jurnalistik.co.id – Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Angela Tanoesudibjo mendorong kader, khususnya anggota legislatif, untuk meneladani ketangguhan tim nasional sepak bola Norwegia saat tampil di Piala Dunia 2026. Pesan itu disampaikan Angela sebagai bekal penguatan partai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Perindo 2026 bertajuk “Bersatu dalam Nilai, Unggul dalam Aksi”, Angela berbicara di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Acara tersebut menjadi momentum pengarahan sekaligus penegasan arah gerak organisasi.
Angela menyoroti perjalanan Norwegia menuju Piala Dunia 2026 yang berlangsung panjang. Ia menyampaikan bahwa selama 28 tahun Norwegia tidak pernah masuk kompetisi Piala Dunia, yang menurutnya “artinya sama dengan 6 kali gagal masuk Piala Dunia.”
Ia kemudian mengaitkan proses panjang itu dengan makna ketangguhan dalam kompetisi. Angela menjelaskan momen ketika akhirnya Norwegia berhasil tampil di Piala Dunia 2026 dan melaju hingga babak perempat final.
“Akhirnya tahun 2026 masuk dan akhirnya mendapatkan salah satu mungkin pencapaian yang tertinggi dalam sejarah mereka, masuk perempat final,” kata Angela dalam kesempatan itu.
Menurut Angela, kekuatan yang patut ditiru dari negara tersebut bukan hanya hasil akhir, melainkan cara bertahan dalam proses. Ia menekankan dua hal utama: ketahanan mental dan konsistensi dalam menjalani tahapan yang harus dilalui.
Angela juga menggambarkan bahwa Partai Perindo saat ini sedang berada dalam fase penting untuk memperkuat fondasi organisasi. Dalam pandangannya, fase pembangunan tidak bisa ditunda, karena masa depan kontestasi sudah semakin dekat.
“Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, kita juga dalam fase membangun. Partai Perindo dalam fase membangun. 28 tahun sih kelamaan. 2029 di depan mata!” ujar Angela, disambut tepuk tangan peserta Bimtek.
Berita Terkait
Bangun fondasi: orang, sistem, dan kepercayaan publik
Angela menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan Perindo bukan sebatas membentuk struktur. Ia menyebut upaya yang berjalan mencakup penataan sumber daya manusia, perbaikan sistem, hingga langkah membangun kepercayaan masyarakat di lapangan melalui kerja kader.
“Yang kita bangun hari ini, Bapak Ibu, bukan hanya sekadar organisasi. Yang kita bangun, kita bangun orangnya, kita bangun sistem, kita bangun semangat. Yang kita bangun hari ini adalah kepercayaan publik. Dan kepercayaan publik bisa didapatkan di antaranya melalui tangan-tangan Bapak Ibu sekalian,” kata Angela.
Dengan penekanan tersebut, Angela mengarahkan agar kader memadukan energi internal dengan upaya nyata di daerah. Ia ingin kepercayaan publik tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan menjadi hasil dari tindakan yang dapat dirasakan masyarakat.
Angela mengingatkan pula tentang keterkaitan tempo kerja partai dengan tahapan menuju Pemilu. Ia menuturkan bahwa verifikasi partai akan dimulai pada 2027, sebelum memasuki kontestasi Pemilu 2029.
“Jadi, rapatkan barisan, kita kuatkan kekuatan kita di daerah-daerah, mengakar sampai ke paling bawah, dan pastikan bahwa kita bisa membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Angela.
Dalam arah yang sama, Angela menegaskan perlunya koordinasi dan kebersamaan di antara kader. Ajakan itu sekaligus menjadi pengingat agar penguatan tidak berjalan sporadis, melainkan bergerak terarah dari level paling bawah hingga keseluruhan organisasi.
Pesan Angela tentang perjalanan Norwegia turut memberi konteks pada pengarahan tersebut. Norwegia yang akhirnya menembus Piala Dunia setelah waktu panjang diposisikan sebagai contoh bahwa proses yang konsisten dapat menghasilkan capaian penting.
Sementara itu, Perindo diarahkan untuk memanfaatkan fase pembangunan saat ini dengan disiplin ketahanan mental dan konsistensi dalam berproses. Dengan verifikasi pada 2027 sebagai penanda langkah berikutnya, Angela meminta kader merapatkan barisan agar kekuatan partai semakin solid menuju Pemilu 2029.












