reorganisasi sekolah atau regrouping, Disdikbud menyebut sosialisasi telah dilakukan kepada tokoh masyarakat setempat. Hendro menegaskan regrouping perlu dikelola hati-hati karena sekolah dibutuhkan oleh warga sekitar.

Ia mengingatkan agar kebijakan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. β€œJangan sampai kalau regrouping menimbulkan masalah baru karena sekolah ini dibutuhkan masyarakat sekitar situ. Sekolah lain terlalu jauh,” ucapnya.

Hendro menempatkan kebutuhan layanan pendidikan di SDN 4 Seloromo sebagai pertimbangan utama. Ia memandang jarak ke sekolah lain menjadi faktor yang dapat memengaruhi akses belajar jika regrouping dilakukan tanpa penanganan yang matang.

Pemantauan Disdikbud terhadap SDN 4 Seloromo dilakukan setelah informasi bahwa sekolah tidak mendapatkan siswa baru pada gelombang pendaftaran sebelumnya. Sekolah tersebut dinilai memerlukan perhatian agar proses belajar tetap berjalan dengan kondisi yang lebih baik.

Dengan total murid 14 orang dan penataan ruang kelas yang terbagi sekat, Disdikbud berupaya merancang langkah perbaikan fasilitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar. Sementara itu, soal literasi, penambahan koleksi buku disebut menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan lebih cepat.

Sejumlah upaya tersebut, menurut Hendro, diharapkan dapat memberi ruang belajar yang lebih layak dan mendukung minat baca murid. Pada saat yang sama, pihaknya juga menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat agar kebijakan regrouping tidak merugikan layanan pendidikan yang selama ini menjadi kebutuhan warga setempat.