jurnalistik.co.id – Joe Root menjadi tembok utama Inggris saat menghadapi ancaman kekalahan di Tes kedua melawan Selandia Baru di The Oval. Di tengah ketiadaan kapten Ben Stokes, Root memimpin pemulihan Inggris hingga bertahan untuk menyongsong hari terakhir.
Stokes yang absen dari pertandingan ini mencetak 95 untuk Durham, sementara statusnya menunggu penyelidikan atas insiden di sebuah klub malam di London. Kehadiran Stokes saat ini tidak ada di lapangan, dan Inggris harus mengandalkan kapten pengganti Root.
Pada hari keempat (day four dari lima), situasi tuan rumah sempat sangat genting. Saat Selandia Baru menekan, Inggris berada pada 40-3 dan berada dalam bahaya tidak mampu menuntaskan permainan hari keempat.
Di saat yang sama, Selandia Baru telah menetapkan target sangat besar: 463 untuk dimenangkan di The Oval. Dengan kebutuhan lari yang besar itu, Inggris sebenarnya tidak hanya bertahan, tetapi juga harus menjaga keruntuhan tidak terjadi lebih jauh sebelum mencapai hari terakhir.
Root memecahkan ketegangan tersebut dengan inning yang tak terkalahkan. Ia bertahan 75* untuk membawa Inggris melewati tekanan, sekaligus menyusun fondasi agar pertandingan masih terbuka untuk diebutkan hingga Minggu.
Performa Root juga membawa peristiwa bersejarah. Ia menerima standing ovation hanya pada dua momen di stadion, ketika menjadi orang kedua setelah Sachin Tendulkar yang menembus 14.000 run Test.
Root berbagi kemitraan yang mengguncang dengan Harry Brook, dengan stand mencapai 97. Brook tampil agresif sepanjang kemitraan itu, membukukan 58, sementara Root terus menjaga tempo hingga tidak kehilangan kontrol saat Inggris berada di ambang.
Dalam sesi penting, keduanya bahkan mampu membalik keputusan lbw yang sempat merugikan mereka. Matt Henry yang semula membuat Root dan Brook terjebak lbw, kemudian harus menyerah karena keputusan tersebut diubah setelah pemeriksaan, termasuk karena adanya inside edge.
Meski demikian, momen berbahaya tetap muncul setelah Brook keluar. Namun, debutan James Rew memberi respons dengan tampil tenang, meski ia akhirnya juga harus menerima dismissal melalui ulasan ketika lbw ke Kyle Jamieson terjadi pada detik-detik akhir.
Ketika Rew tersingkir, Inggris ditutup pada 182-5. Keadaan ini meninggalkan Selandia Baru tinggal satu wicket lagi dari ekor, sementara Inggris masih harus mengejar 281 run di hadapan kebutuhan kemenangan.
Sebelumnya, babak Inggris juga telah menjadi gambaran ketatnya pertandingan. Inggris mencatat 291 di babak pertama, dengan Emilio Gay 53 dan Fisher 50* sementara Matt Henry mengambil 5-80. Di babak kedua, Inggris kembali berakhir di 182-5 dengan kontribusi Root 75* dan Brook 58.
Selandia Baru sendiri mengumpulkan 391, dipimpin Phillips yang mencetak 100, lalu menambah 362 dengan Nicholls 121, Ravindra 76, serta Mitchell 68. Angka-angka tersebut menempatkan New Zealand pada posisi kuat, tetapi pemimpin Inggris di hari terakhir tetap bisa bergerak lewat inning Root.
Jika menilik perjalanan sepanjang hari, inning Root juga disertai rangkaian serangan yang cepat. Dari pembukaan sesi, lima over pertama menghasilkan 43 run, dan over pertama bahkan menjadi maiden. Atmosfer stadion ikut memanas ketika Root mendab, memotong, serta mengarahkan bola ke wilayah third man fence.
Root juga menjadi orang pertama yang membalik keputusan lbw dari Henry pada momen krusial, lagi-lagi karena inside edge. Brook memperlihatkan sentuhan tajam, termasuk memukul enam lari melewati square leg dan menorehkan half-century dengan catatan 33 bola.
Di sisi lain, kerja Inggris saat menekan Selandia Baru juga memberi efek. Dari sisa tujuh wicket terakhir, Inggris mengambil 110 run dari posisi semalam Selandia Baru di 252-3.
Jofra Archer tampil menonjol, dimulai dari edge Glenn Nicholls ke slip untuk 121, lalu ia kembali ke serangan setelah Phillips ditangkap di gully. Matthew Fisher mencatat tiga wicket, meski baru digunakan sepuluh menit sebelum makan siang.
Dengan Rew berdiri dekat wicket, Daryl Mitchell mencoba melakukan scoop tetapi jatuh karena bola yang menjatuhkannya untuk 68. Selain itu, Jamieson menghancurkan middle stump saat Mitchell melakukan serangan, sementara Nathan Smith harus menghadapi pukulan yang membuatnya tersangkut.
Di belakang stumps, Rew juga menjalani hari yang lebih baik setelah dua kali gagal menangkap pada Jumat. Ia menangkap rebound saat Root menjatuhkan Blundell di leg slip dari lemparan Josh Tongue.
Dengan Inggris memimpin seri 1-0 dalam tiga pertandingan, kiprah Root pada hari keempat menjadi alasan utama mengapa peluang masih ada. Hingga akhir hari, Root dan Brook telah menahan Inggris dari kehancuran lebih dalam, dan kini tuan rumah memasuki hari terakhir dengan harapan untuk berjuang sampai batas akhir.












