Olahraga

13 Juli 1930: Siapa Pencetak Gol Pertama Piala Dunia?

×

13 Juli 1930: Siapa Pencetak Gol Pertama Piala Dunia?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hiruk Pikuk Piala Dunia Dimulai 13 Juli 1930, Siapa Pencetak Gol Pertama?

jurnalistik.co.id – 13 Juli 1930 menjadi salah satu tanggal yang kerap diingat dalam sejarah Piala Dunia. Pada hari itulah pertandingan pertama bergulir, sekaligus menghadirkan momen yang segera tercatat: gol perdana turnamen.

Nama Jules Rimet juga melekat pada awal penyelenggaraan Piala Dunia. Penggagas dari Prancis itu tercatat sebagai sosok yang memunculkan gagasan turnamen sepak bola dunia yang kemudian berlanjut hingga hari ini.

Sementara itu, edisi perdana Piala Dunia 1930 juga melahirkan juara yang kelak menjadi bagian dari ingatan kolektif penggemar. Uruguay keluar sebagai pemenang pada turnamen pertama tersebut.

Namun, di balik dua penanda besar itu, ada satu pertanyaan yang sering muncul dari pencinta sepak bola: siapa yang menorehkan gol pertama di Piala Dunia 1930. Jawabannya jatuh kepada Lucien Laurent, striker Prancis yang menjadi pencetak gol perdana di ajang ini.

Momen bersejarah itu terjadi dalam pertandingan Prancis melawan Meksiko pada 13 Juli 1930. Laurent mencetak gol pada menit ke-19, sebuah angka yang kemudian dikenal sebagai penanda dimulainya era baru sepak bola internasional lewat Piala Dunia.

Gol tersebut berawal dari situasi yang digarap dari area pertahanan Prancis. Operan jauh Augustin Chantrel dari area pertahanan mengarah ke kaki penyerang sayap Ernest Liberati yang telah menunggu kedatangan bola di sayap kanan pertahanan Meksiko.

Liberati kemudian melepaskan umpan silang yang mengarah ke jantung pertahanan Meksiko. Bola itu langsung disambar dengan cepat oleh Laurent menggunakan kaki kiri, hingga memaksa gawang Meksiko bergetar.

Di bawah mistar pada laga tersebut ada Oscar Bonfiglio, kiper Meksiko. Ia tak kuasa menahan laju bola yang datang dari laju serangan Prancis tersebut.

Usai gol tercipta, Laurent kemudian menegaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi, signifikansi gol tersebut belum tampak jelas. “Tentu saja saya tidak menyangka gol tersebut begitu signifikan. Waktu itu kami bahkan tidak berpikir Piala Dunia bakal langgeng terus,” ucap Laurent perihal golnya.

Pandangan itu juga dibingkai dengan ingatan tentang respons media ketika turnamen masih berada pada tahap awal. “Saya ingat surat kabar Perancis hanya memberikan porsi berita yang sangat kecil ketika kami pulang kampung,” cetusnya.

Gol Laurent pada menit ke-19 ternyata tidak menjadi satu-satunya catatan penting bagi Prancis di hari itu. Setelah momen pencetak gol pertama turnamen, tim Prancis masih menambah keunggulan lewat beberapa kesempatan berikutnya.

Marcel Langiller mencetak gol tambahan pada menit ke-40. Sesudah itu, Prancis kembali menambah skor melalui Andre Maschinot pada menit ke-43 dan menit ke-87, sehingga rangkaian serangan mereka kian menegaskan dominasi di pertandingan tersebut.

Meksiko sempat memberi perlawanan di tengah perjalanan laga. Juan Carreno mencetak gol pada menit ke-70, membuat pertandingan tetap menyisakan tensi, meski Prancis tetap memegang kendali permainan.

Kalau dilihat dari urutan skornya, pertandingan itu mengikat beberapa penanda waktu yang spesifik: Laurent membuka lewat menit ke-19, Langiller menyusul pada menit ke-40, Maschinot menambah pada menit ke-43 dan menit ke-87, sementara Carreno membalas pada menit ke-70.

Dengan demikian, Lucien Laurent tidak hanya tercatat sebagai pencetak gol perdana Piala Dunia 1930, tetapi juga menjadi bagian dari hari yang memulai rangkaian panjang perjalanan turnamen empat tahunan tersebut. Ia berangkat dari satu peluang yang dikerjakan cepat, lalu mengunci jalannya sejarah lewat eksekusi kaki kiri yang kemudian sulit dilupakan.

Dalam konteks yang lebih luas, cerita ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah gol tunggal bisa menjadi titik awal bagi sesuatu yang kelak tumbuh jauh melampaui ekspektasi saat itu. Saat Laurent berbicara tentang surat kabar yang hanya memberi porsi kecil, ia seolah menegaskan bahwa waktu tak pernah sepenuhnya memperlihatkan makna besar dari peristiwa yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu, pertanyaan “siapa pencetak gol pertama?” pada akhirnya tidak sekadar mengarah ke nama, melainkan juga ke rangkaian detail yang membentuk momen historis: peran Chantrel dalam operan awal, penyambung Liberati dengan umpan silang, eksekusi Laurent di kaki kiri, dan ketidakmampuan Bonfiglio menghentikan bola, sebelum Prancis menutup hari itu dengan tiga gol tambahan dan Meksiko mendapat satu balasan lewat Carreno.